Informasi Purbalingga Terkini dari berbagai sumber. [Support by Playstation-Net , Radar Banyumas, Satelit Post]

Pemkab Alokasikan Dana Rp 1 Miliar Renovasi Masjid Utsman bin Affan - Halo Purbalingga

Pemkab Alokasikan Dana Rp 1 Miliar Renovasi Masjid Utsman bin Affan
Oct 3rd 2017, 07:50, by Galih Yoga Priyambodo

Pemkab Purbalingga menganggarkan dana Rp 1 miliar untuk merenovasi Masjid Utsman Bin Affan yang ada di komplek Pasar Segamas.
"Tahun depan rencananya mulai dibangun dengan ukuran lebih besar dan luas. Jadi bisa menampung jemaah lebih banyak dan lebih nyaman," kata Bupati Tasdi, belum lama ini.
Lokasi masjid tersebut, dinilai sangat strategis. Karena berada dekat dengan jalan raya, pasar hewan, Polres, dan Terminal. Pengalokasian dana untuk merenovasi masjid kata dia, merupakan bentuk komitmen Pemkab merealisasikan visi dan misi mewujudkan masyarakat Purbalingga yang akhlakul karimah.
"Tempat-tempat strategis akan banyak orang berkumpul, melakukan aktifitasnya, dan tentunya membutuhkan tempat ibadah yang representatif," katanya.
Dia menambahkan, komitmen bersama wakil bupati mewujudkan visi misi tersebut tidak hanya sebatas pembangunan fisik saja. Namun juga diimbangi dengan kegiatan-kegiatan pengajian dan sinergi positif antara ulama dan umaroh.
"Kami minta para kyai dan ustaz menyampaikan tuntunan akidah agama yang tidak bertentangan dengan jiwa Pancasila dan ber-Bhineka Tunggal Ika. Saling menghormati dengan tidak saling menggurui yang akan menyebabkan perpecahan dalam agama itu sendiri," kata Tasdi. (min)

The post Pemkab Alokasikan Dana Rp 1 Miliar Renovasi Masjid Utsman bin Affan appeared first on SatelitPost.

Babi Hutan Ngamuk, 2 Warga Terluka - Halo Purbalingga

Babi Hutan Ngamuk, 2 Warga Terluka
Oct 2nd 2017, by Galih Yoga Priyambodo

Dua warga Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga mengalami luka-luka akibat diserang seekor babi hutan, Minggu (1/10). Masing-masing adalah Sukisno (49) warga Desa Bantarbarang dan Sutarno (50) warga Desa Losari. Selanjutnya, kedua korban tersebut dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Rembang AKP Ngatijan menyampaikan, seekor babi hutan berukuran besar mengamuk dan menyerang warga yang ada di kebun. Sukisno mengalami luka robek pada bagian paha kiri dan tangan kiri lecet. Sedangkan Sutarno mengalami luka di jari tangan kiri akibat serangan babi hutan tersebut. "Babi hutan itu berukuran besar, mengamuk ketika bertemu dengan dua warga di sebuah area perkebunan," kata Kapolsek, Minggu (1/10).
AKP Ngatijan menambahkan, karena babi hutan tersebut menyerang dengan brutal, kemudian ada warga yang melaporkan pada pihak kepolisian. Setelah mendapatkan laporan, ia menerjunkan anggota ke lokasi kejadian.
Sesampainya di dusun yang dimaksud, anggota Polsek Rembang bersama warga mencari keberadaan babi hutan tersebut. Setelah beberapa saat melakukan pencarian, akhirnya babi hutan dapat ditemukan di bawah rimbunan pohon Kapulaga. Polisi akhirnya menembak mati babi hutan itu, karena membahayakan warga lain.
“Petugas terpaksa menembak babi hutan tersebut karena dapat membahayakan warga. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban serangan babi hutan,” ujarnya.
Kapolsek mengimbau kepada warga Kecamatan Rembang agar waspada terhadap serangan babi hutan. Karena di awal musim hujan biasanya banyak babi hutan yang keluar untuk mencari makanan hingga ke perkebunan maupun tanah garapan warga.
"Mengingat musim seperti ini, biasanya babi keluar mencari makan bisa sampai perkebunan, jadi warga diimbau lebih waspada," kata Kapolsek. (min)

The post Babi Hutan Ngamuk, 2 Warga Terluka appeared first on SatelitPost.

Ribuan Anak Purbalingga Putus Sekolah - Halo Purbalingga

Ribuan Anak Purbalingga Putus Sekolah
Oct 2nd 2017,  by Galih Yoga Priyambodo

PURBALINGGA, SATELITPOST-Program wajib belajar sembilan tahun, dirasa belum sepenuhnya terlaksana di Kabupaten Purbalingga. Hal tersebut didasarkan pada masih tingginya jumlah Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (AUSTS). Baik jenjang pendidikan dasar hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengakui hal tersebut. Berdasarkan data yang ada, AUSTS tingkat SD di Purbalingga mencapai dua ribu anak dan SMP lima ribu anak.
Karena itu kata dia, diperlukan peran dan sinergitas antar elemen untuk peningkatan pembangunan pada bidang pendidikan.
"Kalau mau pendidikan maju, diperlukan partisipasi semua pihak termasuk peran masyarakat," kata Tiwi, saat mengukuhkan Dewan Pendidikan masa bakti 2017-2022 di Gedung Ardilawet, Sabtu (30/9).
Dibentuknya Dewan Pendidikan diharapkan bisa mewadahi peran dan aspirasi masyarakat. Hal tersebut sekaligus menjadi dukungan moral agar pendidikan yang berkualitas bisa dirasakan semua lapisan masyarakat.
"Dewan pendidikan punya peran dalam memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan, tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan agar mutunya semakin baik. Itu sejalan dengan visi misi Purbalingga yang mandiri dan berdaya saing, menuju masyarakat yang berakhlak mulia," katanya.
Dewan Pendidikan Purbalingga beranggota 11 orang terdiri dari berbagai unsur masyarakat. Trisnanto Si Hutomo dipercaya sebagai ketua, kemudian wakil 1 dan 2 masing-masing adalah Akhmad Khotib, dan Sumoyo.
Pilar Imam Perkasa menjabat sebagai sekretraris yang didukung oleh tujuh anggota, yakni Anas Sumarjo, Hendar Mulyono, Fauzan Anwar, Supriyanto, Basyir Fadluloh, Siswojo dan Achmad Musodik. (min)
The post Ribuan Anak Purbalingga Putus Sekolah appeared first on SatelitPost.

Lima Seni Tradisional Purbalingga Nyaris Punah

Lima Seni Tradisional Purbalingga Nyaris Punah


Pemerintah daerah sedang berupaya merevitalisasi kesenian tradisional yang dianggap berada di ambang kepunahan.
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga, Sri Kuncoro mengatakan, sedikitnya ada lima kesenian tradisional Purbalingga yang dinyatakan hampir punah, yakni Manongan, Ujungan, Angguk, Dames, dan Braen.
“Sejauh ini sebetulnya kami masih terus lakukan pendataan, pendokumentasian, sambil merevitalisasinya,” kata Sri Kuncoro, kemarin (29/9).
Sepanjang tahun ini, sudah empat kesenian yang proses revitalisasi dimulai, yakni kesenian Manongan, Ujungan, Angguk, dan Dames. Untuk memperkenalkannya, dinas beberapa kali menggelar panggung apresiasi seni di beberapa kecamatan. Bahkan, beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di tingkat provinsi.
“Kesenian ini sudah jarang sekali dilihat dan didengar. Ada yang terpaksa dilakukan modifikasi supaya lebih menarik dan lebih bisa dinikmati generasi sekarang. Ternyata setelah dipoles, justru bisa tampil di provinsi dan diapresiasi lebih luas lagi,” katanya.
Sri Kuncoro mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat kesenian tradisional Purbalingga ini makin ditinggalkan.
“Regenerasinya tidak berjalan karena generasi muda sekarang lebih suka budaya dan kesenian asing. Tidak sedikit juga yang menilai, kesenian tradisional kurang menarik dan tidak mengikuti zaman,” katanya.
Namun demikian, Sri Kuncoro cukup optimistis terhadap kelestarian kesenian tradisional tersebut dengan banyaknya kelompok-kelompok kesenian daerah.
“Positifnya Purbalingga punya 307 grup kesenian, mulai dari karawitan, kuda kepang, dan wayang kulit yang aktif di sanggar-sanggar,” katanya. (cr)
The post Lima Seni Tradisional Purbalingga Nyaris Punah appeared first on SatelitPost.

Malam Ini Grand Final Pemilihan Kakang-Mbekayu Purbalingga

Malam Ini Grand Final Pemilihan Kakang-Mbekayu Purbalingga

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, para peserta pemilihan Kakang-Mbekayu Duta Wisata Purbalingga tahun 2017, tidak menjalani karantina. Seluruh peserta penjaringan, tetap pulang ke rumah masing-masing.
"Tahun ini peserta tidak dikarantina, karena keterbatasan dana," kata Kepala Dinporapar Purbalingga, Imam Hadi, kemarin (29/9).
Awalnya ajang tahunan ini diikuti 72 peserta, terdiri dari 39 calon kakang dan 33 peserta calon mbekayu Purbalingga. Setelah melewati serangkaian seleksi dan tahapan, hanya tersisa 40 peserta.
Selanjutnya, masing-masing peserta diwajibkan membuat makalah tentang wisata di Purbalingga yang tujuannya untuk mengetahui wawasan para peserta.
"Hari ini (kemarin, red) pemaparan oleh peserta. Karena akan menjadi duta wisata, mereka wajib menguasai destinasi dan apa saja potensi wisata di Purbalingga," katanya.
Menurut Imam, dari 40 peserta tersebu nanti akan kembali disaring menjadi 20 peserta terdiri dari 10 putra dan 10 puteri. Selanjutnya, pada babak final 10 pasangan finalis itu bakal tampil di panggung dalam konsep parade.
“Pada tahap ini akan dipilih enam peserta, untuk langsung dilakukan interview. Dalam sesi ini nanti akan diketahui kemampuan berbahasa, baik Indonesia maupun bahasa asing,” ujarnya.
Acara grand final pemilihan Kakang-Mbekayu Duta Wisata Purbalingga 2017 akan dilaksanakan di Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong), Sabtu (30/9) malam.(aminbellet@gmail.com)
The post Malam Ini Grand Final Pemilihan Kakang-Mbekayu Purbalingga appeared first on SatelitPost.

Pembonceng Meninggal Akibat Tak Pakai Helm - Halo Purbalingga

Pembonceng Meninggal Akibat Tak Pakai Helm


Mengalami luka serius pada bagian kepala, nyawa seorang pembonceng sepeda motor di Kelurahan Bojong, melayang. Kejadian itu terjadi karena sepeda motor Honda Revo bernomor polisi R4363YC yang ditumpangi korban Fika Wanda Anggraeni (26) warga Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, bersama Khusnul Indrianingsih (16) warga Desa Karangcengis, menyeruduk angkot di ruas Purbalingga-Bukateja, Kamis (28/9) petang.
Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP Sukarwan melalui Kanit Laka Iptu Manggala Agung Sri Mahardjo mengatakan, diduga angkot bernopol R-1113-CC yang dikemudikan Suratno, warga Desa Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon itu, berhenti mendadak. Sehingga, pemotor yang berboncengan dengan korban tak sempat menghindar lagi.
“Karena tidak mengenakan helm, si pembonceng mengalami luka serius di bagian kepala. Nyawanya tidak tertolong saat dibawa ke rumah sakit," katanya, kemarin (29/9).
Lebih lanjut diceritakan, dua kendaraan tersebut melaju searah dari arah barat menuju ke timur. Angkot yang hendak menurunkan penumpangnya itu, menepi dan berhenti mendadak. Karena tidak siap dan jarak yang sangat dekat, sepeda motor yang ada di belakangnya tak sempat mengerem dan akhirnya menabrak bagian belakang angkot.
Selanjutnya, baik pengendara maupun pembonceng jatuh terpental. Keduanya mengalami luka yang cukup parah dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga di sekitar lokasi kejadian.
"Pembonceng ini mengalami patah tulang leher, pipi kanan robek, bahu kanan robek, dan kaki kanan lecet. Sedangkan pengendara motornya, cedera pada bahunya," ujarnya.
Atas kejadian tersebut AKP Sukarwan mengimbau kepada para orangtua, hendaknya lebih peduli lagi pada keselamatan putra-puterinya. Terlebih jika masih di bawah umur dan belum memiliki SIM, hendaknya tidak dizinkan untuk mengendarai kendaraan bermotor.
“Pengendara sepeda motor ini masih di bawah umur dan belum memiliki SIM. Satu pelajaran penting, jika berkendara pastikan untuk mengenakan helm, karena itu bisa meminimalisir cedera jika mengalami kecelakaan,” katanya. (min)
The post Pembonceng Meninggal Akibat Tak Pakai Helm appeared first on SatelitPost.