Siklon Tropis Cempaka Memporakporandakan Banyumas Raya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas menyatakan siklon tropis Cempaka yang menerjang wilayah Banyumas Barat pada Kamis pagi (30/11) hingga sore hari mengakibatkan 50 rumah lebih dan bangunan non permanen seperti kandang ayam hancur.
Ia mengatakan, seperti yang sudah diinformasikan oleh BMKG bahwa ada potensi angin kencang hingga 30 knot di Pulau Jawa. Siklon Tropis Cempaka di wilayah perairan sebelah selatan Jawa Tengah mengakibatkan perubahan pola cuaca di sekitar lintasannya.
“Sedangkan di Banyumas terjadi di Kecamatan Cilongok, Ajibarang dan Pekuncen. Desa desanya itu dari Sunyalangu, Sokawera, Gununglurang, Karangtengah, Karangklesem, Candinegara sampai Pekuncen, Kranggan juga,” kata dia.
Angin besar, kata Catur Hari Susilon, memang tidak sampai ke wilayah Banyumas lain, namun bukan berarti potensi angin Cempaka ini hilang dan tidak datang kembali menuju wilayah lain. Sebab menurutnya selama tiga hari ke depan, angin Cempaka potensinya masih besar masuk wilayah Banyumas.
“Selama tiga hari ke depan tetap harus waspada. Kalau suhu tetap dingin, mendung tapi tidak hujan dan ada angin walaupun tidak kencang maka jauhi bagunan tidak permanen dan pohon tinggi. Cempaka ini datangnya tiba-tiba, langsung muncul angin kencang,” kata dia.
BPBD Banyumas menyatakaan, selain angin kencang potensi lain adalah munculnya petir. Namun warga diminta tidak panik. “Ini angin lewat, kencang dan besar. Masyrakat jangan terlalu panik juga membayangkan bentuknya seperti angin puting beliung yang menerbangkan apa saja. Angin besar lewat, cenderung mendorong akhirnya merobohkan sesuatu,” kata dia.
Menurut keterangan Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo, angin kencang menumbangkan beberapa pohon hingga menimpa rumah warga. Ia mengatakan, pohon yang tumbang tersebar di enam titik berbeda. Di antaranya Desa Tumiyang dan Semeda, Kecamatan Pekuncen. Selain itu juga terjadi di Desa Sawangan RT 6 RW 1, Kecamatan Ajibarang rumah atas nama Dirman. Dirman menjadi kroban dengan kerusakan yang cukup serius hingga kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 juta. Kemudian pohon tumbang juga terjadi di Desa Karangkemiri, Kecamatan Karanglewas. Di Karangkemiri angin kencang tidak menimbulkan korban material maupun korban jiwa.
"Di Desa Karanganyam RT 3 RW 3, Kecamatan Lumbir rumah milik bapak Harjono tertimpa pohon dan mengalami kerugian Rp 5 juta, di Desa Karangtengah RT 4 RW 5, Kecamatan Cilongok rumah bapak Darsun juga menjadi mengalami kerusakan akibat pohon tumbang," kata dia.
Dampak dari pohon tumbang tersebut, lanjut Kusworo, juga menyebabkan kerusakan beberapa jaringan listrik dan fasilitas umum, serta akses beberap ruas jalan yang terutup. "Beruntung dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, karena warga saat kejadian lansung menghindar," ujarnya.
Bersama-sama dengan warga, TNI dan relawan, TRC BPBD melakukan pengondisian lokasi kejadian dengan memotong sejumlah pohon yang menimpa rumah warga serta membersihkan puing-puing material akibat kejadian tersebut. Kusworo berharap masyarakat selalu waspada terhadap Siklon Cempaka yang bisa kembali terulang. "Selalu waspada jika nanti ada kejadian susulan, segera mengunsi ketempat yang lebih aman," ujarnya.
Sementara di hari yang sama, hujan deras yang disertai angin kencang memporakporandakan tenda tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan kepala desa di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar. Dari kejadian tersebut, seorang panitia pemilihan kepala desa Farida Dwi E (22) terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena sempat tak sadarkan diri setelah tertimpa tenda.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, hujan deras disertai angin kencang terjadi sejak pukul 10.00 WIB. Saat itu proses pemilihan kepala desa sedang berlangsung, sekitar pukul 10.45 WIB, angin kencang datang dan langsung menghempas tenda yang ada di lapangan untuk pemungutan suara.
“Kejadiannya begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar, dan kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara,” kata Kapolsek Karangkobar, AKP Suyit Munandar.
Setelah kejadian, panitia bersama tim pengamanan dari TNI, Polri, masyarakat bersama-sama mengamankan proses pemilihan. Setelah ada kesepakatan, pemilihan dilanjutkan di SDN 2 Karangkobar yang letaknya tak jauh dari TPS.
Di Purbalingga, sedikitnya ada lima rumah rusak setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang, Kamis (30/11) sore. Daerah terdampak itu meliputi wilayah Bobotsari dan Karangmoncol.
Angin kencang menyebabkan pohon bertumbangan. Akibatnya ada tiga rumah warga di daerah Bobotsari rusak tertimpa pohon. Tiga rumah ini masing-masing milik Tolib (72) warga RT 3 RW 3 Desa Dagan, Rohmat (59) dan Warsono (50) warga RT 1 RW 1 Desa Bobotsari. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksanaan BPBD Kabupaten Purbalingga, Satya Giri Podo didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik, Muhsoni mengatakan, pihaknya bersama anggota SAR, TNI, Polri, relawan dan warga setempat melakukan penanganan mengevakuasi pohon yang menimpa rumah milik warga.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian materi ditaksir mencapai jutaan rupiah, karena rumah rusak, dan fasilitasnya, kami bersama SAR, TNI, POLRI beserta warga langsung melakukan evakuasi,” ujarnya.
Selain menimpa rumah, pohon tumbang di wilayah Bobotsari juga ada yang menimpa kabel jaringan listrik. Hal itu menyebabkan wilayah Bobotsari, khususnya Grumbul Dagan mengalami pemadaman listrik sampai dua hari. “Pohon tumbang kena kabel sampai putus, pemadaman listrik dua hari,” Kata seorang warga Dagan, Doni.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Bobotsari Harsono membenarkan di wilayahnya pada Kamis sore terjadi angin kencang. “Ada beberap desa yang mati listrik, akibat pohon tumbang karena angin kencang, tapi sekarang sudah nyala,” katanya, Jumat (1/12).
Lebih lanjut, Mukshoni menyampaikan selain di Bobotsari pohon tumbang juga terjadi di wilayah Kecamatan Karangmoncol. Dua rumah milik Rasmoyo (42) warga RT 13 RW 15 Dusun 4 Dukuh Grugak, Desa Tunjungmuli dan rumah milik Tarwin (45) warga RT 20 RW 7 Desa Rajawana rusak. Masing-masing penghuni rumah tersebut berhasil menyelamatkan diri.
“Tadi (Kamis, res) malam, sehabis maghrib. Waktu itu hujan deras dan anginnya kencang sekali, tiba-tiba atap rumah dan dinding kayu yang dari kayu terbang, saya dan keluarga yang ada di dalam rumah langsung keluar menyelamatkan diri,” ujar Rasmoyo.
Akibat angin kencang itu, rumah semi permanen itu roboh. Kerugian materi mencapai Rp 20 juta. Ia dan kelima anggota keluarganya kini harus mengungsi ke rumah saudaranya sembari menunggu bantuan perbaikan rumahnya.
Beberapa jam sebelumnya, rumah milik Tarwin di Desa Rajawana rusak karena tertimpa pohon randu. Dia dan empat anggota keluarganya selamat. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Mulyono mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Karena potensi terjadinya bencana angin dan longsor masih ada sampai Februari mendatang. Terlebih, saat ini sedang terjadi siklus angin di Samudra Hindia. Hal itu diprediksi memberikan dampak di sebagian wilayah Jateng bagian selatan. (auliaelhakim01@gmail.com/shandiyanuar016@gmail.com/oelsatriapost@yahoo.com/aminbellet@gmail.com)
The post Siklon Tropis Cempaka Memporakporandakan Banyumas Raya appeared first on SatelitPost
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas menyatakan siklon tropis Cempaka yang menerjang wilayah Banyumas Barat pada Kamis pagi (30/11) hingga sore hari mengakibatkan 50 rumah lebih dan bangunan non permanen seperti kandang ayam hancur.
Kejadiannya begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar dan kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara.“Kami sedang melalukan penanganan, sementara dari data yang masuk ada sekitar 50 lebih mengalami kerusakan. Ada yang roboh ada juga yang hanya rusak bagian atasnya. Kandang ayam juga ada yang roboh,” kata Catur Hari Susilo ST, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Banyumas, (1/12).
Kapolsek Karangkobar
AKP Suyit Munandar
Ia mengatakan, seperti yang sudah diinformasikan oleh BMKG bahwa ada potensi angin kencang hingga 30 knot di Pulau Jawa. Siklon Tropis Cempaka di wilayah perairan sebelah selatan Jawa Tengah mengakibatkan perubahan pola cuaca di sekitar lintasannya.
“Sedangkan di Banyumas terjadi di Kecamatan Cilongok, Ajibarang dan Pekuncen. Desa desanya itu dari Sunyalangu, Sokawera, Gununglurang, Karangtengah, Karangklesem, Candinegara sampai Pekuncen, Kranggan juga,” kata dia.
Angin besar, kata Catur Hari Susilon, memang tidak sampai ke wilayah Banyumas lain, namun bukan berarti potensi angin Cempaka ini hilang dan tidak datang kembali menuju wilayah lain. Sebab menurutnya selama tiga hari ke depan, angin Cempaka potensinya masih besar masuk wilayah Banyumas.
“Selama tiga hari ke depan tetap harus waspada. Kalau suhu tetap dingin, mendung tapi tidak hujan dan ada angin walaupun tidak kencang maka jauhi bagunan tidak permanen dan pohon tinggi. Cempaka ini datangnya tiba-tiba, langsung muncul angin kencang,” kata dia.
BPBD Banyumas menyatakaan, selain angin kencang potensi lain adalah munculnya petir. Namun warga diminta tidak panik. “Ini angin lewat, kencang dan besar. Masyrakat jangan terlalu panik juga membayangkan bentuknya seperti angin puting beliung yang menerbangkan apa saja. Angin besar lewat, cenderung mendorong akhirnya merobohkan sesuatu,” kata dia.
Menurut keterangan Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo, angin kencang menumbangkan beberapa pohon hingga menimpa rumah warga. Ia mengatakan, pohon yang tumbang tersebar di enam titik berbeda. Di antaranya Desa Tumiyang dan Semeda, Kecamatan Pekuncen. Selain itu juga terjadi di Desa Sawangan RT 6 RW 1, Kecamatan Ajibarang rumah atas nama Dirman. Dirman menjadi kroban dengan kerusakan yang cukup serius hingga kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 juta. Kemudian pohon tumbang juga terjadi di Desa Karangkemiri, Kecamatan Karanglewas. Di Karangkemiri angin kencang tidak menimbulkan korban material maupun korban jiwa.
"Di Desa Karanganyam RT 3 RW 3, Kecamatan Lumbir rumah milik bapak Harjono tertimpa pohon dan mengalami kerugian Rp 5 juta, di Desa Karangtengah RT 4 RW 5, Kecamatan Cilongok rumah bapak Darsun juga menjadi mengalami kerusakan akibat pohon tumbang," kata dia.
Dampak dari pohon tumbang tersebut, lanjut Kusworo, juga menyebabkan kerusakan beberapa jaringan listrik dan fasilitas umum, serta akses beberap ruas jalan yang terutup. "Beruntung dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, karena warga saat kejadian lansung menghindar," ujarnya.
Bersama-sama dengan warga, TNI dan relawan, TRC BPBD melakukan pengondisian lokasi kejadian dengan memotong sejumlah pohon yang menimpa rumah warga serta membersihkan puing-puing material akibat kejadian tersebut. Kusworo berharap masyarakat selalu waspada terhadap Siklon Cempaka yang bisa kembali terulang. "Selalu waspada jika nanti ada kejadian susulan, segera mengunsi ketempat yang lebih aman," ujarnya.
Sementara di hari yang sama, hujan deras yang disertai angin kencang memporakporandakan tenda tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan kepala desa di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar. Dari kejadian tersebut, seorang panitia pemilihan kepala desa Farida Dwi E (22) terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena sempat tak sadarkan diri setelah tertimpa tenda.
Kejadiannya begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar dan kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara.TPS yang terbuat dari tenda-tenda ambruk dan kursi plastik yang disediakan berantakan diterjang angin dan hujan. Logistik pilkades berupa kotak pemilihan terpaksa disingkirkan dan diamankan. Setelah disepakati, pemilihan akhirnya dipindah ke gedung SDN 2 Karangkobar.
Kapolsek Karangkobar
AKP Suyit Munandar
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, hujan deras disertai angin kencang terjadi sejak pukul 10.00 WIB. Saat itu proses pemilihan kepala desa sedang berlangsung, sekitar pukul 10.45 WIB, angin kencang datang dan langsung menghempas tenda yang ada di lapangan untuk pemungutan suara.
“Kejadiannya begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar, dan kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara,” kata Kapolsek Karangkobar, AKP Suyit Munandar.
Setelah kejadian, panitia bersama tim pengamanan dari TNI, Polri, masyarakat bersama-sama mengamankan proses pemilihan. Setelah ada kesepakatan, pemilihan dilanjutkan di SDN 2 Karangkobar yang letaknya tak jauh dari TPS.
Di Purbalingga, sedikitnya ada lima rumah rusak setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang, Kamis (30/11) sore. Daerah terdampak itu meliputi wilayah Bobotsari dan Karangmoncol.
Angin kencang menyebabkan pohon bertumbangan. Akibatnya ada tiga rumah warga di daerah Bobotsari rusak tertimpa pohon. Tiga rumah ini masing-masing milik Tolib (72) warga RT 3 RW 3 Desa Dagan, Rohmat (59) dan Warsono (50) warga RT 1 RW 1 Desa Bobotsari. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksanaan BPBD Kabupaten Purbalingga, Satya Giri Podo didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik, Muhsoni mengatakan, pihaknya bersama anggota SAR, TNI, Polri, relawan dan warga setempat melakukan penanganan mengevakuasi pohon yang menimpa rumah milik warga.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian materi ditaksir mencapai jutaan rupiah, karena rumah rusak, dan fasilitasnya, kami bersama SAR, TNI, POLRI beserta warga langsung melakukan evakuasi,” ujarnya.
Selain menimpa rumah, pohon tumbang di wilayah Bobotsari juga ada yang menimpa kabel jaringan listrik. Hal itu menyebabkan wilayah Bobotsari, khususnya Grumbul Dagan mengalami pemadaman listrik sampai dua hari. “Pohon tumbang kena kabel sampai putus, pemadaman listrik dua hari,” Kata seorang warga Dagan, Doni.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Bobotsari Harsono membenarkan di wilayahnya pada Kamis sore terjadi angin kencang. “Ada beberap desa yang mati listrik, akibat pohon tumbang karena angin kencang, tapi sekarang sudah nyala,” katanya, Jumat (1/12).
Lebih lanjut, Mukshoni menyampaikan selain di Bobotsari pohon tumbang juga terjadi di wilayah Kecamatan Karangmoncol. Dua rumah milik Rasmoyo (42) warga RT 13 RW 15 Dusun 4 Dukuh Grugak, Desa Tunjungmuli dan rumah milik Tarwin (45) warga RT 20 RW 7 Desa Rajawana rusak. Masing-masing penghuni rumah tersebut berhasil menyelamatkan diri.
“Tadi (Kamis, res) malam, sehabis maghrib. Waktu itu hujan deras dan anginnya kencang sekali, tiba-tiba atap rumah dan dinding kayu yang dari kayu terbang, saya dan keluarga yang ada di dalam rumah langsung keluar menyelamatkan diri,” ujar Rasmoyo.
Akibat angin kencang itu, rumah semi permanen itu roboh. Kerugian materi mencapai Rp 20 juta. Ia dan kelima anggota keluarganya kini harus mengungsi ke rumah saudaranya sembari menunggu bantuan perbaikan rumahnya.
Beberapa jam sebelumnya, rumah milik Tarwin di Desa Rajawana rusak karena tertimpa pohon randu. Dia dan empat anggota keluarganya selamat. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Mulyono mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Karena potensi terjadinya bencana angin dan longsor masih ada sampai Februari mendatang. Terlebih, saat ini sedang terjadi siklus angin di Samudra Hindia. Hal itu diprediksi memberikan dampak di sebagian wilayah Jateng bagian selatan. (auliaelhakim01@gmail.com/shandiyanuar016@gmail.com/oelsatriapost@yahoo.com/aminbellet@gmail.com)
The post Siklon Tropis Cempaka Memporakporandakan Banyumas Raya appeared first on SatelitPost