Informasi Purbalingga Terkini dari berbagai sumber. [Support by Playstation-Net , Radar Banyumas, Satelit Post]

Bendungan Suro Rusak, Pengairan Tak Maksimal

Bendungan Suro Rusak, Pengairan Tak Maksimal
Dec 5th 2017, 08:27, by Galih Yoga Priyambodo

Masyarakat Desa Grantung Kecamatan Karangmoncol berharap ada perbaikan permanen di bendungan Suro di Sungai Karang. Sebab, sejak jebol dua tahun lalu, irigasi untuk pertanian menjadi tidak maksimal. Hal itu disampaikan oleh Kades Grantung, Soko Nur Adin, kemarin (4/12).
Soko Nur Adin mengatakan, tanggul  jebol pada akhir 2015 lalu, karena diterjang oleh banjir. "Bendungan tersebut memiliki panjang sekitar 90 meter, separuh tangguh jebol, di bagian tengah. Sejak jebol waktu itu, penanganan sementara dilakukan dengan tanggul darurat menggunakan Bronjong," kata dia.
Penggunaan tanggul darurat ini dinilainya tidak maksimal. Padahal, irigasi tersebut merupakan sumber air utama bagi lahan pertanian seluas 110 hektare di desa tersebut.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nara Tani Desa Grantung, Rahmat Sutanto mengatakan, dia dan masyarakat lainnya berharap segera dibangun bendungan permanen. Sehingga perairan  bisa maksimal. Mengingat Desa Grantung merupakan satu di antara lumbung padi di Kabupaten Purbalingga. Lebih dari 80 persen penduduknya bermata pencaharian sebagai petani yang sangat bergantung pada irigasi dari Sungai Karang.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah segera memperbaiki Bendungan Suro tersebut, sehingga petani tidak lagi kesulitan mendapatkan air saat musim tanam,” katanya. (min)
The post Bendungan Suro Rusak, Pengairan Tak Maksimal appeared first on SatelitPost.

Pembangunan Akses Bandara JBS Terhambat

Pembangunan Akses Bandara JBS Terhambat
Dec 5th 2017, 08:27, by Galih Yoga Priyambodo

Bandara Jenderal Besar Soedirman merupakan proyek besar yang sudah digarap bertahun-tahun. Meski demikian, hambatan terus saja muncul. Terakhir, hambatan muncul dari sisi warga.
Sedikitnya enam orang menolak menjual tanah mereka untuk keperluan pelebaran jalan menuju bandara.  Hal ini pun membuat proses pembebasan tanah ke dihentikan. Selanjutnya, akan segera dicari jalur alternatif sebagai akses jalan utama masuk Bandara Jenderal Besar Soedirman.
Hal itu, terungkap dalam rapat koordinasi pengadaan tanah untuk pembangunan akses jalan utama Bandara Jenderal Besar Soedirman di Pendapa Kecamatan Bukateja, Senin (4/12). Enam warga yang menolak adalah Sutomo (Desa Tidu), Rojiah (Desa Tidu), Warsini (Desa Wirasaba), Warsem (Desa Wirasaba), Sumarjo (Desa Wirasaba), serta Partinem (Desa Wirasaba). Seluruhnya, merupakan warga Kecamatan Bukateja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Purbalingga Ir Setiyadi MSi mengatakan, rapat koordinasi tersebut merupakan pertemuan ataupun rapat terakhir terkait dengan persetujuan warga. Sehingga, jika ada satu saja warga yang tidak setuju, maka semua akan batal karena semuanya merupakan satu kesatuan.
Penghentian proses pembebasan tanah akses jalan utama masuk bandara dinyatakan dihentikan, dengan ditandai penandatanganan berita acara pemberhentian proses pembebasan tanah ruas Desa Tidu – Wirasaba. Penandatanganan dilakukan oleh seluruh warga terdampak, serta disaksikan oleh yang hadir.(min)
The post Pembangunan Akses Bandara JBS Terhambat appeared first on SatelitPost.

Trotoar Di Purbalingga Tak Mungkin Diganti

Trotoar Di Purbalingga Tak Mungkin Diganti
Dec 5th 2017, 08:27, by Galih Yoga Priyambodo

Trotoar licin di sejumlah bilangan protokol di Purbalingga dikeluhkan ratusan bahkan ribuan orang. Meski demikian, pemerintah kabupaten setempat tetap tak bergeming.
Meski sudah membuat banyak orang terjatuh, dinas terkait tetap enggan melakukan penggantian keramik. Mereka beralasan, trotoar tersebut merupakan proyek yang baru selesai dan tidak mungkin diganti.
"Tidak mungkin diganti, itu barang baru dan masih dalam masa pemeliharaan," kata Kepala DPU-PR Purbalingga, Setiyadi, kemarin.
Meski memunculkan kesan bahwa pemkab tak peduli dengan masyarakat, Setiyadi tetap menampik anggapan tersebut. Ia berkilah, tidak direnovasi tidak berarti pemerintah tak mendengar suara masyarakat.
"Aspirasi itu kan tidak langsung ditanggapi. Kalau setiap ada keluhan kita bongkar, nanti setelah dibongkar ada yang komplain, masa kita bongkar lagi. Pembangunan itu pasti ada plus minus," kata dia.
Lebih lanjut Setyadi menyampaikan, diantara keramik trotoar yang licin. Terdapat satu lajur keramik dengan tekstur kasar. Tujuan tersebut adalah diperuntukkan sebagai jalur bagi difabel. Sehingga dibuat pembeda. Namun, jika pun penggantian keramik tidak sepenuhnya, namun diganti satu keramik dengan tekstur sama seperti jalur difabel, itu pun tidak bisa dilakukan dalam dekat ini.
“Speknya memang seperti itu, itu yang kuning (tekstur kasar, red) untuk jalur difabel. Hanya saya, untuk ke depannya pasti akan jadi perhatian sebagai pertimbangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Bina Marga dan jembatan DPU-PR Purbalingga Nugroho menyampaikan, bahwa dari pihak rekanan bersedia membenahi kondisi tersebut. Pada bagian yang miring akan diganti dengan tekstur yang lebih kasar. Namun, sampai saat ini kondisi trotoar belum ada perubahan yang berarti.
Diberitakan sebelumnya, Kondisi trotoar yang licin dan dikeluhkan oleh masyarakat mendapat sorotan dari kalangan legislatif Kabupaten Purbalingga. Karena kondisi yang tidak nyaman dan sampai ada korban, maka pemerintah daerah wajib bertanggung jawab. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Adi Yuwono.
“Itu memang harus segera direnovasi, harus itu, karena memakan korban dan pengguna tidak nyaman, pemerintah daerah sudah harus tanggung jawab,” kata Adi Yuwono, kemarin.
Seharusnya, sudah sejak awal perencanaan harus sudah matang. Apalagi hal tersebut memang diperuntukkan bagi masyarakat.(min)
The post Trotoar Di Purbalingga Tak Mungkin Diganti appeared first on SatelitPost.

Dua Cewek Purbalingga ini Gunakan Obat Batuk Untuk Mabuk, Padahal Masih di Bawah Umur!

Dua Cewek Purbalingga ini Gunakan Obat Batuk Untuk Mabuk, Padahal Masih di Bawah Umur!


Satres Narkoba Polres Purbalingga menggelar razia peredaran narkoba di beberapa titik di Kota Perwira, Sabtu (2/12) malam. Antara lain, tempat hiburan malam, rumah kos, dan beberapa titik yang dinilai berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan narkoba.
Meski demikian, dalam aksi kemarin, tim dapat dikatakan pulang tanpa hasil. Sebab, alih-alih mendapati penyalahguna narkoba, dari sekian banyak tempat yang mereka datangi, mereka hanya menemukan dua orang remaja putri yang tengah mabuk. Kedua wanita tersebut juga masih tergolong di bawah umur.
Mendapati kondisi ini, tim kemudian menginterogasi kedua remaja  tersebut. Hasilnya, dinyatakan bahwa gadis-gadis tersebut merupakan warga Kalikabong. Kedua perempuan belia ini kemudian dibawa ke Mapolres untuk mendapatkan pembinaan.
Kasat Reserse Narkoba AKP Senentyo membenarkan hal ini. Menurutnya, saat ditemukan keduanya tengah berada dalam kondisi mabuk. Hanya saja, keduanya tidak mengonsumsi minuman keras. "Dua perempuan dalam kondisi mabuk, mereka mengonsumsi obat batuk sachet dalam jumlah banyak. Kami amankan dan dikasih pembinaan sebelum akhirnya di kembalikan ke orang tua yang beralamat di Kalikabong,” katanya.
Pihaknya mengimbau, agar orang tua lebih memperhatikan lagi anak-anaknya. Terlebih yang masih di bawah umur. Jangan sampai terjerumus pada pergaulan yang salah, dengan mengonsumsi narkoba dan pergaulan bebas.
AKP Senentyo mengatakan, kegiatan kemarin sengaja dilaksanakan untuk mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Khususnya di tempat hiburan malam maupun rumah kos. Hal ini juga sebagai upaya cipta kondisi menjelang Natal dan tahun baru.
“Sasaran giat kali ini adalah tempat hiburan malam dan tempat kos, kemarin (Sabtu, red) kita lakukan di wilayah Kalimanah dan Kutasari, selain itu di kompleks pasar hewan juga dilakukan pemeriksaan,” katanya, kemarin.
Di tempat kos, pemeriksaan dilakukan tes urine kepada pada penghuni kos. Sedang di tempat hiburan malam, tes dilakukan kepada pengunjung dan para pegawainya. Selain melakukan pencegahan narkoba, juga untuk mengetahui persebaran virus HIV/AIDS.
“Penghuni kos, pengunjung dan  pekerja tempat hiburan malam kita lakukan penggeledahan dan pemeriksaan urine. Selain itu bersama tim medis dari Puskesmas Kalimanah kita lakukan pengecekan darah terkait virus HIV/AIDS,” ujarnya.
Lebih lanjut AKP Senentyo mengatakan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya narkoba di tempat hiburan maupun tempat kos yang disambangi. Sedangkan untuk pemeriksaan urine hasilnya semuanya negatif narkoba. Begitu juga pada hasil tes HIV/AIDS,  hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan orang terdeteksi.
“Dengan kegiatan razia yang sudah dilakukan semoga dapat mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba sehingga dapat menciptakan situasi kondusif menjelang Natal dan tahun baru,” kata dia. (min)

The post Dua Cewek Purbalingga ini Gunakan Obat Batuk Untuk Mabuk, Padahal Masih di Bawah Umur! appeared first on SatelitPost.

Siswa SMK Negeri 1 Kaligondang Raih Prestasi Tingkat Provinsi

Siswa SMK Negeri 1 Kaligondang Raih Prestasi Tingkat Provinsi


Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kaligondang kembali menyabet prestasi tingkat provinsi. Prestasi kali ini dipersembahkan oleh Rois (17) siswa kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Anak seorang petani asal Timbang, Kecamatan Kejobong ini menjadi yang terbaik pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) ke-26 Jateng,  di Pati , (27–29/11).
“Tidak menyangka, tapi sangat bersyukur dan terima kasih kepada semua yang telah mendukung, tidak lupa pada orang tua,” katanya, kemarin.
Dia maju di tingkat Jateng, karena sebelumnya terpilih menjadi juara even yang sama di level Kabupaten. Setelah kembali menjadi yang terbaik di tingkat provinsi, selanjutnya Rois akan menjadi wakil Jateng di tingkat Nasional. Dia berhasil menjadi juara pada mata lomba Automobile Technology.
“Seluruh kabupaten/kota ada perwakilannya, saya mewakili Purbalingga, karena di tingkat kabupaten juga menjadi juara pertama. Setelah ini saya harus belajar dan berusaha lebih  keras lagi, karena akan mewakili Jateng di tingkat nasional,” ujarnya.
Dia menyampaikan, tiga bulan terakhir dia intens  belajar dan berlatih sebagai persiapan. Selama itu, dia harus pandai-pandai mengatur waktu. Karena masih tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. Belum lagi waktu itu harus menghadapi ujian sekolah juga.
Guru pembimbing Rois,  Andre Yulian Akbar, menyampaikan rasa sukur atas prestasi yang diraih Rois. Setelah di tahun-tahun sebelumnya hanya masuk lima besar, kali ini berhasil menjadi jawara.  Meskipun persiapan termasuk minim. Pasalnya, dalam kurun waktu tiga bulan, efektif belajar atau bimbingan hanya 40 kali pertemuan.
"Persiapan durasinya tiga bulan, tetapi karena siswa ada ujian, kegiatan belajar, dan sebaginya,  efektif pertemuan hanya 40 kali. Termasuk kunjungan ke beberapa tempat untuk belajar," kata Andre.
Pada lomba Automobile Technology ini, peserta harus melalui lima tahapan sebelum masuk tahap final. Antara lain, engine tune up EFI, electrical body, brake system, manual transmission, dan engine mechanical. “Juara II dan III didapat oleh perwakilan dari SMKN 1 Blora dan SMK Muhammadiyah Karanganyar,” ujarnya.
Sementara itu, kelapa sekolah SMK N 1 Kaligondang, F Budi Santoso SPd MSi menyampaikan apresiasi terhadap prestasi yang telah diraih. Predikat tersebut akan menjadi gerbang menuju prestasi yang lebih tinggi bagi Rois. Selain itu juga akan mengharumkan nama sekolah.
“Selamat dan sukses, semoga ke depannya semakin baik, sehingga bisa menjadi juara di tingkat nasional. Dan menuju masa depan yang lebih mudah,” ujarnya.
Dia menambahkan, selain lomba Automobile Technology, SMK N Kaligondang juga meraih prestasi lain di tahun ini. Sebut saja, juara akuntasi tingkat provinsi juga juara I. Kejuaraan lainnya yakni CADD, Painting, dan TSM. (min).
The post Siswa SMK Negeri 1 Kaligondang Raih Prestasi Tingkat Provinsi appeared first on SatelitPost

Di Purbalingga KASUS HIV Naik 3 Kali Lipat

Di Purbalingga KASUS HIV Naik 3 Kali Lipat


Peningkatan kasus HIV/AIDS di Purbalingga selama tahun 2017 dinilai cukup memprihatinkan. Sebab, angkanya mencapai tiga kali lipat dari total kasus yang terjadi di tahun sebelumnya.
Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon mengatakan, menurut data Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Purbalingga, catatan kasus yang terjadi di Purbalingga dalam kurun Januari-Oktober 2017 mencapai angka 60 kejadian. Dari jumlah tersebut, 14 penderita di antaranya meninggal dunia.
Jumlah ini terpaut sangat jauh ketimbang catatan KPAD untuk Januari-Desember 2016. Yakni, sejumlah 23-25 kasus.
"Pada 2017 ini peningkatannya signifikan dibanding 2016, hampir  tiga kali lipat. Kalau pada 2016 periode Januari – Desember hanya ada 23-25 kasus, pada 2017 ini sudah terdapat 60 kasus," ujar Tiwi.
Menurutnya, selain peningkatan jumlah kasus, ada hal lain yang juga terbilang sangat memprihatinkan, yakni terkait faktor risiko. Menurutnya, pada tahun sebelumnya, kebanyakan kasus dialami kaum heteroseksual yang sudah dewasa saja. Namun, di tahun ini, banyak kasus HIV yang menjangkiti kaum lajang. Yakni, pada usia produktif 18-26 tahun.
"Kemarin kami bahkan menemukan banyak balita dan bayi yang terinfeksi HIV dari ibunya. Saat pemantauan pekan layanan HIV/AIDS kemarin saya menemukan 22 balita dan 10 bayi terinfeksi HIV. Sungguh saya sangat miris," jelasnya.
Tiwi juga menegaskan, kasus ini harus mendapatkan perhatian semua pihak. Sebab, kasus HIV bak gunung es, hanya terlihat permukaannya saja.
"Saya yakin masih banyak penderita HIV/AIDS di luar data yang belum terdeteksi. Ini harus kita cari. Karenanya tahun ini kita lakukan pekan pelayanan HIV, untuk mencari penderita lain agar perkembangan virus HIV bisa ditekan sekaligus untuk melakukan deteksi dini," katanya.
Pemkab Lakukan Tes dan Bagi Poster
Sekretaris KPAD Heni Ruslanto menuturkan, peringatan Hari AIDS Sedunia kali ini lebih difokuskan pada upaya deteksi dini melalui kegiatan Pekan Layanan Kesehatan khususnya layanan VCT atau tes HIV/AIDS. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak 27 November dan akan berakhir pada 2 Desember, pada semua layanan kesehatan masyarakat seperti 22 Puskesmas, laboratorium kesehatan, RSUD dr R Goeteng Tarunadibrata, dan semua rumah sakit non pemerintah.
"Sampai Rabu kemarin (29/11) berhasil melakukan tes kepada 1.159 orang secara sukarela terdiri dari masyarakat umum, ibu hamil, calon pengantin, dan kalangan aparatur. Di antaranya, terdapat hasil tes yang reaktif sebanyak 3 orang," katanya.
Pihaknya, lanjut Heni, juga melakukan sidak di sejumlah tempat karaoke dengan hasil negatif. Selain itu juga bakal dilakukan penyebaran leaflet dan penyematan logo merah HIV/AIDS pada dua perusahaan besar di Purbalingga. Kegiatan ini akan dilakukan Sabtu (2/12) di PT. Boyang Industrial dengan jumlah karyawan 6.300 orang dan PT. Tiga Putra Abadi Perkasa yang memiliki 800 karyawan.
Sementara pada 100 perusahaan lain, dibagikan poster sebagai media sosialisasi tidak langsung. Penyebaran poster juga dilakukan kepada pengelola obyek wisata, restoran, dan hotel. Sebagai puncak acara akan diadakan upacara peringatan HAS pada 4 Desember 2017.(aminbellet@gmail.com)
The post Di Purbalingga KASUS HIV Naik 3 Kali Lipat appeared first on SatelitPost.

Siklon Tropis Cempaka Memporakporandakan Banyumas Raya

Siklon Tropis Cempaka Memporakporandakan Banyumas Raya


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas menyatakan siklon tropis Cempaka yang menerjang wilayah Banyumas Barat pada Kamis pagi (30/11) hingga sore hari mengakibatkan 50 rumah lebih dan bangunan non permanen seperti kandang ayam hancur.
Kejadiannya begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar dan kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara.
Kapolsek Karangkobar
AKP Suyit Munandar
“Kami sedang melalukan penanganan, sementara dari data yang masuk ada sekitar 50 lebih mengalami kerusakan. Ada yang roboh ada juga yang hanya rusak bagian atasnya. Kandang ayam juga ada yang roboh,” kata Catur Hari Susilo ST, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Banyumas, (1/12).
Ia mengatakan, seperti yang sudah diinformasikan oleh BMKG bahwa ada potensi  angin kencang hingga 30 knot di Pulau Jawa. Siklon Tropis Cempaka di wilayah perairan sebelah  selatan Jawa Tengah mengakibatkan perubahan pola cuaca di sekitar lintasannya.
“Sedangkan di Banyumas terjadi di Kecamatan Cilongok, Ajibarang dan Pekuncen. Desa desanya itu dari Sunyalangu, Sokawera, Gununglurang, Karangtengah, Karangklesem, Candinegara sampai Pekuncen, Kranggan juga,” kata dia.
Angin besar, kata Catur Hari Susilon, memang tidak sampai ke wilayah Banyumas lain, namun bukan berarti potensi angin Cempaka ini hilang dan tidak datang kembali menuju wilayah lain. Sebab menurutnya selama tiga hari ke depan, angin Cempaka potensinya masih besar masuk wilayah Banyumas.
“Selama tiga hari ke depan tetap harus waspada. Kalau suhu tetap dingin, mendung tapi tidak hujan dan ada angin walaupun tidak kencang maka jauhi bagunan tidak permanen dan pohon tinggi. Cempaka ini datangnya tiba-tiba, langsung muncul angin kencang,” kata dia.
BPBD Banyumas menyatakaan, selain angin kencang potensi lain adalah munculnya petir. Namun warga diminta tidak panik. “Ini angin lewat, kencang dan besar. Masyrakat jangan terlalu panik juga membayangkan bentuknya seperti angin puting beliung yang menerbangkan apa saja. Angin besar lewat, cenderung mendorong akhirnya merobohkan sesuatu,” kata dia.
Menurut keterangan Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo, angin kencang menumbangkan beberapa pohon hingga menimpa rumah warga. Ia mengatakan, pohon yang tumbang tersebar di enam titik berbeda. Di antaranya Desa Tumiyang dan Semeda, Kecamatan Pekuncen. Selain itu juga terjadi di Desa Sawangan RT 6 RW 1, Kecamatan Ajibarang rumah atas nama Dirman. Dirman menjadi kroban dengan kerusakan yang cukup serius hingga kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 juta. Kemudian pohon tumbang juga terjadi di Desa Karangkemiri, Kecamatan Karanglewas. Di Karangkemiri angin kencang tidak menimbulkan korban material maupun korban jiwa.
"Di Desa Karanganyam RT 3 RW 3, Kecamatan Lumbir rumah milik bapak Harjono tertimpa pohon dan mengalami kerugian Rp 5 juta, di Desa Karangtengah RT 4 RW 5, Kecamatan Cilongok rumah bapak Darsun juga menjadi mengalami kerusakan akibat pohon tumbang," kata dia.
Dampak dari pohon tumbang tersebut, lanjut Kusworo, juga menyebabkan kerusakan beberapa jaringan listrik dan fasilitas umum, serta akses beberap ruas jalan yang terutup. "Beruntung dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, karena warga saat kejadian lansung menghindar," ujarnya.
Bersama-sama dengan warga, TNI dan relawan, TRC BPBD melakukan pengondisian lokasi kejadian dengan memotong sejumlah pohon yang menimpa rumah warga serta membersihkan puing-puing material akibat kejadian tersebut. Kusworo berharap masyarakat selalu waspada terhadap Siklon Cempaka yang bisa kembali terulang. "Selalu waspada jika nanti ada kejadian susulan, segera mengunsi ketempat yang lebih aman," ujarnya.
Sementara di hari yang sama, hujan deras yang disertai angin kencang memporakporandakan tenda tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan kepala desa di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar. Dari kejadian tersebut, seorang panitia pemilihan kepala desa Farida Dwi E (22) terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena sempat tak sadarkan diri setelah tertimpa tenda.
Kejadiannya begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar dan kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara.
Kapolsek Karangkobar
AKP Suyit Munandar
TPS yang terbuat dari tenda-tenda ambruk dan kursi plastik yang disediakan berantakan diterjang angin dan hujan. Logistik pilkades berupa kotak pemilihan terpaksa disingkirkan dan diamankan. Setelah disepakati, pemilihan akhirnya dipindah ke gedung SDN 2 Karangkobar.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, hujan deras disertai angin kencang terjadi sejak pukul 10.00 WIB. Saat itu proses pemilihan kepala desa sedang berlangsung, sekitar pukul 10.45 WIB, angin kencang datang dan langsung menghempas tenda yang ada di lapangan untuk pemungutan suara.
“Kejadiannya begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar, dan kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara,” kata Kapolsek Karangkobar, AKP Suyit Munandar.
Setelah kejadian, panitia bersama tim pengamanan dari TNI, Polri, masyarakat bersama-sama mengamankan proses pemilihan. Setelah ada kesepakatan, pemilihan dilanjutkan di SDN 2 Karangkobar yang letaknya tak jauh dari TPS.
Di Purbalingga, sedikitnya ada lima rumah rusak setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang, Kamis (30/11) sore. Daerah terdampak itu meliputi wilayah Bobotsari dan Karangmoncol.
Angin kencang menyebabkan pohon bertumbangan. Akibatnya ada tiga rumah warga di daerah Bobotsari rusak tertimpa pohon. Tiga rumah ini masing-masing milik Tolib (72) warga RT 3 RW 3 Desa Dagan, Rohmat (59) dan Warsono (50)  warga RT 1 RW 1 Desa Bobotsari. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksanaan BPBD Kabupaten Purbalingga, Satya Giri Podo didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik, Muhsoni mengatakan, pihaknya bersama anggota SAR, TNI, Polri, relawan dan warga setempat melakukan penanganan mengevakuasi pohon yang menimpa rumah milik warga.
Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian materi ditaksir mencapai jutaan rupiah, karena rumah rusak, dan fasilitasnya, kami bersama SAR, TNI, POLRI beserta warga langsung melakukan evakuasi,” ujarnya.
Selain menimpa rumah, pohon tumbang di wilayah Bobotsari juga ada yang menimpa kabel jaringan listrik. Hal itu menyebabkan wilayah Bobotsari, khususnya Grumbul Dagan mengalami pemadaman listrik sampai dua hari. “Pohon tumbang kena kabel sampai putus, pemadaman listrik dua hari,” Kata seorang warga Dagan, Doni.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Bobotsari Harsono membenarkan di wilayahnya pada Kamis sore terjadi angin kencang. “Ada beberap desa yang mati listrik, akibat pohon tumbang karena angin kencang, tapi sekarang sudah nyala,” katanya, Jumat (1/12).
Lebih lanjut, Mukshoni menyampaikan selain di Bobotsari pohon tumbang juga terjadi di wilayah Kecamatan Karangmoncol. Dua rumah milik Rasmoyo (42) warga RT 13 RW 15 Dusun 4 Dukuh Grugak, Desa Tunjungmuli dan rumah milik Tarwin (45) warga RT 20 RW 7 Desa Rajawana rusak. Masing-masing penghuni rumah tersebut berhasil menyelamatkan diri.
“Tadi (Kamis, res) malam, sehabis maghrib. Waktu itu hujan deras dan anginnya kencang sekali, tiba-tiba atap rumah dan dinding kayu yang dari kayu terbang, saya dan keluarga yang ada di dalam rumah langsung keluar menyelamatkan diri,” ujar Rasmoyo.
Akibat angin kencang itu, rumah semi permanen itu roboh. Kerugian materi mencapai Rp 20 juta. Ia dan kelima anggota keluarganya kini harus mengungsi ke rumah saudaranya sembari menunggu bantuan perbaikan rumahnya.
Beberapa jam sebelumnya, rumah milik Tarwin di Desa Rajawana rusak karena tertimpa pohon randu. Dia dan empat anggota keluarganya selamat. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Mulyono mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Karena potensi terjadinya bencana angin dan longsor masih ada sampai Februari mendatang. Terlebih, saat ini sedang terjadi siklus angin di Samudra Hindia. Hal itu diprediksi memberikan dampak di sebagian wilayah Jateng bagian selatan. (auliaelhakim01@gmail.com/shandiyanuar016@gmail.com/oelsatriapost@yahoo.com/aminbellet@gmail.com)
The post Siklon Tropis Cempaka Memporakporandakan Banyumas Raya appeared first on SatelitPost

Gelandangan Tanpa Identitas Melahirkan di Purbalingga

Seorang gelandangan yang biasa berkeliaran di kawasan Mahaputra, Bobotsari melahirkan. Beruntung, sebelum menjalani proses persalinan ia sempat ditolong dan dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata, belum lama ini. Perempuan yang belum diketahui identitasnya saat ini, masih berada di rumah sakit tersebut.Kapolsek Bobotsari AKP Ridju Sudiyanto menyampaikan, pada Kamis (30/11) ada warga yang melapor. Bahwa ada seorang perempuan yang biasa berkeliaran di kawasan ruko di Majapura menunjukkan gelagat akan melahirkan. Hal itu didasarkan atas kondisi perutnya yang sudah hamil besar. Selanjutnya petugas Polsek langsung datang ke lokasi bersama tim medis Puskesmas setempat.
“Awalnya kami bawa ke Puskesmas, namun langsung dirujuk ke rumah sakit. Benar, dia akan melahirkan. Hari itu (Kamis, red) dia melahirkan di rumah sakit,” ujarnya.
Mengenai identitas, saat ini belum bisa terungkap. Karena saat petugas mencoba menginterogasi, perempuan tersebut cenderung diam dan murung. Sedangkan di masyarakat sekitar Majapura juga tidak mengetahui asal-usul perempuan tersebut.
“Identitas belum bisa diketahui, karena cenderung diam. Kami evakuasi karena yang paling penting keselamatan, baik bayi maupun ibunya,” ujarnya.
Sementara itu, satu di antara bidan di RSUD Goeteng, Dona Wahyuni De Fretes menyampaikan bahwa perempuan tersebut melahirkan dengan selamat. Begitu juga kondisi bayinya. Selama proses persalinan, tidak ada kendala yang berarti. Karena perempuan tersebut tidak berontak atau bertingkah brutal.
“Bayi perempuan. Bayi dan ibunya selamat, melahirkan dengan normal, malah katanya melahirkannya saat dalam kondisi berdiri,” kata Dona.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kalau dirinya memang tidak ikut dalam proses persalinan. Tetapi dia yang bertugas merawat pascakelahiran. Saat perempuan tersebut dibersihkan, dan dirapikan, juga cenderung diam dan menurut. Saat ini, bayi dan ibunya masih berada di rumah sakit.
“Saya bertugas membersihkan nifasnya, saya malah tahu dari FB, selang beberapa waktu pindah di ruangan yang aku jaga. Saat dimandikan dan dipotong kukunya, dia juga anteng, dan nurut,” ujarnya. ( min)
The post Gelandangan Tanpa Identitas Melahirkan di Purbalingga appeared first on SatelitPost.