Pembangunan Akses Bandara JBS Terhambat
Bandara Jenderal Besar Soedirman merupakan proyek besar yang sudah digarap bertahun-tahun. Meski demikian, hambatan terus saja muncul. Terakhir, hambatan muncul dari sisi warga.
Sedikitnya enam orang menolak menjual tanah mereka untuk keperluan pelebaran jalan menuju bandara. Hal ini pun membuat proses pembebasan tanah ke dihentikan. Selanjutnya, akan segera dicari jalur alternatif sebagai akses jalan utama masuk Bandara Jenderal Besar Soedirman.
Hal itu, terungkap dalam rapat koordinasi pengadaan tanah untuk pembangunan akses jalan utama Bandara Jenderal Besar Soedirman di Pendapa Kecamatan Bukateja, Senin (4/12). Enam warga yang menolak adalah Sutomo (Desa Tidu), Rojiah (Desa Tidu), Warsini (Desa Wirasaba), Warsem (Desa Wirasaba), Sumarjo (Desa Wirasaba), serta Partinem (Desa Wirasaba). Seluruhnya, merupakan warga Kecamatan Bukateja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Purbalingga Ir Setiyadi MSi mengatakan, rapat koordinasi tersebut merupakan pertemuan ataupun rapat terakhir terkait dengan persetujuan warga. Sehingga, jika ada satu saja warga yang tidak setuju, maka semua akan batal karena semuanya merupakan satu kesatuan.
Penghentian proses pembebasan tanah akses jalan utama masuk bandara dinyatakan dihentikan, dengan ditandai penandatanganan berita acara pemberhentian proses pembebasan tanah ruas Desa Tidu – Wirasaba. Penandatanganan dilakukan oleh seluruh warga terdampak, serta disaksikan oleh yang hadir.(min)
The post Pembangunan Akses Bandara JBS Terhambat appeared first on SatelitPost.
Dec 5th 2017, 08:27, by Galih Yoga Priyambodo
Bandara Jenderal Besar Soedirman merupakan proyek besar yang sudah digarap bertahun-tahun. Meski demikian, hambatan terus saja muncul. Terakhir, hambatan muncul dari sisi warga.
Sedikitnya enam orang menolak menjual tanah mereka untuk keperluan pelebaran jalan menuju bandara. Hal ini pun membuat proses pembebasan tanah ke dihentikan. Selanjutnya, akan segera dicari jalur alternatif sebagai akses jalan utama masuk Bandara Jenderal Besar Soedirman.
Hal itu, terungkap dalam rapat koordinasi pengadaan tanah untuk pembangunan akses jalan utama Bandara Jenderal Besar Soedirman di Pendapa Kecamatan Bukateja, Senin (4/12). Enam warga yang menolak adalah Sutomo (Desa Tidu), Rojiah (Desa Tidu), Warsini (Desa Wirasaba), Warsem (Desa Wirasaba), Sumarjo (Desa Wirasaba), serta Partinem (Desa Wirasaba). Seluruhnya, merupakan warga Kecamatan Bukateja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Purbalingga Ir Setiyadi MSi mengatakan, rapat koordinasi tersebut merupakan pertemuan ataupun rapat terakhir terkait dengan persetujuan warga. Sehingga, jika ada satu saja warga yang tidak setuju, maka semua akan batal karena semuanya merupakan satu kesatuan.
Penghentian proses pembebasan tanah akses jalan utama masuk bandara dinyatakan dihentikan, dengan ditandai penandatanganan berita acara pemberhentian proses pembebasan tanah ruas Desa Tidu – Wirasaba. Penandatanganan dilakukan oleh seluruh warga terdampak, serta disaksikan oleh yang hadir.(min)
The post Pembangunan Akses Bandara JBS Terhambat appeared first on SatelitPost.
1 komentar:
bandarane pindah cilacap bae lah