Informasi Purbalingga Terkini dari berbagai sumber. [Support by Playstation-Net , Radar Banyumas, Satelit Post]

Arsip

Bendungan Suro Rusak, Pengairan Tak Maksimal

Bendungan Suro Rusak, Pengairan Tak Maksimal
Dec 5th 2017, 08:27, by Galih Yoga Priyambodo

Masyarakat Desa Grantung Kecamatan Karangmoncol berharap ada perbaikan permanen di bendungan Suro di Sungai Karang. Sebab, sejak jebol dua tahun lalu, irigasi untuk pertanian menjadi tidak maksimal. Hal itu disampaikan oleh Kades Grantung, Soko Nur Adin, kemarin (4/12).
Soko Nur Adin mengatakan, tanggul  jebol pada akhir 2015 lalu, karena diterjang oleh banjir. "Bendungan tersebut memiliki panjang sekitar 90 meter, separuh tangguh jebol, di bagian tengah. Sejak jebol waktu itu, penanganan sementara dilakukan dengan tanggul darurat menggunakan Bronjong," kata dia.
Penggunaan tanggul darurat ini dinilainya tidak maksimal. Padahal, irigasi tersebut merupakan sumber air utama bagi lahan pertanian seluas 110 hektare di desa tersebut.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Nara Tani Desa Grantung, Rahmat Sutanto mengatakan, dia dan masyarakat lainnya berharap segera dibangun bendungan permanen. Sehingga perairan  bisa maksimal. Mengingat Desa Grantung merupakan satu di antara lumbung padi di Kabupaten Purbalingga. Lebih dari 80 persen penduduknya bermata pencaharian sebagai petani yang sangat bergantung pada irigasi dari Sungai Karang.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah segera memperbaiki Bendungan Suro tersebut, sehingga petani tidak lagi kesulitan mendapatkan air saat musim tanam,” katanya. (min)
The post Bendungan Suro Rusak, Pengairan Tak Maksimal appeared first on SatelitPost.

Pembangunan Akses Bandara JBS Terhambat

Pembangunan Akses Bandara JBS Terhambat
Dec 5th 2017, 08:27, by Galih Yoga Priyambodo

Bandara Jenderal Besar Soedirman merupakan proyek besar yang sudah digarap bertahun-tahun. Meski demikian, hambatan terus saja muncul. Terakhir, hambatan muncul dari sisi warga.
Sedikitnya enam orang menolak menjual tanah mereka untuk keperluan pelebaran jalan menuju bandara.  Hal ini pun membuat proses pembebasan tanah ke dihentikan. Selanjutnya, akan segera dicari jalur alternatif sebagai akses jalan utama masuk Bandara Jenderal Besar Soedirman.
Hal itu, terungkap dalam rapat koordinasi pengadaan tanah untuk pembangunan akses jalan utama Bandara Jenderal Besar Soedirman di Pendapa Kecamatan Bukateja, Senin (4/12). Enam warga yang menolak adalah Sutomo (Desa Tidu), Rojiah (Desa Tidu), Warsini (Desa Wirasaba), Warsem (Desa Wirasaba), Sumarjo (Desa Wirasaba), serta Partinem (Desa Wirasaba). Seluruhnya, merupakan warga Kecamatan Bukateja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kabupaten Purbalingga Ir Setiyadi MSi mengatakan, rapat koordinasi tersebut merupakan pertemuan ataupun rapat terakhir terkait dengan persetujuan warga. Sehingga, jika ada satu saja warga yang tidak setuju, maka semua akan batal karena semuanya merupakan satu kesatuan.
Penghentian proses pembebasan tanah akses jalan utama masuk bandara dinyatakan dihentikan, dengan ditandai penandatanganan berita acara pemberhentian proses pembebasan tanah ruas Desa Tidu – Wirasaba. Penandatanganan dilakukan oleh seluruh warga terdampak, serta disaksikan oleh yang hadir.(min)
The post Pembangunan Akses Bandara JBS Terhambat appeared first on SatelitPost.

Trotoar Di Purbalingga Tak Mungkin Diganti

Trotoar Di Purbalingga Tak Mungkin Diganti
Dec 5th 2017, 08:27, by Galih Yoga Priyambodo

Trotoar licin di sejumlah bilangan protokol di Purbalingga dikeluhkan ratusan bahkan ribuan orang. Meski demikian, pemerintah kabupaten setempat tetap tak bergeming.
Meski sudah membuat banyak orang terjatuh, dinas terkait tetap enggan melakukan penggantian keramik. Mereka beralasan, trotoar tersebut merupakan proyek yang baru selesai dan tidak mungkin diganti.
"Tidak mungkin diganti, itu barang baru dan masih dalam masa pemeliharaan," kata Kepala DPU-PR Purbalingga, Setiyadi, kemarin.
Meski memunculkan kesan bahwa pemkab tak peduli dengan masyarakat, Setiyadi tetap menampik anggapan tersebut. Ia berkilah, tidak direnovasi tidak berarti pemerintah tak mendengar suara masyarakat.
"Aspirasi itu kan tidak langsung ditanggapi. Kalau setiap ada keluhan kita bongkar, nanti setelah dibongkar ada yang komplain, masa kita bongkar lagi. Pembangunan itu pasti ada plus minus," kata dia.
Lebih lanjut Setyadi menyampaikan, diantara keramik trotoar yang licin. Terdapat satu lajur keramik dengan tekstur kasar. Tujuan tersebut adalah diperuntukkan sebagai jalur bagi difabel. Sehingga dibuat pembeda. Namun, jika pun penggantian keramik tidak sepenuhnya, namun diganti satu keramik dengan tekstur sama seperti jalur difabel, itu pun tidak bisa dilakukan dalam dekat ini.
“Speknya memang seperti itu, itu yang kuning (tekstur kasar, red) untuk jalur difabel. Hanya saya, untuk ke depannya pasti akan jadi perhatian sebagai pertimbangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Bina Marga dan jembatan DPU-PR Purbalingga Nugroho menyampaikan, bahwa dari pihak rekanan bersedia membenahi kondisi tersebut. Pada bagian yang miring akan diganti dengan tekstur yang lebih kasar. Namun, sampai saat ini kondisi trotoar belum ada perubahan yang berarti.
Diberitakan sebelumnya, Kondisi trotoar yang licin dan dikeluhkan oleh masyarakat mendapat sorotan dari kalangan legislatif Kabupaten Purbalingga. Karena kondisi yang tidak nyaman dan sampai ada korban, maka pemerintah daerah wajib bertanggung jawab. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Adi Yuwono.
“Itu memang harus segera direnovasi, harus itu, karena memakan korban dan pengguna tidak nyaman, pemerintah daerah sudah harus tanggung jawab,” kata Adi Yuwono, kemarin.
Seharusnya, sudah sejak awal perencanaan harus sudah matang. Apalagi hal tersebut memang diperuntukkan bagi masyarakat.(min)
The post Trotoar Di Purbalingga Tak Mungkin Diganti appeared first on SatelitPost.

Dua Cewek Purbalingga ini Gunakan Obat Batuk Untuk Mabuk, Padahal Masih di Bawah Umur!

Dua Cewek Purbalingga ini Gunakan Obat Batuk Untuk Mabuk, Padahal Masih di Bawah Umur!


Satres Narkoba Polres Purbalingga menggelar razia peredaran narkoba di beberapa titik di Kota Perwira, Sabtu (2/12) malam. Antara lain, tempat hiburan malam, rumah kos, dan beberapa titik yang dinilai berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan narkoba.
Meski demikian, dalam aksi kemarin, tim dapat dikatakan pulang tanpa hasil. Sebab, alih-alih mendapati penyalahguna narkoba, dari sekian banyak tempat yang mereka datangi, mereka hanya menemukan dua orang remaja putri yang tengah mabuk. Kedua wanita tersebut juga masih tergolong di bawah umur.
Mendapati kondisi ini, tim kemudian menginterogasi kedua remaja  tersebut. Hasilnya, dinyatakan bahwa gadis-gadis tersebut merupakan warga Kalikabong. Kedua perempuan belia ini kemudian dibawa ke Mapolres untuk mendapatkan pembinaan.
Kasat Reserse Narkoba AKP Senentyo membenarkan hal ini. Menurutnya, saat ditemukan keduanya tengah berada dalam kondisi mabuk. Hanya saja, keduanya tidak mengonsumsi minuman keras. "Dua perempuan dalam kondisi mabuk, mereka mengonsumsi obat batuk sachet dalam jumlah banyak. Kami amankan dan dikasih pembinaan sebelum akhirnya di kembalikan ke orang tua yang beralamat di Kalikabong,” katanya.
Pihaknya mengimbau, agar orang tua lebih memperhatikan lagi anak-anaknya. Terlebih yang masih di bawah umur. Jangan sampai terjerumus pada pergaulan yang salah, dengan mengonsumsi narkoba dan pergaulan bebas.
AKP Senentyo mengatakan, kegiatan kemarin sengaja dilaksanakan untuk mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Khususnya di tempat hiburan malam maupun rumah kos. Hal ini juga sebagai upaya cipta kondisi menjelang Natal dan tahun baru.
“Sasaran giat kali ini adalah tempat hiburan malam dan tempat kos, kemarin (Sabtu, red) kita lakukan di wilayah Kalimanah dan Kutasari, selain itu di kompleks pasar hewan juga dilakukan pemeriksaan,” katanya, kemarin.
Di tempat kos, pemeriksaan dilakukan tes urine kepada pada penghuni kos. Sedang di tempat hiburan malam, tes dilakukan kepada pengunjung dan para pegawainya. Selain melakukan pencegahan narkoba, juga untuk mengetahui persebaran virus HIV/AIDS.
“Penghuni kos, pengunjung dan  pekerja tempat hiburan malam kita lakukan penggeledahan dan pemeriksaan urine. Selain itu bersama tim medis dari Puskesmas Kalimanah kita lakukan pengecekan darah terkait virus HIV/AIDS,” ujarnya.
Lebih lanjut AKP Senentyo mengatakan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya narkoba di tempat hiburan maupun tempat kos yang disambangi. Sedangkan untuk pemeriksaan urine hasilnya semuanya negatif narkoba. Begitu juga pada hasil tes HIV/AIDS,  hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan orang terdeteksi.
“Dengan kegiatan razia yang sudah dilakukan semoga dapat mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba sehingga dapat menciptakan situasi kondusif menjelang Natal dan tahun baru,” kata dia. (min)

The post Dua Cewek Purbalingga ini Gunakan Obat Batuk Untuk Mabuk, Padahal Masih di Bawah Umur! appeared first on SatelitPost.

Siswa SMK Negeri 1 Kaligondang Raih Prestasi Tingkat Provinsi

Siswa SMK Negeri 1 Kaligondang Raih Prestasi Tingkat Provinsi


Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kaligondang kembali menyabet prestasi tingkat provinsi. Prestasi kali ini dipersembahkan oleh Rois (17) siswa kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Anak seorang petani asal Timbang, Kecamatan Kejobong ini menjadi yang terbaik pada Lomba Kompetensi Siswa (LKS) ke-26 Jateng,  di Pati , (27–29/11).
“Tidak menyangka, tapi sangat bersyukur dan terima kasih kepada semua yang telah mendukung, tidak lupa pada orang tua,” katanya, kemarin.
Dia maju di tingkat Jateng, karena sebelumnya terpilih menjadi juara even yang sama di level Kabupaten. Setelah kembali menjadi yang terbaik di tingkat provinsi, selanjutnya Rois akan menjadi wakil Jateng di tingkat Nasional. Dia berhasil menjadi juara pada mata lomba Automobile Technology.
“Seluruh kabupaten/kota ada perwakilannya, saya mewakili Purbalingga, karena di tingkat kabupaten juga menjadi juara pertama. Setelah ini saya harus belajar dan berusaha lebih  keras lagi, karena akan mewakili Jateng di tingkat nasional,” ujarnya.
Dia menyampaikan, tiga bulan terakhir dia intens  belajar dan berlatih sebagai persiapan. Selama itu, dia harus pandai-pandai mengatur waktu. Karena masih tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasanya. Belum lagi waktu itu harus menghadapi ujian sekolah juga.
Guru pembimbing Rois,  Andre Yulian Akbar, menyampaikan rasa sukur atas prestasi yang diraih Rois. Setelah di tahun-tahun sebelumnya hanya masuk lima besar, kali ini berhasil menjadi jawara.  Meskipun persiapan termasuk minim. Pasalnya, dalam kurun waktu tiga bulan, efektif belajar atau bimbingan hanya 40 kali pertemuan.
"Persiapan durasinya tiga bulan, tetapi karena siswa ada ujian, kegiatan belajar, dan sebaginya,  efektif pertemuan hanya 40 kali. Termasuk kunjungan ke beberapa tempat untuk belajar," kata Andre.
Pada lomba Automobile Technology ini, peserta harus melalui lima tahapan sebelum masuk tahap final. Antara lain, engine tune up EFI, electrical body, brake system, manual transmission, dan engine mechanical. “Juara II dan III didapat oleh perwakilan dari SMKN 1 Blora dan SMK Muhammadiyah Karanganyar,” ujarnya.
Sementara itu, kelapa sekolah SMK N 1 Kaligondang, F Budi Santoso SPd MSi menyampaikan apresiasi terhadap prestasi yang telah diraih. Predikat tersebut akan menjadi gerbang menuju prestasi yang lebih tinggi bagi Rois. Selain itu juga akan mengharumkan nama sekolah.
“Selamat dan sukses, semoga ke depannya semakin baik, sehingga bisa menjadi juara di tingkat nasional. Dan menuju masa depan yang lebih mudah,” ujarnya.
Dia menambahkan, selain lomba Automobile Technology, SMK N Kaligondang juga meraih prestasi lain di tahun ini. Sebut saja, juara akuntasi tingkat provinsi juga juara I. Kejuaraan lainnya yakni CADD, Painting, dan TSM. (min).
The post Siswa SMK Negeri 1 Kaligondang Raih Prestasi Tingkat Provinsi appeared first on SatelitPost

Di Purbalingga KASUS HIV Naik 3 Kali Lipat

Di Purbalingga KASUS HIV Naik 3 Kali Lipat


Peningkatan kasus HIV/AIDS di Purbalingga selama tahun 2017 dinilai cukup memprihatinkan. Sebab, angkanya mencapai tiga kali lipat dari total kasus yang terjadi di tahun sebelumnya.
Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon mengatakan, menurut data Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Purbalingga, catatan kasus yang terjadi di Purbalingga dalam kurun Januari-Oktober 2017 mencapai angka 60 kejadian. Dari jumlah tersebut, 14 penderita di antaranya meninggal dunia.
Jumlah ini terpaut sangat jauh ketimbang catatan KPAD untuk Januari-Desember 2016. Yakni, sejumlah 23-25 kasus.
"Pada 2017 ini peningkatannya signifikan dibanding 2016, hampir  tiga kali lipat. Kalau pada 2016 periode Januari – Desember hanya ada 23-25 kasus, pada 2017 ini sudah terdapat 60 kasus," ujar Tiwi.
Menurutnya, selain peningkatan jumlah kasus, ada hal lain yang juga terbilang sangat memprihatinkan, yakni terkait faktor risiko. Menurutnya, pada tahun sebelumnya, kebanyakan kasus dialami kaum heteroseksual yang sudah dewasa saja. Namun, di tahun ini, banyak kasus HIV yang menjangkiti kaum lajang. Yakni, pada usia produktif 18-26 tahun.
"Kemarin kami bahkan menemukan banyak balita dan bayi yang terinfeksi HIV dari ibunya. Saat pemantauan pekan layanan HIV/AIDS kemarin saya menemukan 22 balita dan 10 bayi terinfeksi HIV. Sungguh saya sangat miris," jelasnya.
Tiwi juga menegaskan, kasus ini harus mendapatkan perhatian semua pihak. Sebab, kasus HIV bak gunung es, hanya terlihat permukaannya saja.
"Saya yakin masih banyak penderita HIV/AIDS di luar data yang belum terdeteksi. Ini harus kita cari. Karenanya tahun ini kita lakukan pekan pelayanan HIV, untuk mencari penderita lain agar perkembangan virus HIV bisa ditekan sekaligus untuk melakukan deteksi dini," katanya.
Pemkab Lakukan Tes dan Bagi Poster
Sekretaris KPAD Heni Ruslanto menuturkan, peringatan Hari AIDS Sedunia kali ini lebih difokuskan pada upaya deteksi dini melalui kegiatan Pekan Layanan Kesehatan khususnya layanan VCT atau tes HIV/AIDS. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak 27 November dan akan berakhir pada 2 Desember, pada semua layanan kesehatan masyarakat seperti 22 Puskesmas, laboratorium kesehatan, RSUD dr R Goeteng Tarunadibrata, dan semua rumah sakit non pemerintah.
"Sampai Rabu kemarin (29/11) berhasil melakukan tes kepada 1.159 orang secara sukarela terdiri dari masyarakat umum, ibu hamil, calon pengantin, dan kalangan aparatur. Di antaranya, terdapat hasil tes yang reaktif sebanyak 3 orang," katanya.
Pihaknya, lanjut Heni, juga melakukan sidak di sejumlah tempat karaoke dengan hasil negatif. Selain itu juga bakal dilakukan penyebaran leaflet dan penyematan logo merah HIV/AIDS pada dua perusahaan besar di Purbalingga. Kegiatan ini akan dilakukan Sabtu (2/12) di PT. Boyang Industrial dengan jumlah karyawan 6.300 orang dan PT. Tiga Putra Abadi Perkasa yang memiliki 800 karyawan.
Sementara pada 100 perusahaan lain, dibagikan poster sebagai media sosialisasi tidak langsung. Penyebaran poster juga dilakukan kepada pengelola obyek wisata, restoran, dan hotel. Sebagai puncak acara akan diadakan upacara peringatan HAS pada 4 Desember 2017.(aminbellet@gmail.com)
The post Di Purbalingga KASUS HIV Naik 3 Kali Lipat appeared first on SatelitPost.

Siklon Tropis Cempaka Memporakporandakan Banyumas Raya

Siklon Tropis Cempaka Memporakporandakan Banyumas Raya


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas menyatakan siklon tropis Cempaka yang menerjang wilayah Banyumas Barat pada Kamis pagi (30/11) hingga sore hari mengakibatkan 50 rumah lebih dan bangunan non permanen seperti kandang ayam hancur.
Kejadiannya begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar dan kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara.
Kapolsek Karangkobar
AKP Suyit Munandar
“Kami sedang melalukan penanganan, sementara dari data yang masuk ada sekitar 50 lebih mengalami kerusakan. Ada yang roboh ada juga yang hanya rusak bagian atasnya. Kandang ayam juga ada yang roboh,” kata Catur Hari Susilo ST, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Banyumas, (1/12).
Ia mengatakan, seperti yang sudah diinformasikan oleh BMKG bahwa ada potensi  angin kencang hingga 30 knot di Pulau Jawa. Siklon Tropis Cempaka di wilayah perairan sebelah  selatan Jawa Tengah mengakibatkan perubahan pola cuaca di sekitar lintasannya.
“Sedangkan di Banyumas terjadi di Kecamatan Cilongok, Ajibarang dan Pekuncen. Desa desanya itu dari Sunyalangu, Sokawera, Gununglurang, Karangtengah, Karangklesem, Candinegara sampai Pekuncen, Kranggan juga,” kata dia.
Angin besar, kata Catur Hari Susilon, memang tidak sampai ke wilayah Banyumas lain, namun bukan berarti potensi angin Cempaka ini hilang dan tidak datang kembali menuju wilayah lain. Sebab menurutnya selama tiga hari ke depan, angin Cempaka potensinya masih besar masuk wilayah Banyumas.
“Selama tiga hari ke depan tetap harus waspada. Kalau suhu tetap dingin, mendung tapi tidak hujan dan ada angin walaupun tidak kencang maka jauhi bagunan tidak permanen dan pohon tinggi. Cempaka ini datangnya tiba-tiba, langsung muncul angin kencang,” kata dia.
BPBD Banyumas menyatakaan, selain angin kencang potensi lain adalah munculnya petir. Namun warga diminta tidak panik. “Ini angin lewat, kencang dan besar. Masyrakat jangan terlalu panik juga membayangkan bentuknya seperti angin puting beliung yang menerbangkan apa saja. Angin besar lewat, cenderung mendorong akhirnya merobohkan sesuatu,” kata dia.
Menurut keterangan Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Kusworo, angin kencang menumbangkan beberapa pohon hingga menimpa rumah warga. Ia mengatakan, pohon yang tumbang tersebar di enam titik berbeda. Di antaranya Desa Tumiyang dan Semeda, Kecamatan Pekuncen. Selain itu juga terjadi di Desa Sawangan RT 6 RW 1, Kecamatan Ajibarang rumah atas nama Dirman. Dirman menjadi kroban dengan kerusakan yang cukup serius hingga kerugian ditaksir mencapai Rp 1,5 juta. Kemudian pohon tumbang juga terjadi di Desa Karangkemiri, Kecamatan Karanglewas. Di Karangkemiri angin kencang tidak menimbulkan korban material maupun korban jiwa.
"Di Desa Karanganyam RT 3 RW 3, Kecamatan Lumbir rumah milik bapak Harjono tertimpa pohon dan mengalami kerugian Rp 5 juta, di Desa Karangtengah RT 4 RW 5, Kecamatan Cilongok rumah bapak Darsun juga menjadi mengalami kerusakan akibat pohon tumbang," kata dia.
Dampak dari pohon tumbang tersebut, lanjut Kusworo, juga menyebabkan kerusakan beberapa jaringan listrik dan fasilitas umum, serta akses beberap ruas jalan yang terutup. "Beruntung dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, karena warga saat kejadian lansung menghindar," ujarnya.
Bersama-sama dengan warga, TNI dan relawan, TRC BPBD melakukan pengondisian lokasi kejadian dengan memotong sejumlah pohon yang menimpa rumah warga serta membersihkan puing-puing material akibat kejadian tersebut. Kusworo berharap masyarakat selalu waspada terhadap Siklon Cempaka yang bisa kembali terulang. "Selalu waspada jika nanti ada kejadian susulan, segera mengunsi ketempat yang lebih aman," ujarnya.
Sementara di hari yang sama, hujan deras yang disertai angin kencang memporakporandakan tenda tempat pemungutan suara (TPS) pemilihan kepala desa di Desa Karangkobar, Kecamatan Karangkobar. Dari kejadian tersebut, seorang panitia pemilihan kepala desa Farida Dwi E (22) terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena sempat tak sadarkan diri setelah tertimpa tenda.
Kejadiannya begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar dan kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara.
Kapolsek Karangkobar
AKP Suyit Munandar
TPS yang terbuat dari tenda-tenda ambruk dan kursi plastik yang disediakan berantakan diterjang angin dan hujan. Logistik pilkades berupa kotak pemilihan terpaksa disingkirkan dan diamankan. Setelah disepakati, pemilihan akhirnya dipindah ke gedung SDN 2 Karangkobar.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, hujan deras disertai angin kencang terjadi sejak pukul 10.00 WIB. Saat itu proses pemilihan kepala desa sedang berlangsung, sekitar pukul 10.45 WIB, angin kencang datang dan langsung menghempas tenda yang ada di lapangan untuk pemungutan suara.
“Kejadiannya begitu cepat, bahkan seorang panitia tertimpa blansar besi tenda dan tak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Karangkobar, dan kemudian dirujuk ke RSUD Banjarnegara,” kata Kapolsek Karangkobar, AKP Suyit Munandar.
Setelah kejadian, panitia bersama tim pengamanan dari TNI, Polri, masyarakat bersama-sama mengamankan proses pemilihan. Setelah ada kesepakatan, pemilihan dilanjutkan di SDN 2 Karangkobar yang letaknya tak jauh dari TPS.
Di Purbalingga, sedikitnya ada lima rumah rusak setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang, Kamis (30/11) sore. Daerah terdampak itu meliputi wilayah Bobotsari dan Karangmoncol.
Angin kencang menyebabkan pohon bertumbangan. Akibatnya ada tiga rumah warga di daerah Bobotsari rusak tertimpa pohon. Tiga rumah ini masing-masing milik Tolib (72) warga RT 3 RW 3 Desa Dagan, Rohmat (59) dan Warsono (50)  warga RT 1 RW 1 Desa Bobotsari. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut.
Kepala Pelaksanaan BPBD Kabupaten Purbalingga, Satya Giri Podo didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik, Muhsoni mengatakan, pihaknya bersama anggota SAR, TNI, Polri, relawan dan warga setempat melakukan penanganan mengevakuasi pohon yang menimpa rumah milik warga.
Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian materi ditaksir mencapai jutaan rupiah, karena rumah rusak, dan fasilitasnya, kami bersama SAR, TNI, POLRI beserta warga langsung melakukan evakuasi,” ujarnya.
Selain menimpa rumah, pohon tumbang di wilayah Bobotsari juga ada yang menimpa kabel jaringan listrik. Hal itu menyebabkan wilayah Bobotsari, khususnya Grumbul Dagan mengalami pemadaman listrik sampai dua hari. “Pohon tumbang kena kabel sampai putus, pemadaman listrik dua hari,” Kata seorang warga Dagan, Doni.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Bobotsari Harsono membenarkan di wilayahnya pada Kamis sore terjadi angin kencang. “Ada beberap desa yang mati listrik, akibat pohon tumbang karena angin kencang, tapi sekarang sudah nyala,” katanya, Jumat (1/12).
Lebih lanjut, Mukshoni menyampaikan selain di Bobotsari pohon tumbang juga terjadi di wilayah Kecamatan Karangmoncol. Dua rumah milik Rasmoyo (42) warga RT 13 RW 15 Dusun 4 Dukuh Grugak, Desa Tunjungmuli dan rumah milik Tarwin (45) warga RT 20 RW 7 Desa Rajawana rusak. Masing-masing penghuni rumah tersebut berhasil menyelamatkan diri.
“Tadi (Kamis, res) malam, sehabis maghrib. Waktu itu hujan deras dan anginnya kencang sekali, tiba-tiba atap rumah dan dinding kayu yang dari kayu terbang, saya dan keluarga yang ada di dalam rumah langsung keluar menyelamatkan diri,” ujar Rasmoyo.
Akibat angin kencang itu, rumah semi permanen itu roboh. Kerugian materi mencapai Rp 20 juta. Ia dan kelima anggota keluarganya kini harus mengungsi ke rumah saudaranya sembari menunggu bantuan perbaikan rumahnya.
Beberapa jam sebelumnya, rumah milik Tarwin di Desa Rajawana rusak karena tertimpa pohon randu. Dia dan empat anggota keluarganya selamat. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Mulyono mengimbau kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Karena potensi terjadinya bencana angin dan longsor masih ada sampai Februari mendatang. Terlebih, saat ini sedang terjadi siklus angin di Samudra Hindia. Hal itu diprediksi memberikan dampak di sebagian wilayah Jateng bagian selatan. (auliaelhakim01@gmail.com/shandiyanuar016@gmail.com/oelsatriapost@yahoo.com/aminbellet@gmail.com)
The post Siklon Tropis Cempaka Memporakporandakan Banyumas Raya appeared first on SatelitPost

Gelandangan Tanpa Identitas Melahirkan di Purbalingga

Seorang gelandangan yang biasa berkeliaran di kawasan Mahaputra, Bobotsari melahirkan. Beruntung, sebelum menjalani proses persalinan ia sempat ditolong dan dibawa ke RSUD Goeteng Taroenadibrata, belum lama ini. Perempuan yang belum diketahui identitasnya saat ini, masih berada di rumah sakit tersebut.Kapolsek Bobotsari AKP Ridju Sudiyanto menyampaikan, pada Kamis (30/11) ada warga yang melapor. Bahwa ada seorang perempuan yang biasa berkeliaran di kawasan ruko di Majapura menunjukkan gelagat akan melahirkan. Hal itu didasarkan atas kondisi perutnya yang sudah hamil besar. Selanjutnya petugas Polsek langsung datang ke lokasi bersama tim medis Puskesmas setempat.
“Awalnya kami bawa ke Puskesmas, namun langsung dirujuk ke rumah sakit. Benar, dia akan melahirkan. Hari itu (Kamis, red) dia melahirkan di rumah sakit,” ujarnya.
Mengenai identitas, saat ini belum bisa terungkap. Karena saat petugas mencoba menginterogasi, perempuan tersebut cenderung diam dan murung. Sedangkan di masyarakat sekitar Majapura juga tidak mengetahui asal-usul perempuan tersebut.
“Identitas belum bisa diketahui, karena cenderung diam. Kami evakuasi karena yang paling penting keselamatan, baik bayi maupun ibunya,” ujarnya.
Sementara itu, satu di antara bidan di RSUD Goeteng, Dona Wahyuni De Fretes menyampaikan bahwa perempuan tersebut melahirkan dengan selamat. Begitu juga kondisi bayinya. Selama proses persalinan, tidak ada kendala yang berarti. Karena perempuan tersebut tidak berontak atau bertingkah brutal.
“Bayi perempuan. Bayi dan ibunya selamat, melahirkan dengan normal, malah katanya melahirkannya saat dalam kondisi berdiri,” kata Dona.
Lebih lanjut dia menjelaskan, kalau dirinya memang tidak ikut dalam proses persalinan. Tetapi dia yang bertugas merawat pascakelahiran. Saat perempuan tersebut dibersihkan, dan dirapikan, juga cenderung diam dan menurut. Saat ini, bayi dan ibunya masih berada di rumah sakit.
“Saya bertugas membersihkan nifasnya, saya malah tahu dari FB, selang beberapa waktu pindah di ruangan yang aku jaga. Saat dimandikan dan dipotong kukunya, dia juga anteng, dan nurut,” ujarnya. ( min)
The post Gelandangan Tanpa Identitas Melahirkan di Purbalingga appeared first on SatelitPost.

Motor Vs Motor, Tiga Luka-Luka

Motor Vs Motor, Tiga Luka-Luka
PURBALINGGA- Ruas jalan di depan SPBU wilayah Desa Gembong, Bojongsari, memakan korban. Dua sepeda motor bertabrakan pada Sabtu (25/11) malam, yang mengakibatkan tiga orang luka-luka. Hingga harus dilarikan ke rumah sakit dr R Goeteng Tarunadibrata, Purbalingga. Kecelakaan antara dua sepeda motor tidak memakan korban jiwa. Kejadian berawal ketika sekitar pukul 20.30, sepeda motor Yamaha Vixion […]

Dua Terserempet Truk Tronton, Kader Luka Memar

Dua Terserempet Truk Tronton, Kader Luka Memar
Usai Pengukuhan Kader Bela Negara Usai pengukuhan, muncul kabar mengejutkan. Angkutan kota yang ditumpangi 12 kader bela negara mengalami kecelakaan di ruas Jalan Babakan, Kecamatan Kalimanah. Tepatnya, di depan SPBU Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah atau selatan perempatan Karangkabur. Kejadian bermula saat angkot nopol R 1373 AC yang dikemudikan Prayitno (51) asal Desa Kalikabong RT 02 […]

Siswa SD Hilang Selama Lima Hari

Siswa SD Hilang Selama Lima Hari
Ortu Khawatir Ikut Anak Punk PURBALINGGA – Icuk Ebun Nur Alim (9), pelajar kelas 4 SDN 2 Wirasana dilaporkan hilang sejak lima hari lalu. Pelajar asal Kelurahan Wirasana RT 4 RW 2 ini terakhir terlihat bersama temannya dibonceng sepeda motor oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya, pada Senin (20/11) malam. Ibu kandung Icuk, Suprihatin menceritakan, […]

23 Desa Nunggak Setoran Rastra

23 Desa Nunggak Setoran Rastra
 
Total Capai Rp 154 Juta Lebih PURBALINGGA- Sebanyak 23 desa/kelurahan di 12 kecamatan tercatat belum melunasi pembayaran beras sejahtera (Rastra) bulan November. Total tunggakan mencapai Rp 154 juta lebih. Jumlah tersebut tidak semuanya menunggak setoran total. Namun ada yang sudah membayar sebagian dan ada juga yang hanya kurang setor sekitar Rp 200 ribu hingga Rp […]

Bulog Dapat Kiriman 290 Ton

Bulog Dapat Kiriman 290 Ton
 
PURBALINGGA- Gudang Bulog Karangsentul dapat stok beras untuk Desember sekitar 290 ton. Beras berasal dari luar Kabupaten Purbalingga, yaitu beras dari Bulog wilayah lain atau move regional. Pasalnya, pemenuhan dari lokal minim. Kepala Gudang Bulog Karangsentul, Edi Haryana mengatakan, meski masih ada stok tahun 2016, namun tidak lagi mendominasi dan sudah habis. Khusus pemenuhan Desember, […]

Pemkab Sosialisasi SIM Aset

Pemkab Sosialisasi SIM Aset
 
PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga berusaha menertibkan pendataan aset yang dimiliki. Hal itu dilakukan agar pemkab kembali mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI. Kasubid Aset Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Purbalingga Wibowo SSos mengatakan, banyak daerah yang hanya mendapatkan predikat wajar dengan pengecualian (WDP) dari BPK RI, karena tidak tertib dalam […]

Rekanan Siap-Siap Kena Sanksi

Rekanan Siap-Siap Kena Sanksi
Bila Lewati Kontrak Pekerjaan PURBALINGGA – Komisi IV DPRD Purbalingga meminta kejelasan tahap akhir pekerjaan jembatan Kali Gintung pada ruas Jalan Pepedan-Tegalpingen (Karangmoncol-Pengadegan). Pasalnya, menjelang akhir tahun ini masih ada yang harus dikebut. "Seharusnya bisa rampung, karena pemasangan baja pracetak tidak terpengaruh cuaca. Yang penting material yang akan dipasang sudah tersedia di lokasi," kata Wakil […]

Rumah Kemalingan, Pedagang Sapi Kehilangan Rp 11 Juta

Rumah Kemalingan, Pedagang Sapi Kehilangan Rp 11 Juta
 
PURBALINGGA – Pencuri masuk ke rumah pedagang sapi, Purwita (60), asal Desa Timbang RT 13 RW 6, Kecamatan Kejobong pada Selasa (22/11) malam. Pencuri menggasak uang tunai sebesar Rp 10 juta dan rokok dagangan senilai kurang lebih Rp 1 juta. Kejadian pencurian diketahui istri korban, Latinah (58) pada pagi harinya, Rabu (22/11). Dia menemukan jendela […]

Kualitas Air PDAM Keruh dan Kotor

Kualitas Air PDAM Keruh dan Kotor
 
PURBALINGGA – Sejak Rabu (22/11) siang hingga malam air, air PDAM di wilayah Bobotsari keruh bahkan cenderung berlumpur. Keruhnya air dikeluhkan beberapa warga Bobotsari. Salah satu warga Bobotsari, Barosad IM mengatakan, saat akan mandi dan kebetulan listrik sedang padam, dia merasakan air keruh dan banyak lumpurnya. DIKELUHKAN : Kualitas air PDAM di Bobotsari dikeluhkan karena […]

Pemkab Alokasikan Dana Rp 1 Miliar Renovasi Masjid Utsman bin Affan - Halo Purbalingga

Pemkab Alokasikan Dana Rp 1 Miliar Renovasi Masjid Utsman bin Affan
Oct 3rd 2017, 07:50, by Galih Yoga Priyambodo

Pemkab Purbalingga menganggarkan dana Rp 1 miliar untuk merenovasi Masjid Utsman Bin Affan yang ada di komplek Pasar Segamas.
"Tahun depan rencananya mulai dibangun dengan ukuran lebih besar dan luas. Jadi bisa menampung jemaah lebih banyak dan lebih nyaman," kata Bupati Tasdi, belum lama ini.
Lokasi masjid tersebut, dinilai sangat strategis. Karena berada dekat dengan jalan raya, pasar hewan, Polres, dan Terminal. Pengalokasian dana untuk merenovasi masjid kata dia, merupakan bentuk komitmen Pemkab merealisasikan visi dan misi mewujudkan masyarakat Purbalingga yang akhlakul karimah.
"Tempat-tempat strategis akan banyak orang berkumpul, melakukan aktifitasnya, dan tentunya membutuhkan tempat ibadah yang representatif," katanya.
Dia menambahkan, komitmen bersama wakil bupati mewujudkan visi misi tersebut tidak hanya sebatas pembangunan fisik saja. Namun juga diimbangi dengan kegiatan-kegiatan pengajian dan sinergi positif antara ulama dan umaroh.
"Kami minta para kyai dan ustaz menyampaikan tuntunan akidah agama yang tidak bertentangan dengan jiwa Pancasila dan ber-Bhineka Tunggal Ika. Saling menghormati dengan tidak saling menggurui yang akan menyebabkan perpecahan dalam agama itu sendiri," kata Tasdi. (min)

The post Pemkab Alokasikan Dana Rp 1 Miliar Renovasi Masjid Utsman bin Affan appeared first on SatelitPost.

Babi Hutan Ngamuk, 2 Warga Terluka - Halo Purbalingga

Babi Hutan Ngamuk, 2 Warga Terluka
Oct 2nd 2017, by Galih Yoga Priyambodo

Dua warga Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga mengalami luka-luka akibat diserang seekor babi hutan, Minggu (1/10). Masing-masing adalah Sukisno (49) warga Desa Bantarbarang dan Sutarno (50) warga Desa Losari. Selanjutnya, kedua korban tersebut dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Rembang AKP Ngatijan menyampaikan, seekor babi hutan berukuran besar mengamuk dan menyerang warga yang ada di kebun. Sukisno mengalami luka robek pada bagian paha kiri dan tangan kiri lecet. Sedangkan Sutarno mengalami luka di jari tangan kiri akibat serangan babi hutan tersebut. "Babi hutan itu berukuran besar, mengamuk ketika bertemu dengan dua warga di sebuah area perkebunan," kata Kapolsek, Minggu (1/10).
AKP Ngatijan menambahkan, karena babi hutan tersebut menyerang dengan brutal, kemudian ada warga yang melaporkan pada pihak kepolisian. Setelah mendapatkan laporan, ia menerjunkan anggota ke lokasi kejadian.
Sesampainya di dusun yang dimaksud, anggota Polsek Rembang bersama warga mencari keberadaan babi hutan tersebut. Setelah beberapa saat melakukan pencarian, akhirnya babi hutan dapat ditemukan di bawah rimbunan pohon Kapulaga. Polisi akhirnya menembak mati babi hutan itu, karena membahayakan warga lain.
“Petugas terpaksa menembak babi hutan tersebut karena dapat membahayakan warga. Hal tersebut dilakukan agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban serangan babi hutan,” ujarnya.
Kapolsek mengimbau kepada warga Kecamatan Rembang agar waspada terhadap serangan babi hutan. Karena di awal musim hujan biasanya banyak babi hutan yang keluar untuk mencari makanan hingga ke perkebunan maupun tanah garapan warga.
"Mengingat musim seperti ini, biasanya babi keluar mencari makan bisa sampai perkebunan, jadi warga diimbau lebih waspada," kata Kapolsek. (min)

The post Babi Hutan Ngamuk, 2 Warga Terluka appeared first on SatelitPost.

Ribuan Anak Purbalingga Putus Sekolah - Halo Purbalingga

Ribuan Anak Purbalingga Putus Sekolah
Oct 2nd 2017,  by Galih Yoga Priyambodo

PURBALINGGA, SATELITPOST-Program wajib belajar sembilan tahun, dirasa belum sepenuhnya terlaksana di Kabupaten Purbalingga. Hal tersebut didasarkan pada masih tingginya jumlah Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (AUSTS). Baik jenjang pendidikan dasar hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengakui hal tersebut. Berdasarkan data yang ada, AUSTS tingkat SD di Purbalingga mencapai dua ribu anak dan SMP lima ribu anak.
Karena itu kata dia, diperlukan peran dan sinergitas antar elemen untuk peningkatan pembangunan pada bidang pendidikan.
"Kalau mau pendidikan maju, diperlukan partisipasi semua pihak termasuk peran masyarakat," kata Tiwi, saat mengukuhkan Dewan Pendidikan masa bakti 2017-2022 di Gedung Ardilawet, Sabtu (30/9).
Dibentuknya Dewan Pendidikan diharapkan bisa mewadahi peran dan aspirasi masyarakat. Hal tersebut sekaligus menjadi dukungan moral agar pendidikan yang berkualitas bisa dirasakan semua lapisan masyarakat.
"Dewan pendidikan punya peran dalam memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan, tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan agar mutunya semakin baik. Itu sejalan dengan visi misi Purbalingga yang mandiri dan berdaya saing, menuju masyarakat yang berakhlak mulia," katanya.
Dewan Pendidikan Purbalingga beranggota 11 orang terdiri dari berbagai unsur masyarakat. Trisnanto Si Hutomo dipercaya sebagai ketua, kemudian wakil 1 dan 2 masing-masing adalah Akhmad Khotib, dan Sumoyo.
Pilar Imam Perkasa menjabat sebagai sekretraris yang didukung oleh tujuh anggota, yakni Anas Sumarjo, Hendar Mulyono, Fauzan Anwar, Supriyanto, Basyir Fadluloh, Siswojo dan Achmad Musodik. (min)
The post Ribuan Anak Purbalingga Putus Sekolah appeared first on SatelitPost.

Lima Seni Tradisional Purbalingga Nyaris Punah

Lima Seni Tradisional Purbalingga Nyaris Punah


Pemerintah daerah sedang berupaya merevitalisasi kesenian tradisional yang dianggap berada di ambang kepunahan.
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purbalingga, Sri Kuncoro mengatakan, sedikitnya ada lima kesenian tradisional Purbalingga yang dinyatakan hampir punah, yakni Manongan, Ujungan, Angguk, Dames, dan Braen.
“Sejauh ini sebetulnya kami masih terus lakukan pendataan, pendokumentasian, sambil merevitalisasinya,” kata Sri Kuncoro, kemarin (29/9).
Sepanjang tahun ini, sudah empat kesenian yang proses revitalisasi dimulai, yakni kesenian Manongan, Ujungan, Angguk, dan Dames. Untuk memperkenalkannya, dinas beberapa kali menggelar panggung apresiasi seni di beberapa kecamatan. Bahkan, beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di tingkat provinsi.
“Kesenian ini sudah jarang sekali dilihat dan didengar. Ada yang terpaksa dilakukan modifikasi supaya lebih menarik dan lebih bisa dinikmati generasi sekarang. Ternyata setelah dipoles, justru bisa tampil di provinsi dan diapresiasi lebih luas lagi,” katanya.
Sri Kuncoro mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat kesenian tradisional Purbalingga ini makin ditinggalkan.
“Regenerasinya tidak berjalan karena generasi muda sekarang lebih suka budaya dan kesenian asing. Tidak sedikit juga yang menilai, kesenian tradisional kurang menarik dan tidak mengikuti zaman,” katanya.
Namun demikian, Sri Kuncoro cukup optimistis terhadap kelestarian kesenian tradisional tersebut dengan banyaknya kelompok-kelompok kesenian daerah.
“Positifnya Purbalingga punya 307 grup kesenian, mulai dari karawitan, kuda kepang, dan wayang kulit yang aktif di sanggar-sanggar,” katanya. (cr)
The post Lima Seni Tradisional Purbalingga Nyaris Punah appeared first on SatelitPost.

Malam Ini Grand Final Pemilihan Kakang-Mbekayu Purbalingga

Malam Ini Grand Final Pemilihan Kakang-Mbekayu Purbalingga

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, para peserta pemilihan Kakang-Mbekayu Duta Wisata Purbalingga tahun 2017, tidak menjalani karantina. Seluruh peserta penjaringan, tetap pulang ke rumah masing-masing.
"Tahun ini peserta tidak dikarantina, karena keterbatasan dana," kata Kepala Dinporapar Purbalingga, Imam Hadi, kemarin (29/9).
Awalnya ajang tahunan ini diikuti 72 peserta, terdiri dari 39 calon kakang dan 33 peserta calon mbekayu Purbalingga. Setelah melewati serangkaian seleksi dan tahapan, hanya tersisa 40 peserta.
Selanjutnya, masing-masing peserta diwajibkan membuat makalah tentang wisata di Purbalingga yang tujuannya untuk mengetahui wawasan para peserta.
"Hari ini (kemarin, red) pemaparan oleh peserta. Karena akan menjadi duta wisata, mereka wajib menguasai destinasi dan apa saja potensi wisata di Purbalingga," katanya.
Menurut Imam, dari 40 peserta tersebu nanti akan kembali disaring menjadi 20 peserta terdiri dari 10 putra dan 10 puteri. Selanjutnya, pada babak final 10 pasangan finalis itu bakal tampil di panggung dalam konsep parade.
“Pada tahap ini akan dipilih enam peserta, untuk langsung dilakukan interview. Dalam sesi ini nanti akan diketahui kemampuan berbahasa, baik Indonesia maupun bahasa asing,” ujarnya.
Acara grand final pemilihan Kakang-Mbekayu Duta Wisata Purbalingga 2017 akan dilaksanakan di Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong), Sabtu (30/9) malam.(aminbellet@gmail.com)
The post Malam Ini Grand Final Pemilihan Kakang-Mbekayu Purbalingga appeared first on SatelitPost.

Pembonceng Meninggal Akibat Tak Pakai Helm - Halo Purbalingga

Pembonceng Meninggal Akibat Tak Pakai Helm


Mengalami luka serius pada bagian kepala, nyawa seorang pembonceng sepeda motor di Kelurahan Bojong, melayang. Kejadian itu terjadi karena sepeda motor Honda Revo bernomor polisi R4363YC yang ditumpangi korban Fika Wanda Anggraeni (26) warga Desa Bajong, Kecamatan Bukateja, bersama Khusnul Indrianingsih (16) warga Desa Karangcengis, menyeruduk angkot di ruas Purbalingga-Bukateja, Kamis (28/9) petang.
Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP Sukarwan melalui Kanit Laka Iptu Manggala Agung Sri Mahardjo mengatakan, diduga angkot bernopol R-1113-CC yang dikemudikan Suratno, warga Desa Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon itu, berhenti mendadak. Sehingga, pemotor yang berboncengan dengan korban tak sempat menghindar lagi.
“Karena tidak mengenakan helm, si pembonceng mengalami luka serius di bagian kepala. Nyawanya tidak tertolong saat dibawa ke rumah sakit," katanya, kemarin (29/9).
Lebih lanjut diceritakan, dua kendaraan tersebut melaju searah dari arah barat menuju ke timur. Angkot yang hendak menurunkan penumpangnya itu, menepi dan berhenti mendadak. Karena tidak siap dan jarak yang sangat dekat, sepeda motor yang ada di belakangnya tak sempat mengerem dan akhirnya menabrak bagian belakang angkot.
Selanjutnya, baik pengendara maupun pembonceng jatuh terpental. Keduanya mengalami luka yang cukup parah dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga di sekitar lokasi kejadian.
"Pembonceng ini mengalami patah tulang leher, pipi kanan robek, bahu kanan robek, dan kaki kanan lecet. Sedangkan pengendara motornya, cedera pada bahunya," ujarnya.
Atas kejadian tersebut AKP Sukarwan mengimbau kepada para orangtua, hendaknya lebih peduli lagi pada keselamatan putra-puterinya. Terlebih jika masih di bawah umur dan belum memiliki SIM, hendaknya tidak dizinkan untuk mengendarai kendaraan bermotor.
“Pengendara sepeda motor ini masih di bawah umur dan belum memiliki SIM. Satu pelajaran penting, jika berkendara pastikan untuk mengenakan helm, karena itu bisa meminimalisir cedera jika mengalami kecelakaan,” katanya. (min)
The post Pembonceng Meninggal Akibat Tak Pakai Helm appeared first on SatelitPost.

Proyek Akses Bandara Terkendala Lahan - Halo Purbalingga

Proyek Akses Bandara Terkendala Lahan

– Belum Ada Kesepakatan Pembebasan Lahan
“Harga belum sesuai dengan harga pasaran tanah di sini, dan warga belum sepakat – Kepala Desa Tidu, Sodikun

Pembangunan jalan akses menuju lokasi Bandara Jenderal Besar Soedirman (BJBS), tidak semulus yang direncanakan. Desain awal, Pemkab Purbalingga akan membangun jalan baru untuk menuju bandara, melalui wilayah Desa Tidu. Namun, warga Tidu tidak sepakat dengan harga tukar guling lahan yang ditawarkan pemerintah.
Kepala Desa Tidu, Sodikun menyampaikan, rencana awal memang akan dibuat jalan baru melalui Tidu kurang lebih sepanjang 350 meter dengan lebar 20 meter.
Menurut dia, lahan sepanjang itu merupakan kebun termasuk dua unit rumah warga. Ada tiga kategori harga yang ditawarkan, mulai dari Rp 7 juta per ubin (14,0625 (3,75 × 3,75) meter persegi) untuk lahan yang di pinggir jalan raya.
Kemudian yang sisi selatan Rp 5 juta per ubin, dan lahan persawahan sekitar Rp 2 juta per ubin.
“Harga belum sesuai dengan harga pasaran tanah di sini, dan warga belum sepakat,” kata Sodikun, Kamis (28/9).
Berdasarkan keinginan warga desanya, kata Sodikun, pemerintah minimal membayar Rp 10 juta per ubin untuk lahan yang dekat dengan jalan raya. Sedangkan yang di ujung selatan dihargai sekitar Rp 4 juta per ubin.
“Harga itu sepengetahuan kami tidak disanggupi petugas pelaksana, dalam hal ini adalah DPU PR. Kami (Pemdes,red) kapasitasnya hanya sebagai mediator, dan sejauh ini belum ada perkembangannya,” kata dia.
Sodikun menyadari, adanya akses ke bandara melalui Desa Tidu menjadi peluang untuk kemajuan desa. Namun, Pemdes tidak bisa berbuat lebih jika memang pemilik lahan tidak berkenan menjualnya.
“Di sini sudah seliweran omongan, bahwa kelak Desa Tidu akan menjadi kota ketika sudah ada bandara,” ujarnya.
Pembuatan akses jalan menuju lokasi tempat akan dibangunnya bandara, saat ini sudah mulai dilakukan. Karena masih terjadi penolakan waraga Desa Tidu, maka pembangunan dimulai dari wilayah Desa Wirasaba.
Kepala Bidang Bina Marga dan Jembatan pada DPU PR Purbalingga, Nugroho menyampaikan rencana awal memang akan dibuat jalan mulai dari Jalan raya Tidu. Karena belum ada kesepakatan harga, pembangunan terpaksa dimulai dari tengah yang termasuk wilayah Wirasaba.
Terapkan Rencana Kedua
Nugroho mengatakan, sebetulnya pemerintah sudah menyiapkan dua rencana pembuatan akses jalan. Pilihan pertama melalui Desa Tidu, karena perhitungannya dengan jalan lurus itu lebih mudah dan lebih pendek.
Tetapi, jika tidak bisa terealisasi terpaksa diterapkan rencana kedua, melalui jalan desa di Wirasaba.
“Jalan yang menuju kantor Desa Wirasaba, diteruskan belok ke kanan. Bukan membuat jalan baru, tetapi hanya pelebaran jalan desa yang sudah ada,” ujar Nugroho.
Saat ini kata dia, baru dibangun pembuatan jalan sepanjang 550 meter dari perkebunan sampai mendekati lokasi calon bandara. Jika nantinya direalisasikan menggunakan jalan di depan Kantor Desa Wirasaba, kemungkinan jalur masuk dan keluar bandara akan berbeda.
Proyek pembuatan jalan di wilayah Wirasaba, bakal dilaksanakan selama 120 hari dan perawatan 180 hari kerja. Nilai proyek tersebut mencapai Rp 6,5 miliar lebih, berasal dari bantuan gubernur.
“Targetnya pembangunan bisa selesai Desember nanti. Tapi belum beton,” kata pelaksana kegiatan lapangan, Supeno. (aminbellet@gmail.co.id)
The post Proyek Akses Bandara Terkendala Lahan appeared first on SatelitPost.

Nekat! Herman Cekik Anggota Polisi di Polres - Halo Purbalingga

Nekat! Herman Cekik Anggota Polisi di Polres

PURBALINGGA – Suasana mendadak ramai di Mako Satuan Lalulintas Polres Purbalingga, Kamis (28/9). Salah satu anggota Satlantas Bripka Sokhimun, mendadak diserang orang tak dikenal saat berada di ruang penjagaan. Siang itu, tiba-tiba datang seseorang sambil mengamuk dan berusaha mencekik anggota polisi. Mendapat serangan tersebut, dia berusaha mempertahankan diri dari serangan pelaku. Dibantu Brigadir Aziz, akhirnya []

Bawa Mi 4 Ton, Truk Terguling

Bawa Mi 4 Ton, Truk Terguling


Diduga akibat muatan berlebih, sebuah truk dengan nopol  G 1572 TU terguling di area SPBU Padamara, Selasa (26/9). Truk yang dikemudikan Erik (35) itu terguling saat hendak melakukan isi bahan bakar. Tidak ada korban jiwa pada kecelakaan tersebut, namun beberapa bagian truk mengalami kerusakan.
Menurut keterangan sopir, truk tersebut membawa mi soun dengan bobot sekitar 4 ton. Rencananya, mi yang diambil di wilayah Purwokerto akan dikirim ke area Pekalongan. Saat di Padamara, maksudnya hendak mengisi bahan bakar di SPBU. Namun, saat hendak masuk area SPBU, truk terguling.
“Niat saya mau mengisi bahan bakar, pas naik ke lokasi SPBU dari jalan raya cukup tinggi, truk saya tidak kuat kemudian mundur lagi terus saya rem dan membuat keseimbangan truk tidak stabil sehingga terguling,” kata Erik.
Dalam truk tersebut, Erik bersama dengan satu orang kernet. Beruntung mereka hanya mengalami benturan sedikit dan tidak mengalami luka yang berarti. Namun, truk tersebut mengalami kerusakan akibat jatuh.
Peristiwa tersebut sempat menjadikan arus lalu lintas menjadi tersendat karena posisi truk terguling di badan jalan. Selain itu, bahan bakar dari truk juga berceceran yang membuat jalanan licin.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Banyumas Sukarwan melalui Kapolsek Padamara AKP Jadiman SSos menyampaikan, diduga kecelakaan tersebut disebabkan karena beban muatan yang berlebih. Sehingga, mengalami kesulitan saat masuk ke area SPBU dari jalan aspal.
"Begitu mendapatkan laporan kami langsung menurunkan anggota. Setelah dilakukan pendataan, diduga kecelakaan itu karena truk bermuatan lebih, jadi tidak bisa seimbang," katanya.
Dia menambahkan, meskipun kendaraan besar, namun tetap saja ada batas jumlah muatan. Kelebihan muatan itu bisa dikenakan sanksi, karena bisa membahayakan pengguna jalan lainnya.
"Yang tidak layak atau tidak tertib, melakukan muatan lebih akan kami bina dan kami tindak sesuai dengan aturan yang ada. Itu sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas khususnya kendaraan besar dan bermuatan," katanya. (min)

The post Bawa Mi 4 Ton, Truk Terguling appeared first on SatelitPost.

Tasdi Tak Puas Pembangunan Kantor 

Tasdi Tak Puas Pembangunan Kantor 


Beberapa item pekerjaan pada proyek pembangunan kantor Kecamatan Purbalingga Kota akan rancang ulang. Pasalnya, para proyek tersebut genteng yang sudah terbeli, direncanakan akan diganti. Hal tersebut menyusul kekecewaan Bupati Tasdi yang merasa perencanaan pembangunan proyek kurang matang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ir Setiyadi, MSi mengatakan, pada perencanaan awal memang menggunakan genteng tanah. Hal itu dilakukan karena menyesuaikan anggaran yang tersedia. Namun, dengan permintaan Bupati maka perencanaan akan diubah, tetapi nantinya ada beberapa item pekerjaan yang bisa ditunda. Karena anggaran dialihkan untuk membeli genteng keramik.
"Atas permintaan Bupati untuk mengganti genteng tanah dengan genteng keramik akan ditindaklanjuti. Jadi, ada item yang akan diubah, misalnya anggaran paving bisa dialihkan dulu, dan paving halaman kecamatan diteruskan pada tahun anggaran 2018," kata Setiyadi, Selasa (26/9).
Saat melakukan peninjauan proyek kantor kecamatan kota, Bupati Tasdi mengaku kecewa dengan pelaksanaan pembangunan kantor kecamatan Purbalingga Kota. Selain karena keramik tanah liat, yang dinilai kurang bagus, dia juga mendapati pengerjaan cor yang terkesan asal-asalan.
Pada gedung yang dibangun di Jalan Cahyana Baru Penambongan, Tasdi mendapati cor-coran penyangga tiang besi atap tidak utuh. Sehingga tiang tersebut harus disambung, jadi cor semen tersebut terkesan kurang matang dalam perencanaan.
"Terus terang saya kecewa dengan progres pembangunan kantor Kecamatan Purbalingga Kota. Terkesan perencanaannya kurang matang. Saya meminta bangunan-bangunan baru yang difavoritkan dibangun dengan kualitas bahan bangunan yang lebih baik. Untuk genteng, misalnya, saya sejak awal meminta untuk dibuat genteng keramik, bukan genteng tanah liat. Genteng ini kurang bagus, mana banyak yang tompel," kata Tasdi.
Diketahui, proyek pembangunan kantor kecamatan Purbalingga kota direncanakan menelan anggaran Rp 4 miliar. Jangka waktu penyelesaian 120 hari kalender yang dimulai tanggal 8 Agustus 2017. Pekerjaan konstruksi digarap oleh PT Adhimukti Wira Kencana, dan konsultan Pengawas CV Cakrawangsa Konsulindo.
Tasdi mengharapkan, bangunan yang difavoritkan bisa dikerjakan, dengan biaya besar  bisa memberikan hasil yang bagus. Beberapa proyek yang saat dini sedang dikerjakan antara lain gedung SMPN 3 Purbalingga, Lingkungan Industri Kecil (LIK), keduanya di wilayah Kelurahan Purbalingga Lor. Kemudian Puskesmas Karangjambu, PDAM, kantor kecamatan Rembang, dan kantor kecamatan kota. "Saya meminta bangunan yang dibangun era sekarang, kualitasnya bagus sekalian sehingga bisa tahan lama. Jika di rencana awal menggunakan genteng tanah, maka saya minta untuk diganti," kata Tasdi.
Dalam tinjuannya kemarin, Bupati meminta agar pelaksana proyek untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan. Sehingga pengerjaan proyek harus bisa dipercepat, mengingat efisiensi waktu dan biaya. "Jangan ada alasan, pembangunannya terlambat karena hujan. Cuaca harus sudah diperhitungkan matang," kata Tasdi. (aminbellet@gmail.com)
The post Tasdi Tak Puas Pembangunan Kantor  appeared first on SatelitPost.

Oktober, Target Median dan Trotoar Jalan Jensoed, Rekanan Minta Perpanjangan

Oktober, Target Median dan Trotoar Jalan Jensoed, Rekanan Minta Perpanjangan

PURBALINGGA – Proyek pembuatan median jalan dan trotoar di Jalan Jenderal Soedirman Purbalingga, belum juga selesai. Hal ini membuat arus kendaraan tersendat. Selain jalan menjadi sempit, adanya material jalan membuat hanya satu sisi yang bisa dilalui. Andri Winarno, salah satu warga mengatakan, adanya pekerjaan jalan membuat arus kendaraan tersendat terutama saat jam kerja. Begitu juga []

Purbalingga Makin Dilirik Investor - Kabar Purbalingga

Purbalingga Makin Dilirik Investor


Rencana dibukanya Bandara Jenderal Besar Soedirman (BJBS), dipastikan bakal menjadi daya tarik baru Purbalingga bagi banyak investor.
"Ada peluang investasi dengan hadirnya bandara karena geliat ekonomi akan semakin pesat. Keberadaan Bandara menjadi daya tarik pengusaha untuk menanamkan investasi di Purbalingga," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP),  Jarot Sopan Riyadi, saat  acara Business Gathering 2 di  Andrawina Convention Centre, Owabong, Bojongsari, Rabu (27/9).
Pernyataan tersebut didukung Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Purbalingga, Kusmartadi. Dia mengatakan, BJBS akan menjadi gerbang emas meningkatnya perekonomian, karena akses dari wilayah eks-Karesidenan Banyumas ke kota lain juga semakin cepat dan mudah.
"Industri dan perdagangan bakal makin berkembang, kunjungan wisata dan lapangan kerja bakal bertambah. Selain itu, pergerakan orang dan barang akan meningkat sehingga mendongkrak volume perdagangan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Perencanaan Ruang (DPU-PR), Setyadi mengatakan, dalam tiga tahun belakangan terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah bagian Barat dengan pertumbuhan mencapi 5,73 persen per tahun.
“Ini lebih tinggi dibandingkan tingkat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara keseluruhan yang hanya 5,42 persen,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Tasdi mengatakan, Purbalingga merupakan kabupaten yang pro investasi. Sebab, adanya investor dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.
PT Kokoria, sebuah perusahaan asal Korea Selatan sudah mengincar investasi baru di Purbalingga. Mereka menyatakan siap menggelontorkan dana hingga Rp 97,5 miliar untuk membangun resort di Kawasan Desa Wisata Serang, Kecamatan Karangreja. (min)

The post Purbalingga Makin Dilirik Investor appeared first on SatelitPost.

Ban Motor Digembosi, Wajib Buat Surat Pernyataan - Halo Purbalingga

Ban Motor Digembosi, Wajib Buat Surat Pernyataan

Upaya Polsek Bukateja Terkait Siswa SMP yang Nekat Bawa Motor Jajaran Polsek Bukateja prihatin dengan banyaknya siswa SMP yang mengendarai sepeda motor ke sekolah. Untuk itu, polisi melakukan tindakan khusus agar ada efek jera. KEMPIS BAN: Jajaran Polsek Bukateja menertibkan sepeda motor milik siswa SMPN di Kutawis, Selasa (26/9). (AMARULLAH NURCAHYO/RADARMAS) AMARULLAH NURCAHYO, Purbalingga Memasuki []

Untuk Cek Kondisi Tabung Gas Elpiji, Agen Diminta Sediakan Baskom - Halo Purbalingga

Untuk Cek Kondisi Tabung Gas Elpiji, Agen Diminta Sediakan Baskom

Para pemilik agen dan pangkalan elpiji diminta memberikan pelayanan  yang prima. Satu di antara indikatornya adalah menyediakan timbangan dan baskom air untuk mengecek kondisi tabung gas yang hendak dibeli konsumen. Sehingga masyarakat bisa benar-benar puas dalam menikmati manfaat gas elpiji.
Koordinator Hiswan Migas Purbalingga, Hendi mengatakan, fasilitas tersebut disediakan agar masyarakat bisa membuktikan tabung yang akan dibelinya. Sehingga, jika memang ada yang tidak beres bisa langsung diketahui di lokasi.
“Harus ada itu, timbangan dan baskom air, serta alat pemadam ringan (apar, red) dan tidak cuma disediakan saja, tapi juga ditawarkan untuk dicek langsung sebelum dibawa pulang, sehingga ketika ada kekurangan atau tidak beres bisa langsung ditukar,” kata Hendi, Minggu (17/9).
Pada tabung elpiji 3 kg, tabung  memiliki berat sekitar 5 kg, sehingga jika tabung dalam kondisi penuh, berat total 8 kg. Jika memang bobotnya kurang dari itu, masyarakat sangat berhak untuk tidak membelinya. Selain itu, pengecekan juga dilakukan untuk mengetahui kondisi tabung bocor atau tidak.
“Bobot tabung kosong itu 5 kg, jika tabung isi penuh berarti beratnya 8 kg, jadi kalau tidak dicek atau karena ilmu kira-kira, karena cepat habis, itu namanya klaim sepihak,” ujarnya.
Hendi menyampaikan, untuk mengetahui kondisi berat, satu-satunya cara memang harus ditimbang. Namun, biasanya masyarakat itu melihat dari indikator jarum regulator. Padahal jarum tersebut merupakan kondisi tekanan di suatu tempat. “Jarum itu bukan isi tabung, tapi tekanan gas. Kalau kondisi dingin jarum pasti akan mengarah ke kiri, begitu sebaliknya jika kondisi hangat,” ujarnya.
Selain itu, terkait penggunaan elpiji 3k g yang dimanfaatkan oleh para peternak ayam, Hiswana tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, bagian itu lebih menjadi kewenangan pemerintah melalui dinas terkait.  “Itu lebih menjadi kewenangan dinas, bagaimana untuk pengawasannya,” kata Hendi.
Sementara itu, terkait hal tersebut kabar kelangkaan elpiji subsidi 3 kilogram yang dimungkinkan karena digunakan peternakan ayam, Dinas tidak menampik. Namun dinas hanya bisa melakukan teguran dan peringatan serta jika sudah parah bisa mengusulkan agar izin pengecer dicabut jika terbukti mendominasi ke peternakan ayam.
"Ada informasi seperti itu (digunakan peternakan ayam,red) meski tidak semua melakukan hal itu. Jelas kegiatan ini tidak boleh, karena subsidi. Kami akan segera mengecek lagi dan sanksinya justru kepada penjualnya," kata Kabid Perdagangan Dinperidag Purbalingga, Johan Arifin.
Melihat kondisi ini, pihaknya tidak bisa serta-merta menyalahkan pengusaha ayam, karena ini juga menyangkut kelangsungan peternakan mereka. "Yang dilakukan yaitu melakukan pengawasan agar distribusi dan peruntukan elpiji 3 kilo tidak jor-joran ke luar dari ketentuan. Tujuannya agar pemenuhan kebutuhan elpiji bagi yang berhak tetap tersedia," ujarnya. (aminbellet@gmail.com)

The post from SatelitPost.

Jembatan Cinta Bakal Tambah Wahana - Halo Purbalingga

Jembatan Cinta Bakal Tambah Wahana


Jembatan Cinta Panusupan merupakan satu destinasi wisata yang cukup terkenal di Kabupaten Purbalingga. Wisata buatan yang berada di Desa Panusupan, Kecamatan Karangmocol ini terus berinovasi. Dalam waktu dekat, pengelola berencana akan melakukan penambahan wahana untuk memanjakan pengunjung.
Manajer Objek Wisata Jembatan Cinta, Ahmad Wahidin mengatakan sebagai destinasi wisata buatan, pengelolanya harus terus berpikir untuk melakukan inovasi. Penambahan-penambahan wahana baru bisa menjadi daya tarik para pengunjung. Sehingga, wisatawan bisa memiliki keinginan untuk kembali datang.
"Rencananya kami akan bangun gasebo dan perluasan taman, gasebo ini nantinya bermanfaat untuk pengujung bersantai sambil menikmati pemandangan yang disuguhkan," katanya, Sabtu (16/9).
Selain gasebo, nantinya lahan di bagian utara juga akan dipergunakan untuk perluasan taman. Sehingga menyediakan lebih banyak lagi tempat untuk pengunjung berswafoto. "Di bagian utara itu akan dibuat taman lagi, jadi pengunjung bisa lebih banyak pilihan spot untuk berfoto," ujarnya.
Saat ini rencana pembenahan tersebut sudah mulai dilakukan oleh pengelola. Karena, target dari pengembangan ini adalah untuk menyambut momen liburan Natal dan tahun baru. Pengelola sudah mulai merapikan tempat yang akan dibangun gasebo dan taman.
"Kami usahakan untuk minimal 3 bulan sekali ada pengembangan, spot baru. Untuk yang ini, menyambut momen liburan Natal dan tahun baru. Karena untuk penambahan wahana, setidaknya kita harus siapkan sejak tiga bulan sebelum hari H. Sehingga, kondisi sudah siap dan ada waktu untuk melakukan promosi," kata Pendamping wisata, Sotirin Rinto.
Saat ini, di wisata Jembatan Cinta sudah tersebut  tersedia berbagai wahana, mulai dari jembatan cinta pring wulung, terapi ikan, serta taman bunga lengkap dengan kursi-kursinya. Diharapkan dengan adanya penambahan wahana, bisa meningkatkan kunjungan wisatawan di Jembatan Cinta Panusupan.
"Kami ajarkan kepada seluruh pengelola di sini untuk memberikan pelayanan yang baik. Hal kecil yang bisa memberikan manfaat besar adalah menawarkan untuk memotretkan pengujung. Biasanya kan pengunjung malu untuk minta tolong, kita tawarkan diri untuk memotretkan," kata Rinto. (min)
The post from SatelitPost.

Pemuda Panican Nekat Jual Motor Tetangga untuk Beli HP - Kabar Purbalingga

Pemuda Panican Nekat Jual Motor Tetangga untuk Beli HP


Karena ingin memiliki handphone, seorang pemuda di Panican, Kemangkon, nekat menjual sepeda motor milik tetangganya. Pemuda berusia 18 tahun berinisial TJA itu, menjual sepeda motor Jupiter Z bernopol R 4211 FM milik Naziyah (57) seharga Rp 2 juta. Atas perbuatannya ini, TJA kini harus berurusan dengan polisi.
Kapolsek Kemangkon AKP Siswanto SIP mengatakan, awalnya pelaku meminjam sepeda motor miliknya melalui cucu korban, Jakaria (18). Saat itu, pelaku beralasan membutuhkan kendaraan untuk mengantar kekasihnya kerja di wilayah Sokaraja. Namun, sampai beberapa hari motor itu tidak kunjung dikembalikan. Bahkan, saat dicari oleh keluarga korban, pelaku tidak ada di rumahnya.
“Kamis (14/9) malam, bilangnya pinjam untuk antar pacar ke Sokaraja. Tapi ternyata sampai berhari-hari tidak dikembalikan dan pelaku tidak bisa dihubungi,” kata AKP Siswanto, kemarin (Senin (18/9).
Korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kemangkon. Warga setempat juga berusaha mencari informasi keberadaan pelaku. Hingga akhirnya pelaku berhasil diamankan warga saat pulang ke rumahnya, Minggu (17/9).
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah menjual sepeda motor yang dipinjamnya seharga Rp 2 juta. Uang hasil penjualannya digunakannya untuk membeli handphone blackberry.
"Tersangka juga menggunakan uangnya untuk membeli baju, makanan, dan tiket bus untuk kabur ke Bekasi,” ujarnya.
Saat ini, pelaku masih ditahan di sel tahanan Mapolsek Kemangkon untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif. Atas perbuatannya itu, pelaku diancam Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. (min)

The post from SatelitPost.

Kades Meninggal Manduraga Gelar Pilkades Antar Waktu - Kabar Purbalingga

Kades Meninggal Manduraga Gelar Pilkades Antar Waktu

Hardizon resmi menjabat kepala Desa Manduraga, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga. Hardizon merupakan kades terpilih melalui proses Pilkades Pengantian Antar Waktu (PAW).
“Kades harus bisa bersinergi dengan perangkatnya, Pemdes juga harus bisa berjalan beriringan dengan lembaga yang ada di desa. Saat ini desa mendapatkan uang yang besar, dalam memanfaatkannya harus hati-hati dan sesuai peraturan yang berlaku," kata Bupati Tasdi, usai sumpah jabatan dan pelantikan di Balai Desa Manduraga, Senin (18/9).
Seusai dilantik, Hardizon mengaku siap menjalankan tugas dan kewajibannya.
“Tentunya dalam menjalankan tugas pemerintahan, kami akan koordinasi dengan perangkat desa, dan elemen lain di masyrakat," kata dia.
Hardizon mengaku belum memiliki program khusus dalam memimpin Desa Manduraga. Tetapi dia menjanjikan bakal ada inovasi.
“Sementara ini kami melanjutkan dan melaksanakan dulu program yang sudah berjalan," ujarnya.
Hardizon terpilih sebagai Kades menggantikan Pj Kades Widodo Panca Nugraha yang terlebih dahulu mengisi kekosongan jabatan tersebut. Pemdes Manduraga menggelar Musdes Pilkades PAW, Sabtu (9/9) lalu. Pilkades itu digelar untuk memilih kades baru menggantikan kades lama yang meninggal yang masa jabatannya seharusnya baru habis pada 2018 mendatang.
Dalam Musdes Pilkades PAW itu, ada dua calon yakni Hardizon dan Hari Saptono. Hardizon merupakan calon kades yang ikut dalam pilkades sebelumnya dan menempati urutan kedua dalam perolehan suara. Sedangkan Hari Saptono sebelumnya tidak ikut Pilkades.
Berbeda dengan Pilkades pada umumnya yang pemilihnya seluruh warga desa, Pilkades PAW hanya diikuti perwakilan warga yang duduk di lembaga desa.
Pemilihnya adalah anggota BPD, perangkat desa, KPMD, RW, RT, PKK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda Desa Manduraga. Perwakilan warga secara aklamasi memilih Hardizon sebagai Kepala Desa Manduraga. (min)

The post Kades Meninggal Manduraga Gelar Pilkades Antar Waktu appeared first on SatelitPost.

Truk Semen Glundung Hajar Delapan Kendaraan - Kabar Purbalingga

Truk Semen Glundung Hajar Delapan Kendaraan

Kecelakaan beruntun melibatkan delapan kendaraan, terjadi di Jalan Brigjen Soewondo, Kecamatan Bobotsari, Jumat (15/9).
Truk tronton pengangkut semen yang mengalami putus rem tangan itu, menghantam beberapa sepeda motor, dua mobil, dan satu truk engkel. Beruntung, tidak ada korban jiwa pada peristiwa ‘Jumat maut’ tersebut.
Restiono (32) warga Bojong yang kebetulan berada di sekitar lokasi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Truk semen dalam posisi berhenti, karena sedang bongkar muatan di Toko Material.
“Mesinnya sudah mati, tapi tiba-tiba glundung jalan sendiri. Saat itu ada beberapa kendaraan di depannya yang tertabrak secara beruntun," katanya.
Kapolsek Bobotsari, AKP Ridju Isdianto membenarkan, posisi truk bernopol E 9902 AB itu sedang parkir di depan Toko Bangunan Lancar. Saat itu, truk sedang ditinggal pengemudinya, Tri Gonggo Waluyo (37), warga Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.
“Pengemudinya sudah menarik rem tangan, tapi tiba-tiba jalan sendiri tanpa kendali dan menabrak sejumlah kendaraan yang terparkir di depannya. Mungkin karena tidak kuat menahan beban, apalagi kondisi jalan menurun,” katanya.
Karena tidak bisa tertahan, truk bermuatan semen itu menerabas dua angkutan desa, dan empat sepeda motor yang sedang parkir. Laju truk tronton baru terhenti setelah menabrak truk engkel, dan terdorong ke tembok gudang toko material.
Oli mesin dari truk tronton yang bercucuran di badan jalan, juga membuat sejumlah pengendara yang melintas terjatuh.
Sopir truk, Tri Gonggo akhirnya diamankan unit laka Polres Purbalingga. Polisi masih mendalami peristiwa tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum bisa diperkirakan kerugian yang disebabkan.(min)

The post Truk Semen Glundung Hajar Delapan Kendaraan appeared first on SatelitPost.

Pemakaman AZ Dijaga Ketat Kepolisian - Kabar Purbalingga

Pemakaman AZ Dijaga Ketat Kepolisian

Jenazah lelaki berinisial AZ, satu di antara pelaku pembunuhan pasangan suami istri (pasutri) Husni Zakarsih (57) dan Zakiyah Husni (42) warga Jakarta, dimakamkan di kampung kelahirannya, Bobotsari, Jumat (15/9). Prosesi pemakaman di pemakaman umum Desa Dagan mendapatkan perjagaan ketat dari aparat kepolisian Polres Purbalingga.
Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kericuhan. Sebab, sebelumnya rumor yang berkembang, warga menolak jenazah AZ dimakamkan di tempat tersebut.  “Atas persetujuan keluarga akhirnya jenazah almarhum dimakamkan di Dagan,” kata Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP T Sapto Nugroho, Jumat (15/9).
Jenazah pelaku dibawa dari RS Bhayangkara Semarang, menggunakan mobil ambulans milik Polda Jateng Kamis (14/9) malam. Sampai di Bobotsari Purbalingga sekitar pukul 07.00 WIB. Tidak berselang lama langsung dilakukan proses pemakaman. “Tidak ada masalah, semua lancar. Anggota melakukan penjagaan hanya sebagai antisipasi,” ujarnya.
Kepala Dusun V, Desa Dagan, Sukman Ibrahim, mengatakan AZ memang kelahiran Dagan, Bobotsari. Namun secara administrasi sudah menjadi warga Jakarta. Namun, setiap tahunnya masih pulang ke Bobotsari. Karena di desa tersebut masih ada kakak kandungnya.
"Dia memang sudah lama merantau. Sekitar umur 13 tahun, atau setelah dia lulus SD, merantau ke ibu kota. Diketahui juga kalau dia memang bekerja dengan Husni, Bosnya juga pernah menyumbang di  masjid sini (Dagan, red)” kata Sukman.
Terkait isu warga menolak jenazah dimakamkan di kampung halaman, Sukman menegaskan kalau itu tidak benar. Warga Bobotsari, khususnya Desa Dagan tidak mempermasalahkan. “Tidak ada masalah, warga menerima saja,” ujarnya.
Diketahui AZ merupakan satu dari tiga pelaku pembunuhan dan perampokan terhadap pasangan suami istri yang merupakan pengusaha garmen asal Pekalongan. Dua pelaku lainnya masing-masing EK dan SU. Korban merupakan mantan bos mereka.
Setelah dibunuh mayat kedua korban dibuang di Sungai Klawing di Desa Plumbungan Kecamatan Bobotsari, Purbalingga, Senin (11/9) dinihari. Ketiga pelaku lalu kabur bersama mobil dan sejumlah harta milik korban. Mereka ditangkap oleh petugas Polda Metro Jaya saat berada di sebuah tempat hiburan di Kabupaten Grobogan, Rabu (13/9). Pelaku AZ tewas ditembak polisi karena berusaha melarikan diri. (amin wahyudi)

The post Pemakaman AZ Dijaga Ketat Kepolisian appeared first on SatelitPost.

Dua Pengecer Judi Togel Ditangkap Polisi - Kabar Purbalingga

Dua Pengecer Judi Togel Ditangkap Polisi

Satreskrim Polres Purbalingga, berhasil membekuk dua penjual judi togel. Masing-masing adalah SR (45) warga Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon dan MR (25) Warga Kalapucung, Kecamatan Bobotsari. Keduanya ditangkap di rumah saat melakukan transaksi dengan pembeli, beberapa waktu lalu.
Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP T Sapto Nugroho mengatakan, penangkapan tersebut berawal dari informasi warga yang merasa resah dengan maraknya judi togel di lingkungannya.
“Pengedar kupon togel ini ditangkap di rumah masing-masing, saat sedang bertransaksi dengan pelanggannya. Tidak ada perlawanan, karena sudah kepergok," Kata Sapto, saat ungkap kasus di Polres Purbalingga, kemarin (15/9).
Dari masing-masing pelaku, polisi menyita barang bukti sejumlah uang dan perlengkapan untuk transaksi togel.
Di rumah tersangka MR, diamankan barang bukti berupa 14 lembar kertas ramalan/ciamsi, lima bonggol kupon togel, satu rekapan nomor keluar, alat tulis, dan uang Rp 382 ribu. Sedangkan di tempat SR, berhasil disita uang tunai Rp 259 ribu, enam lembar kertas ramalan/ciamsi, dua lembar kertas shio, satu lembar rekapan togel yang sudah keluar, alat tulis, dan tiga bonggol kupon togel yang sudah habis terjual.
“Kedua tersangka sudah dimasukan ruang tahanan mapolres. Tersangka kami kenakan Pasal 303 ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP jo Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian,” ujarnya.
Sementara itu, baik MR maupun SR mengaku, menjual togel sejak empat bulanan lalu. Mereka mendapatkan penghasilan 15 persen dari setiap transaksi. Meskipun sudah mengetahui bisnis tersebut melanggar undang-undang, tuntutan ekonomi menjadi alasannya.
“Hasil jualan togel untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar MR.
Dalam sebulan, MR dan SR mengaku bisa mendapatkan uang hingga Rp 300-400 ribu. Jumlah tersebut bisa bertambah kalau mendapatkan fee dari pembeli yang menang undian. (min)

The post Dua Pengecer Judi Togel Ditangkap Polisi appeared first on SatelitPost.

Polsek Bobotsari Dropping Air Bersih di Karangmalang - Kabar Purbalingga

Polsek Bobotsari Dropping Air Bersih di Karangmalang

PURBALINGGA, SATELITPOST-Polsek Bobotsari salurkan bantuan air bersih di Desa Karangmalang, Kecamatan Bobotsari, Jumat (15/9).
Kapolsek AKP Ridju Isdianto mengatakan, kegiatan droping air bersih itu hasil kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga.
"Kali ini disalurkan 1.550 liter air bersih dengan dua water torn kapasitas 1.050 liter dan 500 liter," katanya, kemarin (15/9).
Meski tidak seberapa, Kapolsek berharap bantuan tersebut bisa meringankan kebutuhan air besih warga Karangmalang.
“Karena yang bisa kami salurkan masih sangat kurang, kami meminta bantuan BPBD Kabupaten Purbalingga dan akhirnya dibantu pengiriman air bersih dengan mobil tangki kapasitas 4.000 liter,” katanya.
Kadus I Desa Karangmalang, Suhemi, mewakili warganya menyampaikan terimakasih atas kepedulian polisi. Menurutnya, sudah sekitar dua bulan terakhir wilayah dusunnya mengalami krisis air bersih.
Berdasarkan data BPBD Purbalingga, sedikitnya ada 12 kecamatan berstatus siaga darurat bencana kekeringan. Di wilayah Kecamatan Kejobong ada 11 desa, Kaligondang 12 desa, Karanganyar 7 desa, Karangreja 3 desa, Pengadegan 8 desa, Bobotsari 2 desa, Kertanegara 5 desa, Karangmoncol 6 desa, Kemangkon 5 desa, Kutasari 3 desa, Bojongsari 3 desa, dan Mrebet 1 desa.
Sebelumnya, Bupati Tasdi menginstruksikan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tanggap bencana kekeringan yang melanda sebagian wilayah Purbalingga. Seluruh OPD dari tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten, harus merespon dengan menyalurkan bantuan air bersih. (min)

The post Polsek Bobotsari Dropping Air Bersih di Karangmalang appeared first on SatelitPost.

Selakambang Buka Objek Wisata - Kabar Purbalingga

Selakambang Buka Objek Wisata

Pemerintah Desa Selakambang Kecamatan Kaligondang berencana akan membuka objek wisata di daerahnya. Objek wisata Selakambang yang dibangun di area sekitar 1 hektare itu akan menjadi alternatif wisata di Purbalingga. Saat ini, pemdes bersama warga secara swadaya akan memperbaiki akses menuju lokasi tersebut.

"Di areal seluas 1 hektare ini, kami berniat mengembangkannya menjadi satu destinasi wisata di Kabupaten Purbalingga. Destinasi ini ada unsur sejarahnya, karena lokasinya sebuah batu besar yang merupakan cikal bakal nama sebuah desa di satu Kecamatan Kaligondang Purbalingga yaitu Desa Selakambang," kata Kepala Desa Selakambang, Suja Sunarto, Selasa (12/9).

Jalan setapak menuju lokasi awalnya hanya memiliki lebar 2 meter. Nantinya akan dilebarkan menjadi empat meter, sehingga kendaraan roda empat bisa melaluinya. "Nantinya jalan sepanjang 450 meter akan kami perlebar menjadi 4 meter atau lebih sehingga akses masuk ke sini lebih luas, bisa muat kendaraan roda 4," kata Suja.

Bupati Purbalingga H Tasdi SH MM dan juga Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, SE BEcon memberikan apresiasi kepada pemdes dan warga Selakambang, atas semangatnya membangun desanya. Agar lebih cepat terealisasi pembangunannya, Pemda memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta.

"Saya berharap, destinasi wisata ini memunculkan motivasi dan ide-ide kreatif masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya, misalnya membuat warung-warung yang bisa menambah pendapatan," kata Bupati pada kegiatan gebrak gotong-royong di Desa Selakambang.

Pada kegiatan tersebut, Bupati beserta Wabup dan para pejabat Pemkab Purbalingga memberikan bantuan beras Purbalingga (rasbangga) sejumlah 973 bungkus dan juga bibit cabai untuk masyarakat. Sebelum menuju area wisata selakambang, Bupati Tasdi beserta Ketua DPRD H Tongat SH MM dan segenap pejabat Pemkab Purbalingga melaksanakan rehab RTLH di rumah Bapak Sundoyo/Ibu Sahirah di Dusun 1 RT.01/01 penerima bantuan dari pendamping dan operator PPKH Kabupaten Purbalingga.

Bantuan rehab RTLH juga diberikan oleh Real Estate Indonesia (REI) untuk keluarga Bapak Sumarja/Ibu Tarsinem di RT 05/09 dan masing-masing penerima bantuan RTLH juga mendapat tambahan bantuan 20 sak semen dari bupati. (min)


The post Selakambang Buka Objek Wisata appeared first on SatelitPost.