PURBALINGGA, SATELITPOST–Pemkb Purbalingga terus menggencarkan program Gebyar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Indikator masyarakat hidup sehat di antaranya adalah tidak melakukan BAB sembarangan. Namun, sampai saat ini di wilayah Kabupaten Purbalingga masih terdapat sekitar 15 ribu rumah yang belum memiliki jamban.
Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM menyampaikan untuk tahun ini, Pemkab menargetkan bisa melakukan jambanisasi mencapai 5000 rumah. Jumlah tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya yakni 4444 rumah.
"Tahun lalu 4.444 rumah , tahun sekarang 5.000 rumah, masih ada sekitar 24% dari 69.000 total rumah di Purbalingga yang tidak punya jamban," kata Tasdi, saat pencanangan jambanisasi di Desa Penaruban, Sabtu (9/9).
Sedangkan untuk jumlah target tahun ini yang sebanyak 5000 rumah, pencapaian sudah pada angka 60 persen. Sedangkan sisa 40 persen, diyakini bisa selesai sampai akhir tahun 2017. "Untuk tahun ini sudah mencapai sekitar 60 persen, selesai di akhir tahun, bahkan dapat mencapai lebih dari 5000 rumah," katanya.
Lebih lanjut, Bupati berharap setiap wilayah puskesmas bisa mengikuti jejak prestasi yang dilakukan wilayah Puskesmas Kutawis, yaitu 100 persen Open Defecation Free (ODF). Karena, menurutnya dengan tingginya angka kesehatan masyarakat berkorelasi dengan angka indeks pembangunan manusia (IPM).
"Sekarang Kutawis, besok puskesmas yang lain sehingga Purbalingga 100 ODF segera terwujud, masyarakat lebih sehat dan meningkatkan IPM di Kabupaten Purbalingga, masyarakat sehat akan mempercepat kesejahteraan hidup dan pembangunan juga," kata dia.
Diketahui, Puskesmas Kutawis mendeklarasikan stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan). Berdasarkan data yang ada, puskesmas wilayah Kutawis ada 9.372 rumah, saat ini sudah 100 persen ODF (Open Defecation Free).
Kepala Puskesmas Kutawis, Dokter Candra mengatakan proses jambanisasi ODF telah dilakukan sejak tahun 2002. Dia apresiasi pada pemerintah, karena sekarang ada percepatan dan dukungan. Menurutnya, sebuah jamban bisa dikatakan ODF harus memiliki septictank-nya. "Kalau ada jambannya tapi pembuangannya masih mengarah ke sungai ya belum ODF," kata Candra. (aminbellet@gmail.com)
The post from SatelitPost.