Informasi Purbalingga Terkini dari berbagai sumber. [Support by Playstation-Net , Radar Banyumas, Satelit Post]

Arsip

Proyek Akses Bandara Terkendala Lahan - Halo Purbalingga

Proyek Akses Bandara Terkendala Lahan

– Belum Ada Kesepakatan Pembebasan Lahan
“Harga belum sesuai dengan harga pasaran tanah di sini, dan warga belum sepakat – Kepala Desa Tidu, Sodikun

Pembangunan jalan akses menuju lokasi Bandara Jenderal Besar Soedirman (BJBS), tidak semulus yang direncanakan. Desain awal, Pemkab Purbalingga akan membangun jalan baru untuk menuju bandara, melalui wilayah Desa Tidu. Namun, warga Tidu tidak sepakat dengan harga tukar guling lahan yang ditawarkan pemerintah.
Kepala Desa Tidu, Sodikun menyampaikan, rencana awal memang akan dibuat jalan baru melalui Tidu kurang lebih sepanjang 350 meter dengan lebar 20 meter.
Menurut dia, lahan sepanjang itu merupakan kebun termasuk dua unit rumah warga. Ada tiga kategori harga yang ditawarkan, mulai dari Rp 7 juta per ubin (14,0625 (3,75 × 3,75) meter persegi) untuk lahan yang di pinggir jalan raya.
Kemudian yang sisi selatan Rp 5 juta per ubin, dan lahan persawahan sekitar Rp 2 juta per ubin.
“Harga belum sesuai dengan harga pasaran tanah di sini, dan warga belum sepakat,” kata Sodikun, Kamis (28/9).
Berdasarkan keinginan warga desanya, kata Sodikun, pemerintah minimal membayar Rp 10 juta per ubin untuk lahan yang dekat dengan jalan raya. Sedangkan yang di ujung selatan dihargai sekitar Rp 4 juta per ubin.
“Harga itu sepengetahuan kami tidak disanggupi petugas pelaksana, dalam hal ini adalah DPU PR. Kami (Pemdes,red) kapasitasnya hanya sebagai mediator, dan sejauh ini belum ada perkembangannya,” kata dia.
Sodikun menyadari, adanya akses ke bandara melalui Desa Tidu menjadi peluang untuk kemajuan desa. Namun, Pemdes tidak bisa berbuat lebih jika memang pemilik lahan tidak berkenan menjualnya.
“Di sini sudah seliweran omongan, bahwa kelak Desa Tidu akan menjadi kota ketika sudah ada bandara,” ujarnya.
Pembuatan akses jalan menuju lokasi tempat akan dibangunnya bandara, saat ini sudah mulai dilakukan. Karena masih terjadi penolakan waraga Desa Tidu, maka pembangunan dimulai dari wilayah Desa Wirasaba.
Kepala Bidang Bina Marga dan Jembatan pada DPU PR Purbalingga, Nugroho menyampaikan rencana awal memang akan dibuat jalan mulai dari Jalan raya Tidu. Karena belum ada kesepakatan harga, pembangunan terpaksa dimulai dari tengah yang termasuk wilayah Wirasaba.
Terapkan Rencana Kedua
Nugroho mengatakan, sebetulnya pemerintah sudah menyiapkan dua rencana pembuatan akses jalan. Pilihan pertama melalui Desa Tidu, karena perhitungannya dengan jalan lurus itu lebih mudah dan lebih pendek.
Tetapi, jika tidak bisa terealisasi terpaksa diterapkan rencana kedua, melalui jalan desa di Wirasaba.
“Jalan yang menuju kantor Desa Wirasaba, diteruskan belok ke kanan. Bukan membuat jalan baru, tetapi hanya pelebaran jalan desa yang sudah ada,” ujar Nugroho.
Saat ini kata dia, baru dibangun pembuatan jalan sepanjang 550 meter dari perkebunan sampai mendekati lokasi calon bandara. Jika nantinya direalisasikan menggunakan jalan di depan Kantor Desa Wirasaba, kemungkinan jalur masuk dan keluar bandara akan berbeda.
Proyek pembuatan jalan di wilayah Wirasaba, bakal dilaksanakan selama 120 hari dan perawatan 180 hari kerja. Nilai proyek tersebut mencapai Rp 6,5 miliar lebih, berasal dari bantuan gubernur.
“Targetnya pembangunan bisa selesai Desember nanti. Tapi belum beton,” kata pelaksana kegiatan lapangan, Supeno. (aminbellet@gmail.co.id)
The post Proyek Akses Bandara Terkendala Lahan appeared first on SatelitPost.

Nekat! Herman Cekik Anggota Polisi di Polres - Halo Purbalingga

Nekat! Herman Cekik Anggota Polisi di Polres

PURBALINGGA – Suasana mendadak ramai di Mako Satuan Lalulintas Polres Purbalingga, Kamis (28/9). Salah satu anggota Satlantas Bripka Sokhimun, mendadak diserang orang tak dikenal saat berada di ruang penjagaan. Siang itu, tiba-tiba datang seseorang sambil mengamuk dan berusaha mencekik anggota polisi. Mendapat serangan tersebut, dia berusaha mempertahankan diri dari serangan pelaku. Dibantu Brigadir Aziz, akhirnya []

Bawa Mi 4 Ton, Truk Terguling

Bawa Mi 4 Ton, Truk Terguling


Diduga akibat muatan berlebih, sebuah truk dengan nopol  G 1572 TU terguling di area SPBU Padamara, Selasa (26/9). Truk yang dikemudikan Erik (35) itu terguling saat hendak melakukan isi bahan bakar. Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan tersebut, namun beberapa bagian truk mengalami kerusakan.
Menurut keterangan sopir, truk tersebut membawa mi soun dengan bobot sekitar 4 ton. Rencananya, mi yang diambil di wilayah Purwokerto akan dikirim ke area Pekalongan. Saat di Padamara, maksudnya hendak mengisi bahan bakar di SPBU. Namun, saat hendak masuk area SPBU, truk terguling.
“Niat saya mau mengisi bahan bakar, pas naik ke lokasi SPBU dari jalan raya cukup tinggi, truk saya tidak kuat kemudian mundur lagi terus saya rem dan membuat keseimbangan truk tidak stabil sehingga terguling,” kata Erik.
Dalam truk tersebut, Erik bersama dengan satu orang kernet. Beruntung mereka hanya mengalami benturan sedikit dan tidak mengalami luka yang berarti. Namun, truk tersebut mengalami kerusakan akibat jatuh.
Peristiwa tersebut sempat menjadikan arus lalu lintas menjadi tersendat karena posisi truk terguling di badan jalan. Selain itu, bahan bakar dari truk juga berceceran yang membuat jalanan licin.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Banyumas Sukarwan melalui Kapolsek Padamara AKP Jadiman SSos menyampaikan, diduga kecelakaan tersebut disebabkan karena beban muatan yang berlebih. Sehingga, mengalami kesulitan saat masuk ke area SPBU dari jalan aspal.
"Begitu mendapatkan laporan kami langsung menurunkan anggota. Setelah dilakukan pendataan, diduga kecelakaan itu karena truk bermuatan lebih, jadi tidak bisa seimbang," katanya.
Dia menambahkan, meskipun kendaraan besar, namun tetap saja ada batas jumlah muatan. Kelebihan muatan itu bisa dikenakan sanksi, karena bisa membahayakan pengguna jalan lainnya.
"Yang tidak layak atau tidak tertib, melakukan muatan lebih akan kami bina dan kami tindak sesuai dengan aturan yang ada. Itu sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas khususnya kendaraan besar dan bermuatan," katanya. (min)

The post Bawa Mi 4 Ton, Truk Terguling appeared first on SatelitPost.

Tasdi Tak Puas Pembangunan Kantor 

Tasdi Tak Puas Pembangunan Kantor 


Beberapa item pekerjaan pada proyek pembangunan kantor Kecamatan Purbalingga Kota akan rancang ulang. Pasalnya, para proyek tersebut genteng yang sudah terbeli, direncanakan akan diganti. Hal tersebut menyusul kekecewaan Bupati Tasdi yang merasa perencanaan pembangunan proyek kurang matang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ir Setiyadi, MSi mengatakan, pada perencanaan awal memang menggunakan genteng tanah. Hal itu dilakukan karena menyesuaikan anggaran yang tersedia. Namun, dengan permintaan Bupati maka perencanaan akan diubah, tetapi nantinya ada beberapa item pekerjaan yang bisa ditunda. Karena anggaran dialihkan untuk membeli genteng keramik.
"Atas permintaan Bupati untuk mengganti genteng tanah dengan genteng keramik akan ditindaklanjuti. Jadi, ada item yang akan diubah, misalnya anggaran paving bisa dialihkan dulu, dan paving halaman kecamatan diteruskan pada tahun anggaran 2018," kata Setiyadi, Selasa (26/9).
Saat melakukan peninjauan proyek kantor kecamatan kota, Bupati Tasdi mengaku kecewa dengan pelaksanaan pembangunan kantor kecamatan Purbalingga Kota. Selain karena keramik tanah liat, yang dinilai kurang bagus, dia juga mendapati pengerjaan cor yang terkesan asal-asalan.
Pada gedung yang dibangun di Jalan Cahyana Baru Penambongan, Tasdi mendapati cor-coran penyangga tiang besi atap tidak utuh. Sehingga tiang tersebut harus disambung, jadi cor semen tersebut terkesan kurang matang dalam perencanaan.
"Terus terang saya kecewa dengan progres pembangunan kantor Kecamatan Purbalingga Kota. Terkesan perencanaannya kurang matang. Saya meminta bangunan-bangunan baru yang difavoritkan dibangun dengan kualitas bahan bangunan yang lebih baik. Untuk genteng, misalnya, saya sejak awal meminta untuk dibuat genteng keramik, bukan genteng tanah liat. Genteng ini kurang bagus, mana banyak yang tompel," kata Tasdi.
Diketahui, proyek pembangunan kantor kecamatan Purbalingga kota direncanakan menelan anggaran Rp 4 miliar. Jangka waktu penyelesaian 120 hari kalender yang dimulai tanggal 8 Agustus 2017. Pekerjaan konstruksi digarap oleh PT Adhimukti Wira Kencana, dan konsultan Pengawas CV Cakrawangsa Konsulindo.
Tasdi mengharapkan, bangunan yang difavoritkan bisa dikerjakan, dengan biaya besar  bisa memberikan hasil yang bagus. Beberapa proyek yang saat dini sedang dikerjakan antara lain gedung SMPN 3 Purbalingga, Lingkungan Industri Kecil (LIK), keduanya di wilayah Kelurahan Purbalingga Lor. Kemudian Puskesmas Karangjambu, PDAM, kantor kecamatan Rembang, dan kantor kecamatan kota. "Saya meminta bangunan yang dibangun era sekarang, kualitasnya bagus sekalian sehingga bisa tahan lama. Jika di rencana awal menggunakan genteng tanah, maka saya minta untuk diganti," kata Tasdi.
Dalam tinjuannya kemarin, Bupati meminta agar pelaksana proyek untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan. Sehingga pengerjaan proyek harus bisa dipercepat, mengingat efisiensi waktu dan biaya. "Jangan ada alasan, pembangunannya terlambat karena hujan. Cuaca harus sudah diperhitungkan matang," kata Tasdi. (aminbellet@gmail.com)
The post Tasdi Tak Puas Pembangunan Kantor  appeared first on SatelitPost.

Oktober, Target Median dan Trotoar Jalan Jensoed, Rekanan Minta Perpanjangan

Oktober, Target Median dan Trotoar Jalan Jensoed, Rekanan Minta Perpanjangan

PURBALINGGA – Proyek pembuatan median jalan dan trotoar di Jalan Jenderal Soedirman Purbalingga, belum juga selesai. Hal ini membuat arus kendaraan tersendat. Selain jalan menjadi sempit, adanya material jalan membuat hanya satu sisi yang bisa dilalui. Andri Winarno, salah satu warga mengatakan, adanya pekerjaan jalan membuat arus kendaraan tersendat terutama saat jam kerja. Begitu juga []

Purbalingga Makin Dilirik Investor - Kabar Purbalingga

Purbalingga Makin Dilirik Investor


Rencana dibukanya Bandara Jenderal Besar Soedirman (BJBS), dipastikan bakal menjadi daya tarik baru Purbalingga bagi banyak investor.
"Ada peluang investasi dengan hadirnya bandara karena geliat ekonomi akan semakin pesat. Keberadaan Bandara menjadi daya tarik pengusaha untuk menanamkan investasi di Purbalingga," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP),  Jarot Sopan Riyadi, saat  acara Business Gathering 2 di  Andrawina Convention Centre, Owabong, Bojongsari, Rabu (27/9).
Pernyataan tersebut didukung Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Purbalingga, Kusmartadi. Dia mengatakan, BJBS akan menjadi gerbang emas meningkatnya perekonomian, karena akses dari wilayah eks-Karesidenan Banyumas ke kota lain juga semakin cepat dan mudah.
"Industri dan perdagangan bakal makin berkembang, kunjungan wisata dan lapangan kerja bakal bertambah. Selain itu, pergerakan orang dan barang akan meningkat sehingga mendongkrak volume perdagangan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Perencanaan Ruang (DPU-PR), Setyadi mengatakan, dalam tiga tahun belakangan terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah bagian Barat dengan pertumbuhan mencapi 5,73 persen per tahun.
“Ini lebih tinggi dibandingkan tingkat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara keseluruhan yang hanya 5,42 persen,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Tasdi mengatakan, Purbalingga merupakan kabupaten yang pro investasi. Sebab, adanya investor dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.
PT Kokoria, sebuah perusahaan asal Korea Selatan sudah mengincar investasi baru di Purbalingga. Mereka menyatakan siap menggelontorkan dana hingga Rp 97,5 miliar untuk membangun resort di Kawasan Desa Wisata Serang, Kecamatan Karangreja. (min)

The post Purbalingga Makin Dilirik Investor appeared first on SatelitPost.

Ban Motor Digembosi, Wajib Buat Surat Pernyataan - Halo Purbalingga

Ban Motor Digembosi, Wajib Buat Surat Pernyataan

Upaya Polsek Bukateja Terkait Siswa SMP yang Nekat Bawa Motor Jajaran Polsek Bukateja prihatin dengan banyaknya siswa SMP yang mengendarai sepeda motor ke sekolah. Untuk itu, polisi melakukan tindakan khusus agar ada efek jera. KEMPIS BAN: Jajaran Polsek Bukateja menertibkan sepeda motor milik siswa SMPN di Kutawis, Selasa (26/9). (AMARULLAH NURCAHYO/RADARMAS) AMARULLAH NURCAHYO, Purbalingga Memasuki []

Untuk Cek Kondisi Tabung Gas Elpiji, Agen Diminta Sediakan Baskom - Halo Purbalingga

Untuk Cek Kondisi Tabung Gas Elpiji, Agen Diminta Sediakan Baskom

Para pemilik agen dan pangkalan elpiji diminta memberikan pelayanan  yang prima. Satu di antara indikatornya adalah menyediakan timbangan dan baskom air untuk mengecek kondisi tabung gas yang hendak dibeli konsumen. Sehingga masyarakat bisa benar-benar puas dalam menikmati manfaat gas elpiji.
Koordinator Hiswan Migas Purbalingga, Hendi mengatakan, fasilitas tersebut disediakan agar masyarakat bisa membuktikan tabung yang akan dibelinya. Sehingga, jika memang ada yang tidak beres bisa langsung diketahui di lokasi.
“Harus ada itu, timbangan dan baskom air, serta alat pemadam ringan (apar, red) dan tidak cuma disediakan saja, tapi juga ditawarkan untuk dicek langsung sebelum dibawa pulang, sehingga ketika ada kekurangan atau tidak beres bisa langsung ditukar,” kata Hendi, Minggu (17/9).
Pada tabung elpiji 3 kg, tabung  memiliki berat sekitar 5 kg, sehingga jika tabung dalam kondisi penuh, berat total 8 kg. Jika memang bobotnya kurang dari itu, masyarakat sangat berhak untuk tidak membelinya. Selain itu, pengecekan juga dilakukan untuk mengetahui kondisi tabung bocor atau tidak.
“Bobot tabung kosong itu 5 kg, jika tabung isi penuh berarti beratnya 8 kg, jadi kalau tidak dicek atau karena ilmu kira-kira, karena cepat habis, itu namanya klaim sepihak,” ujarnya.
Hendi menyampaikan, untuk mengetahui kondisi berat, satu-satunya cara memang harus ditimbang. Namun, biasanya masyarakat itu melihat dari indikator jarum regulator. Padahal jarum tersebut merupakan kondisi tekanan di suatu tempat. “Jarum itu bukan isi tabung, tapi tekanan gas. Kalau kondisi dingin jarum pasti akan mengarah ke kiri, begitu sebaliknya jika kondisi hangat,” ujarnya.
Selain itu, terkait penggunaan elpiji 3k g yang dimanfaatkan oleh para peternak ayam, Hiswana tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, bagian itu lebih menjadi kewenangan pemerintah melalui dinas terkait.  “Itu lebih menjadi kewenangan dinas, bagaimana untuk pengawasannya,” kata Hendi.
Sementara itu, terkait hal tersebut kabar kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram yang dimungkinkan karena digunakan peternakan ayam, Dinas tidak menampik. Namun dinas hanya bisa melakukan teguran dan peringatan serta jika sudah parah bisa mengusulkan agar izin pengecer dicabut jika terbukti mendominasi ke peternakan ayam.
"Ada informasi seperti itu (digunakan peternakan ayam,red) meski tidak semua melakukan hal itu. Jelas kegiatan ini tidak boleh, karena subsidi. Kami akan segera mengecek lagi dan sanksinya justru kepada penjualnya," kata Kabid Perdagangan Dinperidag Purbalingga, Johan Arifin.
Melihat kondisi ini, pihaknya tidak bisa serta-merta menyalahkan pengusaha ayam, karena ini juga menyangkut kelangsungan peternakan mereka. "Yang dilakukan yaitu melakukan pengawasan agar distribusi dan peruntukan elpiji 3 kilo tidak jor-joran ke luar dari ketentuan. Tujuannya agar pemenuhan kebutuhan elpiji bagi yang berhak tetap tersedia," ujarnya. (aminbellet@gmail.com)

The post from SatelitPost.

Jembatan Cinta Bakal Tambah Wahana - Halo Purbalingga

Jembatan Cinta Bakal Tambah Wahana


Jembatan Cinta Panusupan merupakan satu destinasi wisata yang cukup terkenal di Kabupaten Purbalingga. Wisata buatan yang berada di Desa Panusupan, Kecamatan Karangmocol ini terus berinovasi. Dalam waktu dekat, pengelola berencana akan melakukan penambahan wahana untuk memanjakan pengunjung.
Manajer Objek Wisata Jembatan Cinta, Ahmad Wahidin mengatakan sebagai destinasi wisata buatan, pengelolanya harus terus berpikir untuk melakukan inovasi. Penambahan-penambahan wahana baru bisa menjadi daya tarik para pengunjung. Sehingga, wisatawan bisa memiliki keinginan untuk kembali datang.
"Rencananya kami akan bangun gasebo dan perluasan taman, gasebo ini nantinya bermanfaat untuk pengujung bersantai sambil menikmati pemandangan yang disuguhkan," katanya, Sabtu (16/9).
Selain gasebo, nantinya lahan di bagian utara juga akan dipergunakan untuk perluasan taman. Sehingga menyediakan lebih banyak lagi tempat untuk pengunjung berswafoto. "Di bagian utara itu akan dibuat taman lagi, jadi pengunjung bisa lebih banyak pilihan spot untuk berfoto," ujarnya.
Saat ini rencana pembenahan tersebut sudah mulai dilakukan oleh pengelola. Karena, target dari pengembangan ini adalah untuk menyambut momen liburan Natal dan tahun baru. Pengelola sudah mulai merapikan tempat yang akan dibangun gasebo dan taman.
"Kami usahakan untuk minimal 3 bulan sekali ada pengembangan, spot baru. Untuk yang ini, menyambut momen liburan Natal dan tahun baru. Karena untuk penambahan wahana, setidaknya kita harus siapkan sejak tiga bulan sebelum hari H. Sehingga, kondisi sudah siap dan ada waktu untuk melakukan promosi," kata Pendamping wisata, Sotirin Rinto.
Saat ini, di wisata Jembatan Cinta sudah tersebut  tersedia berbagai wahana, mulai dari jembatan cinta pring wulung, terapi ikan, serta taman bunga lengkap dengan kursi-kursinya. Diharapkan dengan adanya penambahan wahana, bisa meningkatkan kunjungan wisatawan di Jembatan Cinta Panusupan.
"Kami ajarkan kepada seluruh pengelola di sini untuk memberikan pelayanan yang baik. Hal kecil yang bisa memberikan manfaat besar adalah menawarkan untuk memotretkan pengujung. Biasanya kan pengunjung malu untuk minta tolong, kita tawarkan diri untuk memotretkan," kata Rinto. (min)
The post from SatelitPost.

Pemuda Panican Nekat Jual Motor Tetangga untuk Beli HP - Kabar Purbalingga

Pemuda Panican Nekat Jual Motor Tetangga untuk Beli HP


Karena ingin memiliki handphone, seorang pemuda di Panican, Kemangkon, nekat menjual sepeda motor milik tetangganya. Pemuda berusia 18 tahun berinisial TJA itu, menjual sepeda motor Jupiter Z bernopol R 4211 FM milik Naziyah (57) seharga Rp 2 juta. Atas perbuatannya ini, TJA kini harus berurusan dengan polisi.
Kapolsek Kemangkon AKP Siswanto SIP mengatakan, awalnya pelaku meminjam sepeda motor miliknya melalui cucu korban, Jakaria (18). Saat itu, pelaku beralasan membutuhkan kendaraan untuk mengantar kekasihnya kerja di wilayah Sokaraja. Namun, sampai beberapa hari motor itu tidak kunjung dikembalikan. Bahkan, saat dicari oleh keluarga korban, pelaku tidak ada di rumahnya.
“Kamis (14/9) malam, bilangnya pinjam untuk antar pacar ke Sokaraja. Tapi ternyata sampai berhari-hari tidak dikembalikan dan pelaku tidak bisa dihubungi,” kata AKP Siswanto, kemarin (Senin (18/9).
Korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kemangkon. Warga setempat juga berusaha mencari informasi keberadaan pelaku. Hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan warga saat pulang ke rumahnya, Minggu (17/9).
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah menjual sepeda motor yang dipinjamnya seharga Rp 2 juta. Uang hasil penjualannya digunakannya untuk membeli handphone blackberry.
"Tersangka juga menggunakan uangnya untuk membeli baju, makanan, dan tiket bus untuk kabur ke Bekasi,” ujarnya.
Saat ini, pelaku masih ditahan di sel tahanan Mapolsek Kemangkon untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif. Atas perbuatannya itu, pelaku diancam Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. (min)

The post from SatelitPost.

Kades Meninggal Manduraga Gelar Pilkades Antar Waktu - Kabar Purbalingga

Kades Meninggal Manduraga Gelar Pilkades Antar Waktu

Hardizon resmi menjabat kepala Desa Manduraga, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga. Hardizon merupakan kades terpilih melalui proses Pilkades Pengantian Antar Waktu (PAW).
“Kades harus bisa bersinergi dengan perangkatnya, Pemdes juga harus bisa berjalan beriringan dengan lembaga yang ada di desa. Saat ini desa mendapatkan uang yang besar, dalam memanfaatkannya harus hati-hati dan sesuai peraturan yang berlaku," kata Bupati Tasdi, usai sumpah jabatan dan pelantikan di Balai Desa Manduraga, Senin (18/9).
Seusai dilantik, Hardizon mengaku siap menjalankan tugas dan kewajibannya.
“Tentunya dalam menjalankan tugas pemerintahan, kami akan koordinasi dengan perangkat desa, dan elemen lain di masyrakat," kata dia.
Hardizon mengaku belum memiliki program khusus dalam memimpin Desa Manduraga. Tetapi dia menjanjikan bakal ada inovasi.
“Sementara ini kami melanjutkan dan melaksanakan dulu program yang sudah berjalan," ujarnya.
Hardizon terpilih sebagai Kades menggantikan Pj Kades Widodo Panca Nugraha yang terlebih dahulu mengisi kekosongan jabatan tersebut. Pemdes Manduraga menggelar Musdes Pilkades PAW, Sabtu (9/9) lalu. Pilkades itu digelar untuk memilih kades baru menggantikan kades lama yang meninggal yang masa jabatannya seharusnya baru habis pada 2018 mendatang.
Dalam Musdes Pilkades PAW itu, ada dua calon yakni Hardizon dan Hari Saptono. Hardizon merupakan calon kades yang ikut dalam pilkades sebelumnya dan menempati urutan kedua dalam perolehan suara. Sedangkan Hari Saptono sebelumnya tidak ikut Pilkades.
Berbeda dengan Pilkades pada umumnya yang pemilihnya seluruh warga desa, Pilkades PAW hanya diikuti perwakilan warga yang duduk di lembaga desa.
Pemilihnya adalah anggota BPD, perangkat desa, KPMD, RW, RT, PKK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda Desa Manduraga. Perwakilan warga secara aklamasi memilih Hardizon sebagai Kepala Desa Manduraga. (min)

The post Kades Meninggal Manduraga Gelar Pilkades Antar Waktu appeared first on SatelitPost.

Truk Semen Glundung Hajar Delapan Kendaraan - Kabar Purbalingga

Truk Semen Glundung Hajar Delapan Kendaraan

Kecelakaan beruntun melibatkan delapan kendaraan, terjadi di Jalan Brigjen Soewondo, Kecamatan Bobotsari, Jumat (15/9).
Truk tronton pengangkut semen yang mengalami putus rem tangan itu, menghantam beberapa sepeda motor, dua mobil, dan satu truk engkel. Beruntung, tidak ada korban jiwa pada peristiwa ‘Jumat maut’ tersebut.
Restiono (32) warga Bojong yang kebetulan berada di sekitar lokasi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Truk semen dalam posisi berhenti, karena sedang bongkar muatan di Toko Material.
“Mesinnya sudah mati, tapi tiba-tiba glundung jalan sendiri. Saat itu ada beberapa kendaraan di depannya yang tertabrak secara beruntun," katanya.
Kapolsek Bobotsari, AKP Ridju Isdianto membenarkan, posisi truk bernopol E 9902 AB itu sedang parkir di depan Toko Bangunan Lancar. Saat itu, truk sedang ditinggal pengemudinya, Tri Gonggo Waluyo (37), warga Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.
“Pengemudinya sudah menarik rem tangan, tapi tiba-tiba jalan sendiri tanpa kendali dan menabrak sejumlah kendaraan yang terparkir di depannya. Mungkin karena tidak kuat menahan beban, apalagi kondisi jalan menurun,” katanya.
Karena tidak bisa tertahan, truk bermuatan semen itu menerabas dua angkutan desa, dan empat sepeda motor yang sedang parkir. Laju truk tronton baru terhenti setelah menabrak truk engkel, dan terdorong ke tembok gudang toko material.
Oli mesin dari truk tronton yang bercucuran di badan jalan, juga membuat sejumlah pengendara yang melintas terjatuh.
Sopir truk, Tri Gonggo akhirnya diamankan unit laka Polres Purbalingga. Polisi masih mendalami peristiwa tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum bisa diperkirakan kerugian yang disebabkan.(min)

The post Truk Semen Glundung Hajar Delapan Kendaraan appeared first on SatelitPost.

Pemakaman AZ Dijaga Ketat Kepolisian - Kabar Purbalingga

Pemakaman AZ Dijaga Ketat Kepolisian

Jenazah lelaki berinisial AZ, satu di antara pelaku pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Husni Zakarsih (57) dan Zakiyah Husni (42) warga Jakarta, dimakamkan di kampung kelahirannya, Bobotsari, Jumat (15/9). Prosesi pemakaman di pemakaman umum Desa Dagan mendapatkan perjagaan ketat dari aparat kepolisian Polres Purbalingga.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kericuhan. Sebab, sebelumnya rumor yang berkembang, warga menolak jenazah AZ dimakamkan di tempat tersebut.  “Atas persetujuan keluarga akhirnya jenazah almarhum dimakamkan di Dagan,” kata Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP T Sapto Nugroho, Jumat (15/9).
Jenazah pelaku dibawa dari RS Bhayangkara Semarang, menggunakan mobil ambulans milik Polda Jateng Kamis (14/9) malam. Sampai di Bobotsari Purbalingga sekitar pukul 07.00 WIB. Tidak berselang lama langsung dilakukan proses pemakaman. “Tidak ada masalah, semua lancar. Anggota melakukan penjagaan hanya sebagai antisipasi,” ujarnya.
Kepala Dusun V, Desa Dagan, Sukman Ibrahim, mengatakan AZ memang kelahiran Dagan, Bobotsari. Namun secara administrasi sudah menjadi warga Jakarta. Namun, setiap tahunnya masih pulang ke Bobotsari. Karena di desa tersebut masih ada kakak kandungnya.
"Dia memang sudah lama merantau. Sekitar umur 13 tahun, atau setelah dia lulus SD, merantau ke ibu kota. Diketahui juga kalau dia memang bekerja dengan Husni, Bosnya juga pernah menyumbang di  masjid sini (Dagan, red)” kata Sukman.
Terkait isu warga menolak jenazah dimakamkan di kampung halaman, Sukman menegaskan kalau itu tidak benar. Warga Bobotsari, khususnya Desa Dagan tidak mempermasalahkan. “Tidak ada masalah, warga menerima saja,” ujarnya.
Diketahui AZ merupakan satu dari tiga pelaku pembunuhan dan perampokan terhadap pasangan suami istri yang merupakan pengusaha garmen asal Pekalongan. Dua pelaku lainnya masing-masing EK dan SU. Korban merupakan mantan bos mereka.
Setelah dibunuh mayat kedua korban dibuang di Sungai Klawing di Desa Plumbungan Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, Senin (11/9) dinihari. Ketiga pelaku lalu kabur bersama mobil dan sejumlah harta milik korban. Mereka ditangkap oleh petugas Polda Metro Jaya saat berada di sebuah tempat hiburan di Kabupaten Grobogan, Rabu (13/9). Pelaku AZ tewas ditembak polisi karena berusaha melarikan diri. (amin wahyudi)

The post Pemakaman AZ Dijaga Ketat Kepolisian appeared first on SatelitPost.

Dua Pengecer Judi Togel Ditangkap Polisi - Kabar Purbalingga

Dua Pengecer Judi Togel Ditangkap Polisi

Satreskrim Polres Purbalingga, berhasil membekuk dua penjual judi togel. Masing-masing adalah SR (45) warga Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon dan MR (25) Warga Kalapucung, Kecamatan Bobotsari. Keduanya ditangkap di rumah saat melakukan transaksi dengan pembeli, beberapa waktu lalu.
Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP T Sapto Nugroho mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari informasi warga yang merasa resah dengan maraknya judi togel di lingkungannya.
“Pengedar kupon togel ini ditangkap di rumah masing-masing, saat sedang bertransaksi dengan pelanggannya. Tidak ada perlawanan, karena sudah kepergok," Kata Sapto, saat ungkap kasus di Polres Purbalingga, kemarin (15/9).
Dari masing-masing pelaku, polisi menyita barang bukti sejumlah uang dan perlengkapan untuk transaksi togel.
Di rumah tersangka MR, diamankan barang bukti berupa 14 lembar kertas ramalan/ciamsi, lima bonggol kupon togel, satu rekapan nomor keluar, alat tulis, dan uang Rp 382 ribu. Sedangkan di tempat SR, berhasil disita uang tunai Rp 259 ribu, enam lembar kertas ramalan/ciamsi, dua lembar kertas shio, satu lembar rekapan togel yang sudah keluar, alat tulis, dan tiga bonggol kupon togel yang sudah habis terjual.
“Kedua tersangka sudah dimasukan ruang tahanan mapolres. Tersangka kami kenakan Pasal 303 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP jo Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian,” ujarnya.
Sementara itu, baik MR maupun SR mengaku, menjual togel sejak empat bulanan lalu. Mereka mendapatkan penghasilan 15 persen dari setiap transaksi. Meskipun sudah mengetahui bisnis tersebut melanggar undang-undang, tuntutan ekonomi menjadi alasannya.
“Hasil jualan togel untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar MR.
Dalam sebulan, MR dan SR mengaku bisa mendapatkan uang hingga Rp 300-400 ribu. Jumlah tersebut bisa bertambah kalau mendapatkan fee dari pembeli yang menang undian. (min)

The post Dua Pengecer Judi Togel Ditangkap Polisi appeared first on SatelitPost.

Polsek Bobotsari Dropping Air Bersih di Karangmalang - Kabar Purbalingga

Polsek Bobotsari Dropping Air Bersih di Karangmalang

PURBALINGGA, SATELITPOST-Polsek Bobotsari salurkan bantuan air bersih di Desa Karangmalang, Kecamatan Bobotsari, Jumat (15/9).
Kapolsek AKP Ridju Isdianto mengatakan, kegiatan droping air bersih itu hasil kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga.
"Kali ini disalurkan 1.550 liter air bersih dengan dua water torn kapasitas 1.050 liter dan 500 liter," katanya, kemarin (15/9).
Meski tidak seberapa, Kapolsek berharap bantuan tersebut bisa meringankan kebutuhan air besih warga Karangmalang.
“Karena yang bisa kami salurkan masih sangat kurang, kami meminta bantuan BPBD Kabupaten Purbalingga dan akhirnya dibantu pengiriman air bersih dengan mobil tangki kapasitas 4.000 liter,” katanya.
Kadus I Desa Karangmalang, Suhemi, mewakili warganya menyampaikan terimakasih atas kepedulian polisi. Menurutnya, sudah sekitar dua bulan terakhir wilayah dusunnya mengalami krisis air bersih.
Berdasarkan data BPBD Purbalingga, sedikitnya ada 12 kecamatan berstatus siaga darurat bencana kekeringan. Di wilayah Kecamatan Kejobong ada 11 desa, Kaligondang 12 desa, Karanganyar 7 desa, Karangreja 3 desa, Pengadegan 8 desa, Bobotsari 2 desa, Kertanegara 5 desa, Karangmoncol 6 desa, Kemangkon 5 desa, Kutasari 3 desa, Bojongsari 3 desa, dan Mrebet 1 desa.
Sebelumnya, Bupati Tasdi menginstruksikan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tanggap bencana kekeringan yang melanda sebagian wilayah Purbalingga. Seluruh OPD dari tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten, harus merespon dengan menyalurkan bantuan air bersih. (min)

The post Polsek Bobotsari Dropping Air Bersih di Karangmalang appeared first on SatelitPost.

Selakambang Buka Objek Wisata - Kabar Purbalingga

Selakambang Buka Objek Wisata

Pemerintah Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang berencana akan membuka objek wisata di daerahnya. Objek wisata Selakambang yang dibangun di area sekitar 1 hektare itu akan menjadi alternatif wisata di Purbalingga. Saat ini, pemdes bersama warga secara swadaya akan memperbaiki akses menuju lokasi tersebut.

"Di areal seluas 1 hektare ini, kami berniat mengembangkannya menjadi satu destinasi wisata di Kabupaten Purbalingga. Destinasi ini ada unsur sejarahnya, karena lokasinya sebuah batu besar yang merupakan cikal bakal nama sebuah desa di satu Kecamatan Kaligondang Purbalingga yaitu Desa Selakambang," kata Kepala Desa Selakambang, Suja Sunarto, Selasa (12/9).

Jalan setapak menuju lokasi awalnya hanya memiliki lebar 2 meter. Nantinya akan dilebarkan menjadi empat meter, sehingga kendaraan roda empat bisa melaluinya. "Nantinya jalan sepanjang 450 meter akan kami perlebar menjadi 4 meter atau lebih sehingga akses masuk ke sini lebih luas, bisa muat kendaraan roda 4," kata Suja.

Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM dan juga Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, SE BEcon memberikan apresiasi kepada pemdes dan warga Selakambang, atas semangatnya membangun desanya. Agar lebih cepat terealisasi pembangunannya, Pemda memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta.

"Saya berharap, destinasi wisata ini memunculkan motivasi dan ide-ide kreatif masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya, misalnya membuat warung-warung yang bisa menambah pendapatan," kata Bupati pada kegiatan gebrak gotong-royong di Desa Selakambang.

Pada kegiatan tersebut, Bupati beserta Wabup dan para pejabat Pemkab Purbalingga memberikan bantuan beras Purbalingga (rasbangga) sejumlah 973 bungkus dan juga bibit cabai untuk masyarakat. Sebelum menuju area wisata selakambang, Bupati Tasdi beserta Ketua DPRD H Tongat SH MM dan segenap pejabat Pemkab Purbalingga melaksanakan rehab RTLH di rumah Bapak Sundoyo/Ibu Sahirah di Dusun 1 RT.01/01 penerima bantuan dari pendamping dan operator PPKH Kabupaten Purbalingga.

Bantuan rehab RTLH juga diberikan oleh Real Estate Indonesia (REI) untuk keluarga Bapak Sumarja/Ibu Tarsinem di RT 05/09 dan masing-masing penerima bantuan RTLH juga mendapat tambahan bantuan 20 sak semen dari bupati. (min)


The post Selakambang Buka Objek Wisata appeared first on SatelitPost.

Polisi Buru 2 Mobil - Kabar Purbalingga

Polisi Buru 2 Mobil


Kepolisian masih terus mengusut kasus pembunuhan pada pasangan suami istri (pasutri) Husni Zakarsih (57) dan Zakiyah Husni (42). Sebelumnya, pasutri warga Tanah Abang, Jakarta itu dibunuh dan jasadnya dibuang di Sungai Klawing, Purbalingga, Senin (11/9).
Jangan dulu percaya berita yang belum tentu kebenarannya. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya.
AKP Tarjono Sapto Nugroho
Kasat Reskrim Polres Purbalingga
Dalam pengusutannya, Polres Purbalingga saat ini sedang memburu dua mobil yakni jenis minibus dan pikup. Kapolres Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP Tarjono Sapto Nugroho mengatakan, dua mobil tersebut berseliweran di lokasi saat penemuan mayat pasutri tersebut. “Diharapkan, jika dua mobil ditemukan bisa menjadi titik terang dalam mengejar pelaku,” katanya, Selasa (12/9).
Di sisi lain, Tarjono enggan berspekulasi tentang kabar yang berembus di Purbalingga. Kabar menyebutkan jika pelaku pembunuhan adalah warga Purbalingga. Sebab, jasad dua pasutri yang dari Jakarta itu dibuang di area Purbalingga.
“Jangan dulu percaya berita yang belum tentu kebenarannya. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Sebab jika itu perampokan, pelaku bisa siapa saja, mengenai dibuang di Purbalingga, ada saja pelaku kejahatan yang memang suka acak,” katanya.
Sementara terkait motif, kemungkinan kasus itu adalah perampokan murni. “Karena di TKP yaitu di rumah korban, barang-barangnya hilang, seperti mobil, perhiasan, dan sejumlah uang,” katanya.
Saat ini, Polres Purbalingga bekerjasama dengan Polda Metro Jaya terus lakukan pengembangan, guna mengungkap pelaku yang membuang jasad korban di Sungai Klawing, Senin lalu. Polisi mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya pada informasi yang beredar di masyarakat. Pasalnya, di media sosial dan pesan berantai ramai beredar kabar bahwa pelaku merupakan mantan anak buah korban yang dipecat.
Tarjono menambahkan, barang bukti yang kemarin diamankan oleh polisi, kemarin dibawa ke Polda metro Jaya untuk bahan pemeriksaan. Selain itu, beberapa tim dari Polda Metro Jaya juga datang ke Purbalingga, untuk melakukan menambah data-data.
"Kemarin tim dari Polda Metro Jaya datang ke Purbalingga, barang bukti dibawa ke Jakarta. Dalam waktu dekat akan dilakukan reka ulang di lokasi penemuan mayat. Kami tetap berkoordinasi untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya.
Sementara itu, dua jenazah korban pada Senin (11/9) malam sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga ke Pekalongan.  "Usai autopsi jenazah dibawa pulang keluarganya untuk dimakamkan di Pekalongna," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, dua mayat ditemukan di aliran Sungai Klawing tepatnya di bawah jembatan Desa Palumbungan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (11/9).
Jenazah Husni Zakarsih (57) dan Zakiyah Husni (42)  warga Jalan Pengairan No 21 RT 11 RW 6 Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Jakarta Pusat, itu diduga merupakan korban perampokan.
Sejumlah barang berharga seperti emas, uang, sertifikat tanah, mobil dan brankas hilang dibawa perampok. Sedangkan pemilik rumah, Husni dan Zakiyah tewas dan mayatnya dibuang warga di wilayah Purbalingga.
Mayat keduanya dalam kondisi terbungkus seprei dan terikat. Keduanya diduga kuat merupakan korban pembunuhan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter, kedua korban mengalami luka bacok pada kepala bagian belakang dan wajah. Korban diduga tewas kurang lebih enam jam sebelum jasadnya ditemukan. (aminbellet@gmail.com)

Berencana Membangun Masjid

PASANGAN suami istri korban pembunuhan, Husni Zakarsih dan
Zakiah Husni.
Pasangan suami istri korban pembunuhan di Jakarta, Husni Zakarsih (58) dan Zakiah Husni (53) telah dimakamkan di kampung halamannya di Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (12/9). Korban dimakamkan di permakaman keluarga.Kerabat korban, Maskuri, mengatakan, kedua pasangan tersebur dikenal warga sebagai sosok yang dermawan. Bahkan bertepatan hari pemakamannya, sebelum ditemukan tewas, kedua korban berencana untuk memulai pembangunan masjid di gang kampungnya. “Hari ini rencana mau pulang (ke Pekalongan), mau bangun masjid di gang sebelah,” kata Maskuri seperti diberitakan Tribunnews.
Masjid itu rencananya akan dibangun di Banyuripalit, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. Menurut Maskuri, pembangunan masjid ini telah direncanakan sejak lama oleh kedua korban.
Selama ini warga di gang kampung halaman korban beribadah di musalah. Musalah inilah nantinya yang akan dilebarkan dan dibangun menjadi masjid yang lebih besar. Maskuri mengatakan, korban telah membeli tanah di sekitar musolah untuk perluasan. “Nah hari ini rencananya datang ke sini untuk beli material, mulai pembangunan masjid,” katanya. Belum sempat melaksanakan niat baiknya, kedua korban mengalami kejadian nahas. (lil)

Mobil dan Brankas Hilang

WARGA menggotong jenazah korban pembunuhan menuju ke pemakaman di
Pekalongan, Selasa (12/9).
Penyelidikan terkait temuan jenazah pasutri juga dilakukan Polres Jakarta Pusat. Kabid Humas Polres Metro Jakarta, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman korban, Kawasan Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Senin (11/9).Tim identifikasi menemukan adanya bercak darah di sejumlah ruangan rumah. Selain itu, berdasarkan keterangan saksi yang merupakan tetangga korban, sejumlah barang milik korban dalam keadaan sudah hilang.
“Perkembangan kasus, dari Polsek Tanah Abang dan Polres Jakpus dan Ditreskrimum (Polda Metro Jaya) sudah melakukan olah TKP. Ditemukan beberapa alat bukti seperti bercak darah, juga ada barang-barang yang hilang, ada mobil dan brankas yang hilang,” katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya pada Selasa (12/9) seperti diberitakan Tribunnews.
Usai melakukan olah TKP, selanjutnya Tim Identifikasi katanya akan menuju lokasi penemuan jenazah di Purbalingga, Jawa Tengah. Tujuannya untuk mencari sejumlah saksi, bersamaan dengan pencarian saksi di lingkungan rumah korban di Jakarta.
“Nah, setelah dilakukan olah TKP, kemudian Inafis akan ke Purbalingga. Saat ini dari Polda Metro Jaya dan Polres (Jakarta Pusat) masih mendalami dan mencari saksi-saksi di lingkungan rumah. Mudah-mudahan kita bisa mengungkap siapa pelaku. Anggota sedang bekerja, nanti kita tunggu,” katanya. (lil)

The post Polisi Buru 2 Mobil appeared first on SatelitPost.

Krisis Air Meluas di Purbalingga,BPBD Kirim 32 Tangki Air Bersih - Kabar Purbalingga

Krisis Air Meluas di Purbalingga,BPBD Kirim 32 Tangki Air Bersih

Dalam rangka penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Purbalingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga sejak tanggal 9 September lalu mulai melakukan droping air bersih ke desa-desa yang terdampak kekeringan.
Muhsoni Kepala Seksi Kedaruratan & Logistik BPBD Purbalingga mengatakan sampai pertanggal 12  September kemarin , 32 tangki air bersih sudah  menyebar ke 14 desa di sembilan kecamatan.”Kemarin tanggal mulai tangal 9 September droping empat  tangki, tanggal 10 Sepetember  satu tangki, tanggal 11 September 18 tangki dan berikutnya 9 tangki ” katanya saat ditemui di kantornya
Ia menambahkan droping air disebar ke 14 desa di sembilan kecamatan yakni Kecamatan Bobotsari terdiri dari Desa Banjarsari tiga tangki,  Karangmalang dua tangki. Kemudian kecamatan Kejobong terdiri dari Desa Gumiwang dua tangki,  Pandansari tiga tangki , dan Langgar satu tangki. Kemudian Kecamatan Kaligondang yang terdiri dari Desa Slinga satu tangki dan Selakambang satu tangki. Kemudian Kecamatan Pengadegan, Desa Pengadegan satu tangki. Lalu Desa Baleraksa Kecamatan Karangmoncol dua tangki dan Desa Wlahar Kecamatan Rembang dua tangki serta Desa Pandansari, Kecamatan Kejobong satu tangki
” Untuk data dropping hari ini sebanyak sembilan tengki,  terdiri dari Desa Majatengah Kecamatan Kemangkon, Desa Candinata Kecamatan Kutasari,  Desa Pekiringan, Kecamatan  Karangmoncol , Desa Tamansari Kecamatan Karangmoncol , dan Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah dan masyarakat seyogyanya lebih giat menggalakan penghijauan untuk menahan air , supaya air tidak langsung lari ke sungai, ” Ya harus bersinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk melakukan penghijauan kembali,” katanya. (cr)

The post Krisis Air Meluas di Purbalingga,BPBD Kirim 32 Tangki Air Bersih appeared first on SatelitPost.

Kasus Jasad Suami Istri Dibuat di Sungai - Kabar Purbalingga

Kasus Jasad Suami Istri Dibuat di Sungai

Pelaku pembunuhan sadis terhadap pasangan suami istri (pasutri) Husni Zarkasih (58) dan Zakiah Husni (53), yang jasadnya dibuang di Sungai Klawing, Desa Peninis, Bobotsari, Purbaligga telah ditangkap polisi. Polisi berhasil membekuk tiga pelaku, di daerah Grobogan di sebuah hotel.

Tiga pelaku tersebut berinisial
AZ, EK, dan SU. Dari tiga pelaku itu, AZ merupakan warga Bobotsari Purbalingga. Kapolres Purbalingga AKBP Nugroho Agus Setyono membenarkan informasi tersebut. Penangkapan dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Satu di antara pelaku meninggal dunia akibat ditembak karena melakukan perlawanan saat ditangkap. “Benar ada tiga pelaku, satu meninggal ditembak karena melawan saat ditangkap,” kata AKBP Nugroho, Rabu (13/9). Dikutip Kompas.com, pelaku pembunuhan yang ditembak mati adalah AZ.

Kapolres menambahkan, karena lokasi pembunuhan dilakukan di Jakarta, maka kasus tersebut sudah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat. Polres Purbalingga hanya menangani saat pengamanan TKP pembuangan. Mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan para saksi di lokasi penemuan mayat.   “Selasa kemarin kasusnya sudah diambil langsung oleh Unit Resmob Polres Jakarta Pusat. Kalau nanti memang ada reka ulang, kami pasti dikabari untuk pengamanan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, dua mayat ditemukan di aliran Sungai Klawing tepatnya di bawah jembatan Desa Palumbungan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (11/9).
Jenazah Husni Zakarsih (57) dan Zakiah Husni (42)  warga Jalan Pengairan No 21 RT 11 RW 6 Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Jakarta Pusat, itu diduga merupakan korban perampokan.

Sejumlah barang berharga seperti emas, uang, sertifikat tanah, mobil dan brankas hilang dibawa perampok. Sedangkan pemilik rumah, Husni dan Zakiah tewas dan mayatnya dibuang warga di wilayah Purbalingga.

Mayat keduanya dalam kondisi terbungkus seprei dan terikat. Keduanya diduga kuat merupakan korban pembunuhan. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter, kedua korban mengalami luka bacok pada kepala bagian belakang dan wajah. Korban diduga tewas kurang lebih enam jam sebelum jasadnya ditemukan. (min)

Dihabisi Usai Jadi Imam Salat
Pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap bos garmen bersama istrinya diketahui dilakukan mantan karyawannya. AZ, mantan sopir korban melakukan perampokan disertai pembunuhan karena merasa sakit hati.
Ia merencanakan perampokan disertai pembunuhan terhadap majikannya, yang merupakan pasangan suami istri, yakni Husni Zakarsih (57) dan Zakiah Husni (52) di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tangerang.
Ia melakukan perbuatan keji tersebut bersama EK (33) dan SU (46). AZ yang telah bekerja sebagai sopir selama 20 tahun merasa sakit hati dengan sikap majikannya.
“Mereka melakukan hal ini, karena sakit hati. Selama 20 tahun bekerja perlakuan terhadap mereka kurang baik,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (13/9) seperti diberitakan Tribunnews.
AZ bersama dua rekannya merencanakan pembunuhan pada Minggu (10/9) sore. Dua sepeda motor disiapkan, termasuk selotip, tali, sarung tangan, dan penutup muka.
Setelah peralatan dianggap lengkap, para pelaku langsung berangkat ke rumah Husni dan Zakiah di Jalan Pengairan No 21 RT 11 RW 6 Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. “Langsung mendatangi rumah korban. Ketika itu istri korban membuka pintu langsung dianiyaya hingga meninggal dunia,” ujar Nico.
Setelah menewaskan Zakiah, ketiga pelaku menunggu kedatangan sang suami. Berselang 20 menit, Husni tiba setelah menjadi imam salat berjemaah di musala. “Seketika itu juga diniaya. Dimungkinkan pada saat itu meninggal,” ujar Nico.
Para pelaku langsung bergegas mengambil barang berharga milik korban seperti 15 jam tangan, emas, laptop, serta beberapa rekening bank. Kedua jasad dimasukkan ke dalam Mobil Altis milik korban. Mereka langsung melarikan diri.

Niat buruk korban tak berhenti sampai di situ. Ketiganya ingin membawa jasad ke rumah korban yang berada di Pekalongan, Jawa Tengah. Namun, di tengah jalan berubah pikiran.

Beralih tujuan ke Sungai Klawing, Desa Plumbungan, Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah, untuk membuang jasad korban ke sungai. Setelah membuang jasad korban, para pelaku asik berpesta di sebuah hotel di kawasan Grobogan, Jawa Tengah.
Polisi pun melakukan penangkapan. AZ terpaksa ditembak mati lantaran melakukan perlawanan saat diminta menunjukkan sisa hasil rampokan. “Satu sopir saat mencari emas dia memberikan perlawanan kami berikan tindakan tegas dan dibawa ke Rumah Sakit hingga meninggal,” ujar Nico.
Sementara itu, dari tangan dua tersangka lainnya, EK dan SU, polisi menyita beberapa barang bukti. Berupa uang tunai senilai Rp 120 juta, ponsel genggam, laptop, dan buku tabungan. “Dua tersangka sudah kami sita uang Rp 120 juta hasil penjualan emas. Ada beberapa emas yang dijual, ada laptop, handpone dan buku tabungan yang kami ambil,” ujar Nico.
Atas perbuatannya para tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. “Dengan ancaman hukuman mati,” ujar Nico. (lil)

Pelaku Asal Bobotsari Dikenal Tak Neko-neko

Satu di antara tiga terduga pelaku pembunuhan Husni Zarkasih dan Zakiah Husni adalah orang Bobotsari. Pelaku tersebut berinisial AZ. Nurul Fitriani, kakak dari AZ mengaku tak habis pikir adiknya bisa melakukan pembunuhan.

"Ya saya stres pikiran dan hati. Masa iya sih anak kaya gini bisa sadis, percaya ga percaya," kata Nurul Fitriani (36) kemarin. Nurul mengatakan, kepulangan terakhir adiknya itu yakni pada liburan Idulfitri kemarin. Tetapi, kepulangannya di Bobotsari juga tidak lama, karena langsung pulang ke rumah keluarga istrinya di Semarang.

"Pulang terakhir pas Lebaran kemarin. Pagi sampai di sini (Bobotsari, red) tapi siangnya pulang ke Semarang," ujarnya.

Di dalam keluarga, sejauh Nurul kenal, AZ tidak pernah bertingkah neko-neko. AZ dalam kesehariannya merupakan orang yang wajar pada umumnya. Termasuk kepada keluarga, dia juga tidak pernah cerita memiliki masalah yang berarti.

"Ya ngga bilang apa-apa. Dia ngga pernah cerita ada masalah, paling cerita masalah ekonomi dengan keluarga, maksudnya tidak pernah curhat, ada masalah dengan bos. Jadi kaget, masa iya sih orang kaya gitu tega membunuh orang kaya gitu," katanya.

Nurul menambahkan, dari pihak keluarganya, dia benar-benar memohon maaf kepada keluarga korban yang telah tersakiti. "Tapi saya juga minta maaf, sama keluarga yang sudah disakiti oleh adik saya. Saya minta maaf," kata dia.

Sementara, Kepala Dusun 5, Desa Dagan Bobotsari, Sukman Ibrahim, menyampaikan kalau AZ memang warga asal Bobotsari. Hanya saja, secara administratif, AZ sudah berstatus sebagai warga Jakarta. Tetapi hampir setiap Lebaran pulang ke rumah saudara di Bobotsari.

"Iya, dia memang asal sini (Dagan, Bobotsari, red), tapi kalau KTP sudah warga Jakarta," kata Sukman, kemarin.

Menurut Sukman, AZ memang sudah lama meninggalkan kampung halaman. Tidak lama setelah dia lulus SD, tersangka merantau ke ibu kota. Beberapa tahun terakhir, diketahui juga kalau tersangka memang bekerja dengan korban Husni, yang memiliki usaha garmen.

"Sudah puluhan tahun merantau di Jakarta. Dia memang bekerja sebagai karyawan si korban ini sudah puluhan tahun dan sudah sangat dipercaya. Cuma kata keluarga memang ada sedikit persoalan di PHK atau apa,” ujarnya.

Dia mengakui juga kalau mendengar informasi bahwa AZ merupakan tersangka yang tertembak mati saat penangkapan. Hanya saja kabar tersebut berasal dari pesan berantai dan sosmed, sehingga dia masih menunggu konfirmasi resmi.

“Keluarga bagitu tahu sangat syok, informasi AZ sudah tidak ada (meninggal, red), itu dari media. Tapi kalau secara resmi kita masih menunggu dari kepolisian bagaimanapun itu ranah pihak berwajib,” kata Sukman.

Menurut Sukman, AZ dikenal sebagai orang yang baik. Hampir setiap pulang kampung saat Lebaran, tersangka kerap memberikan bantuan sesuatu kepada warga. Sehingga, saat mendengar keterlibatan pada peristiwa tragis itu, warga sangat terkejut.

"Orangnya baik. Kalau pulang kampung, dia suka memberi sesuatu, semisal ada warga yang butuh apa, dia bantu semampunya. Dia juga pernah membantu masjid di Dagan," ujarnya.

Sebagai perangkat desa, Sukman juga menepis rumor yang beredar di masyarakat, kalau semisal jasad AZ di pulangkan ke Dagan, warga menolak untuk dimakamkan di wilayah tersebut. "Sekali lagi saya tegaskan, kalau semisal akan dimakamkan di sini (Dagan, red) warga menerima dan tidak keberatan,” kata dia.
Ditemui terpisah, bendahara Masjid Baitul Mukminin Dagan Legok Bobotsari Purbalingga, Munir (67) membenarkan kalau AZ pernah mengirimkan karpet untuk disumbangkan ke masjid. Menurut Munir, karpet tersebut dikirimkan setelah AZ pulang kampung.

"Saya sendiri tidak mengetahui saat datangnya, tapi setelah itu keluarga AZ bilang ke saya kalau bos AZ menyumbang karpet untuk masjid melalui AZ," kata dia kemarin.

Pada kesempatan itu, takmir dibantu sepuluh lembar karpet warna hijau dan bermotif. Bantuan itu diberikan sekitar tahun 2014 silam. "Masjid ini selesai dibangun sekitar tahun 2103, nah bantuannya setelah masjid jadi, berarti sekitar 2014-an," kata Munir.
Saat itu, Munir tidak mengetahui siapa Husni, orang yang memberikan karpet tersebut melalui AZ. Munir sendiri juga tidak terlalu paham dengan sosok AZ. Dia hanya tahu keluarganya saja, termasuk kakaknya. Terkait kabar AZ menjadi satu di antara tersangka pembunuhan pasangan suami istri yang menggegerkan Bobotsari belum lama ini, Munir merasa kaget dan tidak menyangka.

“Saya penah dibantu, yaitu memberi karpet untuk masjid dari Pak Husni, sudah sangat berterima kasih. Saya sangat berduka dengan Pak Husni, semoga Allah memberikan tempat yang baik dari amal Pak Husni dan istrinya,” katanya. (min)
The post Kasus Jasad Suami Istri Dibuat di Sungai appeared first on SatelitPost.

Desa Serang Gandeng Korea Kembangkan Resort Gunung Kerisan - Kabar Purbalingga

Desa Serang Gandeng Korea Kembangkan Resort Gunung Kerisan


Destinasi wisata di wilayah Desa Serang Kecamatan Karangreja akan terus dikembangkan. Rencananya, selain taman bunga juga akan dibangun resort untuk menunjang industri pariwisata setempat.
“Rencananya, resort akan kami bangun di kawasan perbukitan Gunung Kerisan dan Gunung Sumbul. Resort dan taman bunga itu, nantinya bakal ada kereta listriknya,” kata Sugito, Kepala Desa Serang, Rabu (13/9).
Menurut Sugito, desa bakala berkerjasama dengan Mr Kang Jun Ho, seorang investor dari Korea Selatan. Kawasan yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan, merupakan lahan milik warga dan sejauh ini pihak desa sudah membebaskan tanah seluas 24 hektar.
"Tanah warga yang akan digunakan ini nantinya menggunakan sistem sewa langsung, selama 20 tahun," katanya.
Kawasan tersebut merupakan wilayah perbukitan dengan ketinggian sekitar 1300 mdpl. Dengan panorama yang sangat indah, diharapkan keberadaan resort dan penambahan sarana lain bisa menunjang  sektor industri parwisata Purbalingga.
"Sekarang sudah ada rest area Lembah Asri, Kampung Kurcaci, dan kawasan wisata Pudang Mas. Kehadiran resort tidak akan mempengaruhi destinasi yang sudah ada, karena segmentasinya berbeda. Malah akan saling melengkapi," ujar Sugito.
Rencana tersebut mendapat dukungan Pemkab Purbalingga dengan siap melakukan pembenahan sarana dan prasaran pendukungnya.
"Terpenting ada MoU-nya dulu. Kalau sudah pasti, nanti baru kita bangun pelebaran jalan menuju kesini," kata Bupati Tasdi.
Saat ini jalan menuju lokasi pengembangan wisata, masih berupa jalan berbatu dengan lebar 2 meter. Jalan tersebut merupakan akses utama petani setempat menuju ke ladang. Pihak investor yang siap menggulirkan dana hingga Rp 100 Miliar itu, akan segera memaparkan rencana pembangunan resort kepada bupati dan dinas terkait.(min)

Sep 15th 2017, 08:00, by Galih Yoga Priyambodo
The post Desa Serang Gandeng Korea Kembangkan Resort Gunung Kerisan appeared first on SatelitPost.

Rencana Pembangunan TPA Sampah Minim Sosialisasi - Kabar Purbalingga

Rencana Pembangunan TPA Sampah Minim Sosialisasi
Sep 15th 2017, 08:00, by Galih Yoga Priyambodo

PURBALINGGA, SATELITPOST-Warga Desa Arenan, Kecamatan Kaligondang, menunggu keseriusan pemerintah daerah terkait pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang direncanakan dibangun di desa mereka.
Slamet, warga Arenan RT 2 RW 3 mengatakan, meski secara umum mendukung rencana tersebut, dia menuntut transparansi dan keseriusan pemerintah.
“Bagaimana membangun kesamaan persepsi kalau sosialisasi pemerintah mung sewayah-wayah. Jangan salahkan kalau warga juga sulit mau membuka diri”
Slamet
Warga Desa Arenan
Sejauh ini kata dia, pemerintah daerah kurang aktif melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat setempat.
“Bagaimana membangun kesamaan persepsi kalau sosialisasi pemerintah mung sewayah-wayah. Jangan salahkan kalau warga juga sulit mau membuka diri,” ujarnya, Kamis (14/9).
Sementara Khopyati, warga lainnya mengaku, memilih mengalir saja. Dia menyerahkan keputusan bersama warga Desa Arenan, terkait sikap menerima atau menolak rencana pembangunan TPA sampah tersebut.
Siki amleng, tapi sejauh ini mayoritas warga tetap menolak. Kami tidak mau Arenan jadi ‘Bantar Gebangnya’ Purbalingga,” katanya.
Warga yang kontra khawatir Desa Arenan bakal tercemar dengan polusi dan dekat dengan banyak penyakit.
Mbok mambu lan dadi penyakit. Kalau mengijinkan pembangunan dengan menjual tanah, mengko nampa duite iya nampa alane juga iya,” ujarnya.
Esti Dwi Hartanti, Kepala Desa Arenan memilih netral menanggapi pro-kontra rencana pembangunan TPA sampah di desanya.
“Kami hanya memfasilitasi dan memberikan bantuan semampunya," katanya.
Diakuinya, tanggapan warganya sangat beragam. Selain ada yang pro, ada juga yang menentang, netral, memilih diam, bingung, dan ada juga yang setuju dengan syarat. Menghadapi situasi tersebut, Esti mengaku dalam posisi yang dilematis.
Pada satu sisi, sebagai perangkat desa dia berkewajiban mendukung program pemerintah daerah. Tetapi di sisi lainnya, dia juga harus mampu mendengar dan menjembatani keluhan warga desanya.
“Ibaratnya maju kena, mundur pun kena. Kami minta difasilitasi, pemdes hanya melaksanakan tugas dari pemerintah. Tapi kalau harus memilih, jelas kami mendahulukan yang bisa mensejahterakan masyarakat," kata Esti.
Seperti diketahui, pemerintah daerah berencana membangun TPA pengganti TPA Banjaran yang dinilai sudah tidak layak menampung sampah warga Purbalingga. TPA itu nantinya bakal dibangun dengan sistem ramah lingkungan, di mana sampah akan ditutup dengan tanah dan dipadatkan untuk kemudian dilapisi geomembran dan geotekstil. Sehingga, TPA itu tidak mengeluarkan polusi udara maupun pencemaran lingkungan. (cr)
The post Rencana Pembangunan TPA Sampah Minim Sosialisasi appeared first on SatelitPost.

Pedagang Pasar Bukateja Gelar Lapak di Jalan - Kabar Purbalingga

Pedagang Pasar Bukateja Gelar Lapak di Jalan
Sep 15th 2017, 08:52, by Galih Yoga Priyambodo

Sejak 15 Agustus hingga pertengahan Desember mendatang, ruas jalan raya Bukateja-Kutawis ditutup sementara. Arus lalu lintas di ruas utama tersebut, terpaksa dialihkan melalui jalan desa.
Sunarto, Kepala Bidang LLAJ di Dinas Perhubungan Purbalingga mengatakan, penutupan sementara ruas tersebut bakal dilakukan selama proyek renovasi Pasar Bukateja dilaksanakan.
“Jadi untuk sementara waktu, lapak pedagang pasar terpaksa dialihkan ke badan jalan Kutawis-Bukateja. Karena itu, terpaksa dilakukan rekayasa lalu lintas melalui jalan desa dari depan pasar sampai ke Polsek Bukateja,” kata Sunarto, Kamis (14/9).
Sunarto memastikan, rekayasa pengalihan jalur tersebut tidak akan melumpuhkan arus lalu lintas di ruas tersebut. Sebab, ruas jalan desa yang dilalui cukup luas dan bisa dilalui kendaraan roda empat.
Selama proses renovasi, tak kurang dari 451 pedagang di Pasar Bukateja menggelar lapak di badan jalan Kutawis-Bukateja sepanjang 150 meter. Tidak hanya untuk pedagang, ruas jalan juga dimanfaatkan sebagai lokasi parkir sementara.
Pembangunan Pasar Bukateja menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan sebesar Rp 4,9 Miliar. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Sidik Purwanto mengatakan, dana tersebut baru bisa untuk menyelesaikan pembangunan dua blok saja.
“Pembangunan dilakukan dua tahap, tahun ini baru blok A dan blok B. Untuk tahap kedua akan dibangun blok C dengan dana APBD 2018,” ujarnya.
Luas komplek pasar yang baru, sama persis dengan pasar lama berukuran 140 meter kali 45 meter. Upaya memperluas pasar tersebut, sempat tersendat karena warga yang tinggal di sisi barat tidak bersedia menjual tanahnya dengan harga yang ditawarkan pemerintah.
Pasar Bukateja yang baru nanti, akan dilengkapi dengan fasilitas jalan melingkar selebar empat meter untuk akses bongkar muat. (min)

The post Pedagang Pasar Bukateja Gelar Lapak di Jalan appeared first on SatelitPost.

Banyak Bercak Darah di Kamar Mandi - Kabar Purbalingga

Diduga Dibunuh Usai Salat
Sep 12th 2017, by Galih Yoga Priyambodo

PURBALINGGA, SATELITPOST–Warga Dusun Peninis, Ceda Palumbungan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga digegerkan dengan penemuan mayat pasangan suami istri (pasutri) di Sungai Klawing, Senin (11/9) pagi. Pasutri tersebut diduga dibunuh usai salat dan jasadnya dibuang ke sungai. Laki-lakinya menggunakan baju koko, lengkap dengan peci serta sarung dan perempuan menggunakan celana pendek kolor dan mukena. AKP Tarjono Sapto Nugroho SH MM Kasat Reskrim Polres Purbalingga
Mayat pasutri tersebut pertama kali diketahui seorang warga yang hendak buang air besar di Sungai Klawing sekitar pukul 05.30 WIB. Saat ditemukan, kedua mayat dalam posisi mengapung dengan dibungkus seprei.
Kadus Peninis, Ali Mustofa mengatakan, pagi hari ada warga yang melaporkan penemuan mayat kepada dirinya. Dia langsung menuju lokasi untuk memastikan, ternyata sudah banyak warga berkerumun. Selanjutnya dia laporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian setempat. "Pagi-pagi, ada warga yang laporan ke saya, lalu saya cek dan laporkan ke Polsek Bobotsari," kata Ali Senin (11/9).
Warga Bobotsari, Sobar mengatakan, sejak pagi hari dia mengaku sudah mendengar informasi adanya penemuan mayat. Ketika berangkat bekerja, di jalan sekitar jembatan sudah sangat sesak kerumunan warga. "Iya sudah dengar, dan pas berangkat kerja, banyak sekali warga yang sudah di sekitar jembatan. Tidak lihat jelas, tapi itu dibungkus seperti selimut," katanya.
Kapolsek Bobotsari AKP Ridju Isdiyanto menyampaikan, begitu mendengar laporan, langsung menurunkan anggotanya. Karena di lokasi sudah sangat ramai warga yang penasaran ingin menyaksikan, sehingga mayat tidak dibuka dari bungkusannya.
Setelah dievakuasi, kedua mayat tersebut langsung dibawa ke RS Margono Purwokerto untuk dilakukan autopsi. Setelah dilakukan pengembangan, diketahui kalau pasutri tersebut merupakan warga Pekalongan Jawa Tengah. "Hasil pengembangan, didapat informasi bahwa keduanya warga Pekalongan Jawa Tengah. Mayat laki-laki atas nama Husni Arkazih (58) dan perempuan bernama Zakiyah Husni (53). Tapi mereka tinggal di Jakarta. Mereka domisili di Jalan Pengairan no 21 RT 11 RW 6 Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat," kata Kapolres Purbalingga AKBP Agus Nugroho Setiyawan SIK MH, melalui Kasat Reskrim AKP Tarjono Sapto Nugroho SH MM.
Setelah dilakukan autopsi, diketahui terdapat beberapa luka di bagian tubuh korban. Diperkirakan, luka tersebut merupakan luka terkena senjata tajam. "Ada luka di bagian kepala keduanya, bagian muka, dan bagian kepala belakang, liat lukanya luka bacok," ujarnya.
Diperkirakan, mayat tersebut ditemukan setelah sekitar enam jam dari peristiwa pembunuhan. Di sekitar jembatan juga terdapat bercak darah, yang mengindikasikan bahwa pelaku melempar dari atas jembatan. "Saat ini (saat dilakukan otopsi, red) sudah sekitar 11 jam, jadi pas ditemukan sekitar 6 jam dari waktu kejadian, kemungkinan dilempar dari atas jembatan," ujarnya.
Lebih lanjut, Sapto menyampaikan, mayat laki-laki mengenakan pakaian kaus panjang yang didobel dengan baju koko, serta menggunakan sarung. Sedangkan perempuan menggunakan celana pendek, dan mukena. "Laki-lakinya menggunakan baju koko, lengkap dengan peci serta sarung dan perempuan menggunakan celana pendek kolor dan mukena," kata dia.
Selain pakaian yang dikenakan, beberapa barang bukti lainnya di antaranya adalah sandal Hotel Prima, beberapa helai kabel, dan selembar kain putih. "Selain pakaian, ada seprei yang digunakan untuk membungkus, dan kabel yang digunakan untuk mengikat," ujarnya.
Berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan hari itu, polisi memperkirakan kalau antara korban dan pelaku sudah kenal. Pelaku melakukan eksekusi membunuh korban, ketika korban sedang atau setelah melakukan salat. “Indikasi pelaku dengan korban sudah kenal, dan korban dibunuh setelah salat,” kata Sapto.
EVAKUASI jenazah suami istri yang ditemukan di Sungai Klawing, Dusun
Peninis, Desa Palumbungan, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga,
Senin (11/9).
Namun demikian, polisi belum bisa mengungkap secara pasti identitas serta lokasi saat pelaku melakukan eksekusi pembunuhan. Polres Purbalingga masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku dan motifnya."Ada warga yang melihat mobil bolak-balik lokasi, tapi tidak diketahui jenis dan pelat nomornya. Kami lakukan pencarian rute serta koordinasi dengan Polda Metro Jaya, untuk bisa melacak keluarga korban, baru nanti kita tarik belakang kronologinya," kata Sapto.
Selain motif dan lokasi pembunuhan, polisi juga belum bisa memprediksikan berapa jumlah pelaku. "Belum bisa diprediksi, nanti kita kumpulkan data-data dahulu," kata dia. (aminbellet@gmail.com)

Korban adalah Dosen di Al-Azhar

Husni Arkazih, korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan di Sungai Klawing Purbalingga, adalah seorang dosen. Hal itu diungkapkan seorang satpam di sekitar kediaman Husni di Jalan Pengairan Nomor 21 RT 011/06, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Novi Feriawan (37), satpam di sekitar kediaman Husni di Jakarta membeberkan, Husni seorang dosen yang mengajar di Universitas Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Di sana, Husni juga menempati posisi jabatan yang cukup tinggi. “Pak Husni ngajar juga di Al-Azhar. Itu karangan bunga dari kampusnya,” kata Novi seperti diberitakan Tribunnews.
Novi juga menceritakan, Husni merupakan seorang pengusaha batik di daerah Pekalongan. Karena itu, sesekali Husni diharuskan berangkat ke Pekalongan untuk memantau bisnis yang dijalankannya.
Ia juga mendengar kabar bahwa Husni merupakan anak seorang pemuka agama ternama di daerah Jawa Tengah. Almarhum pun aktif di organisasi musala Al Ma’ruf yang terletak di dekat rumahnya. “Sering jadi imam di musala. Pengurus musala juga kok,” katanya. (lil)

Banyak Bercak Darah di Kamar Mandi

Satpam di sekitar kediaman Husni, Novi Feriawan (37) mengatakan selain dihuni oleh 2 korban, rumah tersebut juga ditempati oleh 4 orang anak kost yang semuanya perempuan.
“Pak Husni ini anaknya ada 4 orang, yang pertama Gilang sudah bekeluarga, kedua Suci juga sudah nikah, ketiga Putri, dia tinggal di London sama suaminya, yang keempat Dimas masih kuliah Undip, Semarang. Jadi rumah ini hanya 2 korban sama anak kost 4 orang,” kata Novi seperti diberitakan Tribunnews.
Usai polisi mengonfirmasi kebenaran bahwa Husni dan Zahiya merupakan warga sekitar, mereka langsung mencari pembantu rumah tangga Husni yang mengurusi kondisi kebersihan rumah. “Pembantunya punya kunci teralis, tapi gak megang kunci di dalam. Jadi setelah dia datang pun, kami gak bisa ngecek ke dalam rumah,” kata Novi.
Kemudian polisi melakukan penggeledahan. Pintu yang terletak di dalam setelah teralis yang terkunci dibuka paksa atas seizin Gilang yang datang ke rumah orang tuanya pada jam 13.00 siang tadi. “Sudah dibuka, ada banyak bercak darah di dinding. Yang paling banyak itu di kamar mandi. Kata anaknya brankas sudah kebuka, isinya mungkin emas sama surat-surat,” ujarnya.
Sedangkan berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, Novi mendengar bahwa mobil Toyota Altis milik korban yang dibawa kabur pelaku ditemukan di daerah Purwokerto, Jawa Tengah, dalam kondisi terparkir di pinggir jalan.
Kondisi rumah sudah diberi garis batas polisi. Empat orang anak kost terpaksa mengungsi karena khawatir setelah kejadian tersebut. Polisi pun telah memeriksa dua buah CCTV yang terletak tak jauh dari rumah korban. (lil)

Pihak Keluarga Tak Banyak Komentar

RUMAH Husni Arkazih yang ada di Jakarta Pusat, Senin (11/9).
Hening menyelimuti ruang forensik Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS), Purwokerto. Keluarga korban pembunuhan yang ditemukan di Purbalingga hanya bisa duduk-duduk sembari menunggu waktu autopsi dilakukan.Sebanyak tiga keluarga datang dari Pekalongan, sementara beberapa keluarga dari Sumpiuh. Mereka datang semenjak pukul 10.00 pagi tadi. Seorang keluarga, kakak kandung korban (wanita) yang enggan disebutkan namanya, enggan berkomentar terkait korban semasa hidup saat ditemui SatelitPost di halaman ruang forensik RSMS. Ia mengaku tidak mengetahui banyak‎ terkait korban.  “Saya tidak tahu,” kata dia.
Sementara seorang kerabat korban lainnya asal Sumpiuh, yang juga enggan disebutkan namanya‎ pun mengungkapkan hal serupa. Ia yang datang dengan istrinya mengaku sudah lama tidak komunikasi dengan korban.
“Sudah lama sekali tidak bertemu, almarhum asli Pekalongan, tapi tinggal di Jakarta sebagai wiraswasta. Kita sudah lama sekali tidak kontak, ini juga kita yang di sini untuk mengurus administrasi dan keperluan autopsi,” katanya.
Sementara kerabat korban lainnya ada sekitar 5 orang yang datang. Menurut dia kerabat lain tersebut merupakan kerabat tidak langsung.
Selesai autopsi menurutnya, jenazah akan langsung dibawa ke Pekalongan untuk disemayamkan di sana.‎ “Rencana akan dibawa ke Pekalongan setelah selesai. Karena keduanya memang asli Pekalongan. Anak-anaknya tidak ke sini, mereka akan langsung ke Pekalongan,” kata dia. (alfiatin)
The post from SatelitPost.

Amin Dituntut Hukuman Mati - Kabar Purbalingga

Amin Dituntut Hukuman Mati
Sep 12th 2017, 08:00, by Galih Yoga Priyambodo

PURBALINGGA, SATELITPOST- Setelah dua kali tertunda, sidang agenda tuntutan terhadap terdakwa Amin Subechi (26) warga Pengadegan Purbalingga akhirnya terlaksana, Senin (11/9). Terdakwa pembunuhan terhadap Eti Suherti dan Hanani warga Kelurahan Kalikabong itu dituntut hukuman mati.Karena perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa dua orang dengan direncana, terdakwa dituntut untuk dipidana mati sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP tentang pembunuhan berencana. Nurahman Jaksa Penuntut Umum
Tuntutan tersebut dibacakan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Nurahman Adi Kusumo, David Sutrisno, dan Oki Bogitama. Persidangan tersebut dipimpin Hakim Agung Priambodo sebagai ketua, dan dua anggota yakni Bagus Trenggono dan Jeily Syahputra.
“Karena perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa dua orang dengan direncana, terdakwa dituntut untuk dipidana mati sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP tentang pembunuhan berencana,” kata JPU Nurahman, Senin (11/9).
Trihary, satu di antara keluarga korban mengatakan cukup puas tuntutan yang diberikan oleh jaksa. Karena seperti memang sedari awal, keluarga menginginkan  hukuman yang setimpal dengan perbuatan terdakwa. Pihaknya juga mengapresiasi kinerja jaksa dalam mengungkap kasus tersebut. Hal itu dilihat dari, terungkapnya fakta di pengadilan. Termasuk soal perencanaan pembunuhan yang dilakukan  terdakwa.
“Berharap majelis hakim memberikan keadilan bagi keluarga korban  dengan mengabulkan tuntuan hukuman mati terhadap terdakwa Amin Subechi. Hukuman mati itu setidaknya bisa menghilangkan kesedihan dari keluarga yang sampai saat ini masih ada,” kata Trihary.
Seperti sidang-sidang sebelumnya, puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Purbalingga (AMP) mendatangi kantor pengadilan. Mereka ingin terus mengawal persidangan kasus yang menyeret Amin Subechi. Kemarin, sekitar 60 orang datang dengan membawa atribut dan spanduk.
Pada intinya, puluhan masyarakat tersebut meminta terdakwa dihukum mati. Mereka menuntut keadilan kepada para jaksa dan hakim bisa menunjukkan keadilan pada kasus tersebut. Sejumlah spanduk dibentangkan di luar ruang sidang. Aparat kepolisian Polres Purbalingga juga menjaga ketat di sekitar pengadilan.
"Tuntutan yang sangat sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan terdawka Amin. Tuntutan hukuman mati untuk Amin juga merupakan tuntutan yang setimpal dengan perbuatan. Tuntutan yang dijatuhkan sangat kami harapkan dapat dikabulkan oleh hakim yang mulia, sehingga keluarga ataupun kerabat yang ditinggalkan dapat memperoleh keadilan atas perbuatan yang telah dilakukan oleh terdakwa, " kata Kordinator Aksi, Agustina.
Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Imbar Sumisno dan  M Ihsanul Fuad mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan pembelaan untuk terdakwa. Pledoi itu akan dibacakan pada sidang pekan depan.
Diketahui, Amin Subechi nekat membunuh mantan kekasihnya, Hanani dan neneknya, Eti Suherti, warga Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah pada Januari lalu. Alasannya karena korban Hanani tidak mau lagi memutuskan tali asmara.
Amin ditangkap aparat Polres Purbalingga di Cibinong, Jawa Barat sehari berselang. Polisi menjerat tersangka dengan pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal
hukuman mati. (aminbellet@gmail.com)
The post from SatelitPost.

Bupati Kecewa Pengesahan APBD Perubahan Molor - Kabar Purbalingga

Bupati Kecewa Pengesahan APBD Perubahan Molor
Sep 12th 2017, by Galih Yoga Priyambodo
PURBALINGGA, SATELITPOST–Molornya pengesahan APBD Perubahan tahun 2017 dikhawatirkan bisa berdampak pada tidak tercapainya target kegiatan yang telah dicanangkan.  Keterlambatan pengesahan tahun ini, dianggap karena belum jalannya agenda intelektual baik di jajaran eksekutif maupun legislatif. Hal terebut membuat Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM merasa kecewa.
Bupati Tasdi menyampaikan, pembahasan anggaran perubahan tahun 2017 dinilainya lebih buruk daripada APBD Perubahan lalu. Pada tahun 2016, APBD Perubahan telah dapat disyahkan pada 30 Juni. Tetapi, tahun ini terjadi keterlambatan 2 bulan dan baru disahkan pada 31 Agustus.
"Keterlambatan ini akan berdampak pada berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan. Karena waktunya mepet apalagi sudah masuk musim hujan," kata Bupati Tasdi saat menyerahkan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA) APBD Perubahan 2017 di Operation Room Graha Adiguna, Senin (11/9).
Karena waktu yang semakin pendek, maka dikhawatirkan akan memberikan dampak pada proyek pembangunan fisik. Karena waktu pengerjaan menjadi pendek, akan semakin berkurang lagi waktu efektif jika sudah menemui musim penghujan. "Bisa saja sejumlah kegiatan menjadi gagal lelang, mangkrak dan berdampak pada kerugian masyarakat,"  ujarnya.
Tasdi mengajak seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengawal anggaran yang sudah ditetapkan agar bisa dilaksanakan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat anggaran. Karena kegiatan yang muncul dalam APBD adalah perwujudan dari visi misi pemerintah daerah yang asalnya merupakan visi misi bupati dan wakil bupati terpilih. Sehingga tidak ada istilah proyeknya bupati, proyeknya wakil bupati, atau proyeknya ketua DPRD.
"Yang ada adalah kegiatan pemda untuk bagaimana mewujudkan visi misi Purbalingga. Semua kegiatan yang masuk dalam APBD ya aspirasi eksekutif, legislatif, dan masyarakat," katanya.
Penyerahan DPPA kali ini, lanjut Bupati, tidak sekadar menjadi rutinitas, namun harus ada paradigma baru sesuai instruksi presiden (Inpres) nomor 12 Tahun 2016 tentang Revolusi Mental. "Pola pikir kita harus diubah agar punya rasa memiliki, pekerjaannya cepat selesai dan Purbalingga maju," kata Tasdi.
Bupati juga mengingatkan pimpinan OPD adanya pasal 383 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 menyangkut inovasi daerah. Pemerintah daerah/kota dituntut untuk berinovasi. Tidak hanya melaksanakan hal-hal rutin, namun memiliki inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Diketahui, sesuai Perda Nomor 17 Tahun 2017 tentang Perubahan APBD Tahun anggaran 2017 yang dijabarkan dalam Peraturan Bupati Nomor 80 Tahun 2017, ditetapkan pendapatan setelah perubahan Rp 1,962 triliun dengan rencana Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik mencapai Rp 100 miliar dari PAD sebelum perubahan  Rp 247 miliar menjadi Rp 347 miliar. "OPD yang memiliki tanggung jawab agar mengawal target pendapatan yang telah disepakati," katanya.
Sedangkan belanja pada APBD Perubahan juga mengalami kenaikan dari Rp 2,053 triliun sebelum perubahan menjadi Rp 2,132 triliun atau bertambah 3,82 persen. Belanja tersebut terbagi menjadi belanja tidak langsung 53 persen atau mencapai Rp 1,133 triliun dan belanja langsung 47 persen mencapai Rp 998,9 miliar . Dari komposisi pendapatan dan belanja tersebut, menunjukkan adanya political will dari eksekutif dan legislatif untuk senantiasa meningkatkan belanja yang pro rakyat. "Devisit Rp 169 miliar, ditutup melalui penerimaan pembiayaan," ujarnya. (min)

The post from SatelitPost.

Pasutri Terbungkus Bed Cover Ditemukan Ngambang di Klawing Purbalingga - Kabar Purbalingga

Pasutri Terbungkus Bed Cover Ditemukan Ngambang di Klawing Purbalingga

Jasad Masih Bersarung dan Mukena PURBALINGGA- Senin pagi yang hening di Desa Palumbungan Kecamatan Bobotsari berbubah geger. Warga menemukan dua mayat yang mengambang berjejeran di aliran Sungai Klawing. Jasad tersebut terbungkus bedcover. Belakangan diketahui jika mayat yang mengambang itu ialah pasangan suami dan istri. Mereka bernama Husni Zarkasih (58) dan Zakiyah Husni (58), warga Jalan
[selengkapnya]

Hardizon Jabat Kades Manduraga - Kabar Purbalingga

Hardizon Jabat Kades Manduraga


Hardizon dipercaya untuk menjabat sebagai Kepada Desa (Kades) Manduraga Kecamatan Kalimanah, Purbalingga. Posisi tersebut didapat setelah dia terpilih secara aklamasi, pada Pilkades Pergantian Antarwaktu (PAW), Sabtu (9/9). Sebelumnya, posisi kades desa tersebut kosong, setelah kades yang sebelumnya meninggal dunia.
Pj Kades Manduraga, Widodo menyampaikan, pada Pilkades PAW tersebut, ada dua calon. Masing-masing adalah Hardizon dan Hari Saptono. Pemilih pada PAW itu berjumlah 73 suara, terdiri dari anggota BPD, perangkat desa, KPMD, RW, RT, PKK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.
"Berbeda dengan pilkades pada umumnya dimana pemilihnya seluruh warga desa, tapi pilkades PAW pemilih hanya dari warga yang duduk di lembaga desa sebagai wakil dari warga keseluruhan. Dari 73 pemilih yang hadir 72 orang, dan ada 3 orang sedang sakit, namun mereka pun secara aklamasi memilih Hardizon sebagai kepala desa," kata  Manduraga, kemarin.
Diketahui, Hardizon merupakan calon kades pada saat pilkades umum dia mendapatkan jumlah suara paling banyak kedua, setelah (alm) Saptono. Seharusnya, (alm) Saptono menjabat menjadi Kades hingga 2018.  Namun, karena dia meninggal dunia pada Maret lalu, posisi kades desa setempat menjadi kosong.
"Dalam pilkades sebelumnya dan menempati urutan kedua dalam perolehan suara. Sedangkan Hari Saptono sebelumnya tidak ikut pilkades, seharusnya masa jabatan habis pada habis pada 2018 lalu atau masih 1,5 tahun lagi. Pilkades PAW seperti ini baru kali pertama dilakukan di Kabupaten Purbalingga,” katanya.
Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan Setda Purbalingga, Muhammad Fathurrohman mengatakan, pelaksanaan Pilkades PAW tersebut berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2016 Pilkades PAW dilaksanakan apabila kades tidak dapat melanjutkan jabatannya akibat meninggal dengan sisa masa jabatan kades sebelumnya lebih dari satu tahun.
“Pilkades PAW sifatnya bentuknya musdes (musyawarah desa, red) dan yang menggelar BPD. Sebenarnya mekanismenya hampir sama dengan pilkades reguler. Hanya yang membedakan pemilihnya. Kalau reguler seluruh warga yang punya hak pilih, kalau PAW hanya perangkat desa dan kelembagaan,” katanya.
Setelah proses musdes pilkades PAW tersebut, BPD kemudian melaporkan hasilnya ke Bupati yang dijadwalkan pada Selasa (12/9) mendatang. Dari situ lalu Bupati akan menetapkan dan melantik kades definitif. (min)

The post from SatelitPost.