Seorang gelandangan yang biasa berkeliaran di kawasan Mahaputra,
Bobotsari melahirkan. Beruntung, sebelum menjalani proses persalinan ia
sempat ditolong dan dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata, belum lama
ini. Perempuan yang belum diketahui identitasnya saat ini, masih berada
di rumah sakit tersebut.Kapolsek Bobotsari AKP Ridju Sudiyanto
menyampaikan, pada Kamis (30/11) ada warga yang melapor. Bahwa ada
seorang perempuan yang biasa berkeliaran di kawasan ruko di Majapura
menunjukkan gelagat akan melahirkan. Hal itu didasarkan atas kondisi
perutnya yang sudah hamil besar. Selanjutnya petugas Polsek langsung
datang ke lokasi bersama tim medis Puskesmas setempat.
“Awalnya kami bawa ke Puskesmas, namun langsung dirujuk ke rumah sakit. Benar, dia akan melahirkan. Hari itu (Kamis, red) dia melahirkan di rumah sakit,” ujarnya.
Mengenai identitas, saat ini belum bisa terungkap. Karena saat petugas mencoba menginterogasi, perempuan tersebut cenderung diam dan murung. Sedangkan di masyarakat sekitar Majapura juga tidak mengetahui asal-usul perempuan tersebut.
“Identitas belum bisa diketahui, karena cenderung diam. Kami evakuasi karena yang paling penting keselamatan, baik bayi maupun ibunya,” ujarnya.
Sementara itu, satu di antara bidan di RSUD Goeteng, Dona Wahyuni De Fretes menyampaikan bahwa perempuan tersebut melahirkan dengan selamat. Begitu juga kondisi bayinya. Selama proses persalinan, tidak ada kendala yang berarti. Karena perempuan tersebut tidak berontak atau bertingkah brutal.
“Bayi perempuan. Bayi dan ibunya selamat, melahirkan dengan normal, malah katanya melahirkannya saat dalam kondisi berdiri,” kata Dona.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kalau dirinya memang tidak ikut dalam proses persalinan. Tetapi dia yang bertugas merawat pascakelahiran. Saat perempuan tersebut dibersihkan, dan dirapikan, juga cenderung diam dan menurut. Saat ini, bayi dan ibunya masih berada di rumah sakit.
“Saya bertugas membersihkan nifasnya, saya malah tahu dari FB, selang beberapa waktu pindah di ruangan yang aku jaga. Saat dimandikan dan dipotong kukunya, dia juga anteng, dan nurut,” ujarnya. ( min)
The post Gelandangan Tanpa Identitas Melahirkan di Purbalingga appeared first on SatelitPost.
“Awalnya kami bawa ke Puskesmas, namun langsung dirujuk ke rumah sakit. Benar, dia akan melahirkan. Hari itu (Kamis, red) dia melahirkan di rumah sakit,” ujarnya.
Mengenai identitas, saat ini belum bisa terungkap. Karena saat petugas mencoba menginterogasi, perempuan tersebut cenderung diam dan murung. Sedangkan di masyarakat sekitar Majapura juga tidak mengetahui asal-usul perempuan tersebut.
“Identitas belum bisa diketahui, karena cenderung diam. Kami evakuasi karena yang paling penting keselamatan, baik bayi maupun ibunya,” ujarnya.
Sementara itu, satu di antara bidan di RSUD Goeteng, Dona Wahyuni De Fretes menyampaikan bahwa perempuan tersebut melahirkan dengan selamat. Begitu juga kondisi bayinya. Selama proses persalinan, tidak ada kendala yang berarti. Karena perempuan tersebut tidak berontak atau bertingkah brutal.
“Bayi perempuan. Bayi dan ibunya selamat, melahirkan dengan normal, malah katanya melahirkannya saat dalam kondisi berdiri,” kata Dona.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kalau dirinya memang tidak ikut dalam proses persalinan. Tetapi dia yang bertugas merawat pascakelahiran. Saat perempuan tersebut dibersihkan, dan dirapikan, juga cenderung diam dan menurut. Saat ini, bayi dan ibunya masih berada di rumah sakit.
“Saya bertugas membersihkan nifasnya, saya malah tahu dari FB, selang beberapa waktu pindah di ruangan yang aku jaga. Saat dimandikan dan dipotong kukunya, dia juga anteng, dan nurut,” ujarnya. ( min)
The post Gelandangan Tanpa Identitas Melahirkan di Purbalingga appeared first on SatelitPost.