Siklon Tropis Cempaka Memporakporandakan Banyumas Raya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas
menyatakan siklon tropis Cempaka yang menerjang wilayah Banyumas Barat
pada Kamis pagi (30/11) hingga sore hari mengakibatkan 50 rumah lebih
dan bangunan non permanen seperti kandang ayam hancur.
Kejadiannya
begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan
tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar dan
kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara.
Kapolsek Karangkobar
AKP Suyit Munandar
“Kami
sedang melalukan penanganan, sementara dari data yang masuk ada sekitar
50 lebih mengalami kerusakan. Ada yang roboh ada juga yang hanya rusak
bagian atasnya. Kandang ayam juga ada yang roboh,” kata Catur Hari
Susilo ST, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Banyumas, (1/12).
Ia
mengatakan, seperti yang sudah diinformasikan oleh BMKG bahwa ada
potensi angin kencang hingga 30 knot di Pulau Jawa. Siklon Tropis
Cempaka di wilayah perairan sebelah selatan Jawa Tengah mengakibatkan
perubahan pola cuaca di sekitar lintasannya.
“Sedangkan di
Banyumas terjadi di Kecamatan Cilongok, Ajibarang dan Pekuncen. Desa
desanya itu dari Sunyalangu, Sokawera, Gununglurang, Karangtengah,
Karangklesem, Candinegara sampai Pekuncen, Kranggan juga,” kata dia.
Angin
besar, kata Catur Hari Susilon, memang tidak sampai ke wilayah Banyumas
lain, namun bukan berarti potensi angin Cempaka ini hilang dan tidak
datang kembali menuju wilayah lain. Sebab menurutnya selama tiga hari ke
depan, angin Cempaka potensinya masih besar masuk wilayah Banyumas.
“Selama
tiga hari ke depan tetap harus waspada. Kalau suhu tetap dingin,
mendung tapi tidak hujan dan ada angin walaupun tidak kencang maka jauhi
bagunan tidak permanen dan pohon tinggi. Cempaka ini datangnya
tiba-tiba, langsung muncul angin kencang,” kata dia.
BPBD Banyumas
menyatakaan, selain angin kencang potensi lain adalah munculnya petir.
Namun warga diminta tidak panik. “Ini angin lewat, kencang dan besar.
Masyrakat jangan terlalu panik juga membayangkan bentuknya seperti angin
puting beliung yang menerbangkan apa saja. Angin besar lewat, cenderung
mendorong akhirnya merobohkan sesuatu,” kata dia.
Menurut
keterangan Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo, angin kencang menumbangkan
beberapa pohon hingga menimpa rumah warga. Ia mengatakan, pohon yang
tumbang tersebar di enam titik berbeda. Di antaranya Desa Tumiyang dan
Semeda, Kecamatan Pekuncen. Selain itu juga terjadi di Desa Sawangan RT 6
RW 1, Kecamatan Ajibarang rumah atas nama Dirman. Dirman menjadi kroban
dengan kerusakan yang cukup serius hingga kerugian ditaksir mencapai Rp
1,5 juta. Kemudian pohon tumbang juga terjadi di Desa Karangkemiri,
Kecamatan Karanglewas. Di Karangkemiri angin kencang tidak menimbulkan
korban material maupun korban jiwa.
"Di Desa Karanganyam RT 3 RW
3, Kecamatan Lumbir rumah milik bapak Harjono tertimpa pohon dan
mengalami kerugian Rp 5 juta, di Desa Karangtengah RT 4 RW 5, Kecamatan
Cilongok rumah bapak Darsun juga menjadi mengalami kerusakan akibat
pohon tumbang," kata dia.
Dampak dari pohon tumbang tersebut,
lanjut Kusworo, juga menyebabkan kerusakan beberapa jaringan listrik dan
fasilitas umum, serta akses beberap ruas jalan yang terutup. "Beruntung
dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, karena warga saat
kejadian lansung menghindar," ujarnya.
Bersama-sama dengan warga,
TNI dan relawan, TRC BPBD melakukan pengondisian lokasi kejadian dengan
memotong sejumlah pohon yang menimpa rumah warga serta membersihkan
puing-puing material akibat kejadian tersebut. Kusworo berharap
masyarakat selalu waspada terhadap Siklon Cempaka yang bisa kembali
terulang. "Selalu waspada jika nanti ada kejadian susulan, segera
mengunsi ketempat yang lebih aman," ujarnya.
Sementara di hari
yang sama, hujan deras yang disertai angin kencang memporakporandakan
tenda tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan kepala desa di Desa
Karangkobar, Kecamatan Karangkobar. Dari kejadian tersebut, seorang
panitia pemilihan kepala desa Farida Dwi E (22) terpaksa dilarikan ke
rumah sakit karena sempat tak sadarkan diri setelah tertimpa tenda.
Kejadiannya
begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan
tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar dan
kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara.
Kapolsek Karangkobar
AKP Suyit Munandar
TPS
yang terbuat dari tenda-tenda ambruk dan kursi plastik yang disediakan
berantakan diterjang angin dan hujan. Logistik pilkades berupa kotak
pemilihan terpaksa disingkirkan dan diamankan. Setelah disepakati,
pemilihan akhirnya dipindah ke gedung SDN 2 Karangkobar.
Berdasarkan
informasi yang berhasil dihimpun, hujan deras disertai angin kencang
terjadi sejak pukul 10.00 WIB. Saat itu proses pemilihan kepala desa
sedang berlangsung, sekitar pukul 10.45 WIB, angin kencang datang dan
langsung menghempas tenda yang ada di lapangan untuk pemungutan suara.
“Kejadiannya
begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan
tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar,
dan kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara,” kata Kapolsek Karangkobar,
AKP Suyit Munandar.
Setelah kejadian, panitia bersama tim
pengamanan dari TNI, Polri, masyarakat bersama-sama mengamankan proses
pemilihan. Setelah ada kesepakatan, pemilihan dilanjutkan di SDN 2
Karangkobar yang letaknya tak jauh dari TPS.
Di Purbalingga,
sedikitnya ada lima rumah rusak setelah diterjang hujan deras disertai
angin kencang, Kamis (30/11) sore. Daerah terdampak itu meliputi wilayah
Bobotsari dan Karangmoncol.
Angin kencang menyebabkan pohon
bertumbangan. Akibatnya ada tiga rumah warga di daerah Bobotsari rusak
tertimpa pohon. Tiga rumah ini masing-masing milik Tolib (72) warga RT 3
RW 3 Desa Dagan, Rohmat (59) dan Warsono (50) warga RT 1 RW 1 Desa
Bobotsari. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.
Kepala
Pelaksanaan BPBD Kabupaten Purbalingga, Satya Giri Podo didampingi Kasi
Kedaruratan dan Logistik, Muhsoni mengatakan, pihaknya bersama anggota
SAR, TNI, Polri, relawan dan warga setempat melakukan penanganan
mengevakuasi pohon yang menimpa rumah milik warga.
“
Alhamdulillah tidak
ada korban jiwa. Tapi kerugian materi ditaksir mencapai jutaan rupiah,
karena rumah rusak, dan fasilitasnya, kami bersama SAR, TNI, POLRI
beserta warga langsung melakukan evakuasi,” ujarnya.
Selain
menimpa rumah, pohon tumbang di wilayah Bobotsari juga ada yang menimpa
kabel jaringan listrik. Hal itu menyebabkan wilayah Bobotsari, khususnya
Grumbul Dagan mengalami pemadaman listrik sampai dua hari. “Pohon
tumbang kena kabel sampai putus, pemadaman listrik dua hari,” Kata
seorang warga Dagan, Doni.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Bobotsari
Harsono membenarkan di wilayahnya pada Kamis sore terjadi angin kencang.
“Ada beberap desa yang mati listrik, akibat pohon tumbang karena angin
kencang, tapi sekarang sudah nyala,” katanya, Jumat (1/12).
Lebih
lanjut, Mukshoni menyampaikan selain di Bobotsari pohon tumbang juga
terjadi di wilayah Kecamatan Karangmoncol. Dua rumah milik Rasmoyo (42)
warga RT 13 RW 15 Dusun 4 Dukuh Grugak, Desa Tunjungmuli dan rumah milik
Tarwin (45) warga RT 20 RW 7 Desa Rajawana rusak. Masing-masing
penghuni rumah tersebut berhasil menyelamatkan diri.
“Tadi (Kamis,
res) malam, sehabis maghrib. Waktu itu hujan deras dan anginnya kencang
sekali, tiba-tiba atap rumah dan dinding kayu yang dari kayu terbang,
saya dan keluarga yang ada di dalam rumah langsung keluar menyelamatkan
diri,” ujar Rasmoyo.
Akibat angin kencang itu, rumah semi permanen
itu roboh. Kerugian materi mencapai Rp 20 juta. Ia dan kelima anggota
keluarganya kini harus mengungsi ke rumah saudaranya sembari menunggu
bantuan perbaikan rumahnya.
Beberapa jam sebelumnya, rumah milik
Tarwin di Desa Rajawana rusak karena tertimpa pohon randu. Dia dan empat
anggota keluarganya selamat. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp 5
juta.
Mulyono mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan
kewaspadaan. Karena potensi terjadinya bencana angin dan longsor masih
ada sampai Februari mendatang. Terlebih, saat ini sedang terjadi siklus
angin di Samudra Hindia. Hal itu diprediksi memberikan dampak di
sebagian wilayah Jateng bagian selatan.
(auliaelhakim01@gmail.com/shandiyanuar016@gmail.com/oelsatriapost@yahoo.com/aminbellet@gmail.com)
The post
Siklon Tropis Cempaka Memporakporandakan Banyumas Raya appeared first on
SatelitPost